Janda Kembang Season 3 ( Menikah Karena Wasiat )

Janda Kembang Season 3 ( Menikah Karena Wasiat )
Terpaksa menerima


__ADS_3

"Tak apa. Biarlah seperti ini. Memang inilah takdirku. Jika aku tidak bisa menikah dengannya, maka sampai kapanpun aku tidak akan menikah dengan pria manapun!"


"Nggak bisa gitu, Nak. Mama sudah menyiapkan pengganti Dimas untukmu. Dan mereka semua pun sudah datang kesini. Selepas pertemuan kami dengan Dimas tadi, sahabat papa menghubungi kami dan menanyakan tentang mu. Dan kami dengan cepat menerima lamaran itu. Agar kami bisa menikahkan mu dengannya. Kamu kenal baik kok dengan pemuda ini. Mama mohon.. di terima ya??" pinta mama Rani begitu berharap.


Kezia tertawa lagi, "Mama terpaksa menacrikan jodoh lain untukku agar kalian berdua tidak malu begitu? Hah. Sempit sekali ternyata hidup ini. Orang yang sudah ditunagkn sedari kecil denganku, kini melepaskan ku begitu saja tanpa alsan yang jelas! Hanya karena wanita lain, dia tega meninggalkanku! Baik, tak apa. Aku akan melakuakn apa yang kalian minta. Tapi dengan syarat!" tegasnya pada kedua aruh baya yang kini semakin tidak menentu karena ulah Kezia


"Sebutkan, sekiranay bisa kami akan memenuhinya. Tetapi jika tidak, maafkan kami Nak. Kami tidak bisa melakukannya!" tegas mama Rani juga.


Kezia tersenyum getir, "Aku ingin pernikahan ini seperti pernikahan kontrak. Tidak ada yang boleh tau jika pernikahan ini palsu. Aku tidak mau menikah dengan pemuda ini. Tetapi terpaksa menerima karena kalin berdua yang memaksa. Baik, tidak masalahh. Lagipun dengan menikah kotrak denagn pemuda ini, aku bisa menunjukkan padanya jika aku bisa menikah dengan pemuda lain. Walau hanay pernikahan diatas kontrak, itu tidak masalah. Aku akan tetap menajdi perawan tua seumur hidupku. Karena aku sudah berjanji. Jika aku tidak bisa menikah dengan Bang Dimas, maka sampai kapan pun aku tidak akan pernah menikah lagi."

__ADS_1


"Karena bagiku, hanay Bnag dimas yang kumau. Bukan orang lain. Dan ya, aku akan meneriam pernikahan ini. Aku akan menuruti semua permintaan kalina! Tetapi tidak untuk menjadi istri sahnya. Tetapi istri kontraknya. Aku mau masuk. Mau istirahat. Prsiapkan saja pernikaha yang sangat kalian inginkan ini. Aku pasrah! Dab aku terpaksa menerima keputusan kalian yang tanpa bertanya terlebih dahulu padaku." Katanya dengan segera berlalu meninggalkan kedua paruh baya yang kini mematung mendengar serentetan ucapan putri bungsu nya itu.


Mereka berdua menghela nafasnya. "Sudah puas??" tanya papa Reza pada kedua orang disana yang sedang tertegun kemudian terkekeh karena baru saja mendengarkan ucapan Kezia.


Ya, semua percakapan itu sudah tersambung dengan ponsel Dimas dan papa Reza. Karena Dimas ingin tau, apa yang akan dikatakan oleh calon istrinya itu.


"Maaf pa. biarkan saja Kezia seperti itu. Memang inilah tujuannya. Jika tidak seperti ini, bukan kejutan dong namanya?" Ucap Dimas dan diangguki oleh Kenan yang saat ini sedang memakan buah apel dari tangan Bella.


Dimas dan papa Reza terkekeh. Mama Rani sangat bersyukur kala mengetahui jika putranya kini sudah sembuh dan juga sudah bisa memiliki keturunan.

__ADS_1


Semua itu berkat Bella.


"Ya sudah, kami tutup dulu. Kalian bersiaplah. Jangan ada yang berani menghubungi Kezia, paham?" Ucap mama Rani terutama pada Bella dan Kenan yang kini nyengir kuda melihat wanita paruh baya itu melotot padanya.


"Selow Mam. Selow! Iya, Abang dan Bella nggak akan hubungin adek, kok. Iya kan sayang?"


"Hooh, Abang. Lah wong mereka berdua itu kan sedang di pingit? Jadi untuk apa kita menghubungi mereka berdua? Toh, besok pun mereka akan menikah bukan?"


Kenan mengangguk setuju dengan Bella. Begitu pun dengan Dimas. Ia sempat tertegun dengan ucapan Bella tadi.

__ADS_1


Tetapi setelahnya ia tersenyum, "Abang beruntung bisa mendapat gadis seperti mu sayang. Tunggu kejutannya besok pagi. Bersiaplah!" batinnya tersenyum senang dan sangat tidak sabar untuk memiliki Kezia seutuhnya.


__ADS_2