
*******
rumah sakit
"Umur kamu 17 tahun kan?." Tanya putri, Mira mengangguk. "kalau kamu?." Tanya Mira kembali. "Pasti umurnya dalam lingkungan 18-16 kebawah." Kata Mira di dalam hati Kerna wajah imut yang dimiliki putri. "Hmm 24 tahun." Kata putri tersenyum. "Ouh, 24 tah... Apaaa?!." Tanya mira kaget mendengar umur Putri. "kok kamu kaget?." Tanya Putri pelik. "Tuanya!." Kata Mira sambil mengedipkan matanya beberapa kali. "Mana ada tua sangat." Kata Putri mengeleng perlahan kepalanya. "Jadinya lo boleh nampak benda-benda ini semua?." Tanya putri, Mira mengangguk perlahan. "Sekarang?." Tanya putri lagi. "Gue sepertinya hanya boleh lihat benda yang kuat, benda yang mempunyai aura dendam atau aura kematian yang sangat kuat tapi jika aura yang lemah gak ada aura seperti ingin membunuh atau kak putri tau kan gimana, mau bilang susah sikit. Jadinya aura benda yang lemah ini mungkin ada tapi gak bergitu kuat sangat." Kata Mira memberi penjelasan panjang kepada putri.
Putri hanya mengangguk perlahan tanda mengerti kemudian seseorang mengetuk pintu kamar sakit. "Iya?." Tanya Mira pelik, kemudian terpancul wajah kacak Daylen. "Ini udah petang ni, nanti pulang lewat pula ke sekolah." Kata pak Daylen kemudian masuk.
Putri dan Daylen saling berpandangan kemudian pak Daylen mengalihkan pandangannya, wajahnya sedingin es setelah kematian Aira. "Oklah, kak putri Mira balik dulu iya." Ucap Mira untuk pamit pulang, putri hanya mengangguk perlahan. "Kami pamit dulu." Kata Daylen kepala putri, putri hanya tersenyum kecil terus kemudian Pak Daylen dan Mira keluar dari rumah sakit tersebut. Setelah Mira dan pak Daylen udah keluar dari kamar tersebut terus senyuman Mira pudar sambil memandang pintu kamar yang udah tertutup itu.
Secara tiba-tiba hawa hitam seperti asap yang berwarna hitam muncul di belakang putri, terus putri memandang tajam benda tersebut. "Kau kuat, jangan sampai dia tahu lo ada disini." Kata Putri dingin kepada asap hitam tersebut, terus asap hitam hilang perlahan-lahan. "Aku udah buat apa yang lo mahu jadi sekarang jangan pernah menganggu anak gue." Kata Putri dingin sambil memberi tatapan tajam melihat Mira yang sedang berbicara dengan pak Daylen di luar. "Maaf Mira, gue terpaksa." Kata putri perlahan sambil mengengam erat tanganya yang dibalut Kerna terluka akibat kejadian lalu di sekolah. "Sekarang semua terserah pada lo, percaya atau tidak gue harap lo tetap selamat." Kata putri sayu.
Jaga-jaga, dia wujud 👻💜
__ADS_1
*********
dalam mobil
"Mira." Panggil pak Daylen sambil membawa mobil, Mira memandang pak Daylen pelik. "Kenapa pak Daylen?." Tanya Mira kembali. "Kamu gak rasa pelik kah sama cewek yang kamu lawat tadi?." Tanya pak Daylen. "Pelik?." Tanya Mira pelik dengan soalan Pak Daylen, terus pak Daylen mengeleng kepala dan tersenyum. "Udahlah gak adapapa." Kata pak Daylen memberhentikan kereta di dalam sekolah tersebut. "Udah pergilah masuk kamar, udah petang ni." Kata pak Daylen tersenyum, terus Mira mengangguk perlahan dan kemudian berjalan pergi ke kamarnya.
Pak Daylen melihat langkah Mira yang perlahan-lahan menjauh, pak Daylen mengeluh perlahan. "Kok gue rasa sepertinya ada yang gak kena dengan kes ni?." Bicara pak Daylen perlahan. "Udahlah, mungkin itu cuma khayalan gue aja." Kata Pak Daylen di dalam hati lalu segera menuju ke bilik kepala sekolah dengan hati yang terasa tidak enak.
