Janda Kembang Season 3 ( Menikah Karena Wasiat )

Janda Kembang Season 3 ( Menikah Karena Wasiat )
Berpisah sementara


__ADS_3

Keesokan paginya.


Setelah tadi malam Kezia dan Dimas bekerja sama untuk menyiapkan tugas kuliah Kezia, pagi ini ia berpamitan pada Kezia untuk berangkat ke Jakarta.


Dimas akan pergi sendiri dengan membawa surat wasiat dari sang Mama. Papa Rian yang akan mengantarnya langsung kerumah sakit serta kantor khusus direktur rumah sakit dari kakek Dimas yang diwariskan untuk Mama Diana dan juga dirinya.


"Abang pamit. Kalau ada kendala lagi, jangan segan untuk hubungi Abang. Abang siap meluangkan waktu kapan pun kamu butuh masalah tugasmu," ucapnya pada Kezia yang saat ini matanya mengembun melihat Dimas.


Dimas tersenyum, ia mengusap buliran bening yang sudah mengalir di pipi halus tunangannya itu.


"Sudah sayang.. Jangan menangis. Walau kita bertemu dalam waktu yang lama, tetapi kita masih bisa menjalin komunikasi dengan ponsel kan?"


Kezia mengangguk. Ia tersenyum pada Dimas. "Abang jaga diri selama disana. Jangan lupas sholat dan perbanyak minum air putih agar pinggang mu tidak sakit. Adek akan sabar menunggu Abang. Pergilah, Papa Rian sudah kesal melihat kita yang sedari tadi tidak usai-usai."


Dimas tertawa, "Tentu. Abang pergi. Assalamu'alaikum calon makmum ku.." ucap Dimas dengan meletakkan telapak tangannya di bibir dan mengecupnya.


Setelahnya ia tempelkan di dahi Kezia yang terbuka sedikit oleh hijabnya. Lagi, gadis ayu mirip nenek Saras itu menangis.

__ADS_1


Dimas tersenyum. Ia pun pergi tanpa menoleh lagi. Setelah tiba di mobil, barulah Dimas mengklakson Kezia yang sedang menangis mengantar kepergiannya.


Tin, tin!


Dimas tersenyum lagi dan Kezia melambaikan tangannya. Dimas pergi dari kediamannya menuju tempat yang sudah tertulis untuknya yang di titipkan dalam sebuah surat oleh Mama Diana.


Sebenarnya mereka berdua berat berpisah karena keseharian mereka selalu bersama saat di kampus dan dirumah sakit.


Tetapi sekarang Dimas pergi meninggalakannya membuat Kezia merasa sepi yang tak berujung. Baru sebentar Dimas pergi. Kezia sudah merindukannya.


Masih teringat perbincangan hangat mereka tadi malam sebelum Keanu tiba dan Dimas pun kembali pulang kerumahnya.


"Hum?" sahut Kezia


"Apa kamu tidak apa-apa Abang tinggal? Maksud Abang tuh, kamu 'kan selalu di kucilkan saat di kampus karena kepintaran yang kamu tutupi itu?" tanya Dimas pada Kezia yang kini jarinya sedang sibuk menari di atas keyboard laptonya.


Kezia menoleh pada Dimas yang berbaring di sampingnya saat ini. Kezia menghela nfasnya dan tersenyum.

__ADS_1


"Sudah saatnya mereka tau Bang, siapa adek sebenarnya. Mereka akan segera tau besok pagi saat adek kembali kerumah sakit menggantikan Abang. Tak apa kalau adek di kucilkan dan selalu mereka hina? Toh, adek nggak sakit hati dengan yang mereka katakan? Secara.. Kita berdua kan memang dekat? Tetapi dalam batas wajar."


Dimas tersenyum.


"Biar aja mereka mikirnya ada hubungan apa antara Dokter bedah yang bernama Dimas Anggara dan sangat terkenal di rumah sakit itu dengan asistennya. Adek nggak peduli. Yang adek pikirkan ialah.. gimana caranya besok, mereka mau menerima saran dari adek tentang operasi kecil yang akan kita lakukan besok pagi karena adek menggantikan Abang. Akankah mereka percaya? Akankah mereka percaya jika adek bisa dan sama seperti Abang?"


Dimas membalikan tubuhnya yang terlentang menjadi tengkurap. "Kamu bisa sayang. Ingat saja apa yang pernah kita pelajari berdua saat ada waktu senggang. Kamu bisa. Abang yakin itu. Karena Abang percaya, ilmu yang abang dapatkan dan Abang turunkan sama kamu, pastilah kamu bisa menerapkannya. Kalaulah memang kamu tidak bisa, kenapa Abang mengangkatmu menjadi asisten Abang selama tiga tahun ini?" tanya Dimas sambil menatap dalam pada manik mata hitam Kezia yang kini sedang memandangi laptopnya.


Dimas terkekeh pelan. "Sudahlah jangan di pikirkan. Kamu 'kan udah janji sama abang? Kalau kamu sudah menjadi dokter dan kamu akan mengambil spesialis bedah 'kan? Seperti keinginan almarhumah Zahra dulu?" tanya Dimas lagi pada Kezia yang kini sedang tersenyum dan menoleh padanya.


"Tentu dong Abang! Semua ini adek lakukan karena keinginan Kak Zahra yang sangat ingin menjadi dokter bedah tetapi tidak bisa karena takdirnya memang hanya sampai saat melahirkan si kembar. Oh ya, mengenai si kembar. Apakah Bang rayyan dan keluarga sudah memberi izin untuk kita yang mengurusnya setelah kita menikah nantinya Bang?" tanya Kezia pada Dimas sengaja untuk memastikan.


Karena ia sangat tau, jika keluarga abang iparnya itu sangat sensitif mengenai Zarra dan Raka. Anak kembar Almarhumah Zahra dan Dimas.


Dimas tersenyum, "Nanti Abang tanyakan dan Abang bicarakan sama Bang Rayyan. Kamu tenang saja. Mereka pasti mengizinkannya kok. Abang sangat kenal siapa Abang sekaligus sahabat ku itu." Katanya pada Kezia


Kezia tersenyum manis padanya. Setelahnya merekapun membicarakan hal lain sampai Keanu pulang tepat pukul satu dini hari. Barulah Dimas kembali kerumahnya.

__ADS_1


"Dek!" panggil Keanu untuk yang kesekian kalinya karena melihat wajah Kezia yang semab dan melamun. Sudah berulang kali Keanu memanggilnya.


Tetap saja Kezia tidka menyahutinya. Hingga ia terpkasa menepuk bahi sekaligus menyentak sang adik sampai gadis cantik itu tersentak karena terkejut akibat kelakuan Abang nya itu. Dan Saat ini pun ia sedang duduk di taman kecil di belakang rumah Keanu.


__ADS_2