**********
"Ok semua esok sekolah kita mengadakan camp di hutan simpan Indonesia, jadi kita akan berada di sana 5 hari 4 malam. Jika ada sesiapa yang gak mau pergi hantar nama aku ke ibu, faham?." Tanya guru cempaka sambil tersenyum kecil memandang murid-muridnya yang diam memberi tumpuan kepada dirinya. "Baiklah jika gak ada apa-apa soalan, kalian udah boleh pergi rehat." Kata guru cempaka lalu Arief berdiri. "Bangun!." Ucap Arief lalu rakan sekelasnya mengikuti arahan Arief. "Terima kasih buk." Kata Arief kemudian serentak seisi kelas mengucapkan terima kasih kepada guru cempaka, terus guru cempaka mengangguk sedikit lalu terus keluar dari kelas tersebut setelah mengemas barang di atas meja guru.
Semua murid segera mengemaskan buku rujukan dan segera berlari keluar untuk ke kantin. " Mira nanti lo mau ikut apa gak?." Tanya Erina. "Hmm, mungkin pergi kut Kerna udah lama gak pergi hutan simpan." Kata Mira sedikit tidak pasti. "ouh, ok." kata Erina tersenyum. "Sebenarnya kemana cincin yang gue simpan itu menghilang?, setahu gue simpan di laci sebelah kasurku?. Semalam Kak putri datang lawat ke kamar gue masih ada lagi sebelum dia akan kembali ke rumahnya terletak jauh dari sekolah ni." Tanya Mira di dalam hati.
__ADS_1
Sedikit curiga dengan kak putri tapi langsung menghapuskan kecurigaan yang muncul. Mira mengeluh. "Itu adalah satu-satunya pertunjuk untuk aku mencari orang brengsek tu!, Hish geram!." Marah Mira di dalam hati.
********
Malam itu
"Miraaa, mau bawak apa iya. Gue gak ada bajulah." Kata Erina yang mulai panik Kerna mengemas barangnya pada waktu malam, udahlah esok mau gerak. Mira dan Isha yang sedang makan cemilan sambil menonton anime Atack on Titan mengeluh. "Itulah, gue sudah suruh lo kemas awal-awal tapi gak maulah, apalah kan sekarang udah kelam-kabut mau mengemas barangan untuk esok." Kata Isha, Mira tersenyum sambil mengangguk perlahan tanda setuju dengan apa yang dibicara Isha kemudian ketawa perlahan bersama dengan Isha, Erina yang mulai geram terus memukul perlahan lengan Isha.
"Kamu pun sama, jangan mau cakap kat orang lain. Lo ingat gue gak tau Mira yang paksa lo kemas awal barangan?." Tanya Erina sambil memerli Isha, Isha hanya cuma tersengih memandang wajah menyampah Erina. "Ehek, biasalah." Kata Isha lalu kembali memberi perhatian kepada anime yang dipasang oleh Mira. Mira ketawa kecil lalu mengeleng perlahan melihat kelakuan rakan-rakanya.
"Oh iya, lo tahu Mira gue kaget tau liat wajah kak putri. Gue ingat umurnya seperti kita atau lebih muda dari kita rupanya..." Kata Rana kaget bercerita sambil menggosok pakaiannya untuk dipakai besok. "Samalah, lo ingat lo aja yang kaget?." Kata Erina dan Isha serentak. "Iya mulanya gue juga gitu deh." Kata Mira tersenyum kecil. "Malam ni kita tidur berempat tau." Kata Isha. "Isk, gak mau ah. Lo nya tidur lasak tau, akhirnya gue tidur di bawah." Kata Erina membantah. "Alah, pleaseeee." Kata Isha mencebik sambil membuat wajah imut untuk memujuk Erina, Erina mengeluh. "Ialah, tapi tidur lasak gue simbah lo dengan air." Kata Erina mengugut.
BERSAMBUNG
__ADS_1
LIke, gift and favorit~>>
Thankyou, selamat membaca~>>