
Karena Kezia dan Dimas yang sudah terlambat, mereka berdua terpaksa menunggu untuk acara resepsi saja.
Saat ini Rayyan dan istrinya masih beradu gelut di depan Pak Penghulu.
Semuanya tertawa melihat Cinta. Tetapi tidak dengan Kezia dan Dimas. Mereka menatap terkejut pada Cinta yang memang mirip dengan almarhumah Zahra.
Mereka berdua sampai tidak berkedip melihat ke arah Cinta dan Rayyan yang saat ini sedang memakaikan mahar pernikahan mereka.
Setelah itu mereka berdua meminta restu kepada seluruh orang tua serta kerabat Rayyan dan Cinta yang turut hadir disana.
Bahkan Mama Vita dan Papa Kevin pun hadir. Dimas mengenal kedua orang itu yang merupakan orang tua kandung Rayyan.
Mama Vita saja. Sedangkan Papa Kevin ayah tiri Rayyan.
Kezia dan Dimas terpaksa menunggu pengantin baru itu satu jam lagi. Karena acara resepsi akan segera di mulai.
Satu jam kemudian.
Para tamu yang menunggu kehadiran pengantin baru itu saat ini sedang berbaris rapi di sisi kanan dan kiri karpet merah yang terbentang indah di sepanjang jalan pengantin baru itu untuk menuju ke pelaminan.
__ADS_1
Dari kejauhan, sudah terilhat Raja dan ratu sehari itu sedang berjalan dengan menggandeng si kembar.
Dimas dan Kezia tersenyum. Mereka segera menekati pelaminan itu dan ingin mengucapkan selamat pada Rayyan dan Cinta yang saat ini sedang berbahagia.
Mereka berdua mendekati pelaminan itu denagn tersenyum lembut pada Mami zahar dan Papi Riandra.
Mereka menyalami kedua paruh baya yang masih terlihat cantik dan gagah itu.
Ketika melihat kehadiran Dimas dan Kezia . Rayyan dan Cinta tersenyum lembut pada mereka berdua.
"Selamat ya Bang? Semoga sakinah mawaddah warohmah," ucap Dimas sembari menyalami dan memeluk erat tubuh Rayyan
"Amiinnnn.. Kamu kapan menyusul Mas?" tanya Rayyan pada Dimas setelah pelukan keduanya terlepas.
"Pokoknya kalau kamu menikah, jangan lupa kabari kami nantinya. Jarak rumah kita hanya hitungan menit saja loh.." ucap Rayyan masih ingin menggoda Dimas dan Kezia.
Sementara Kezia terkekeh kecil melihat tingkah Dimas yang curi-curi pandang kepada istri Rayyan.
"Tentu Bang," jawab Dimas dengan tersenyum teduh pada mereka berdua.
__ADS_1
Kini giliran Kezia. "Selamat menempuh hidup baru ya Kak? Kisah Cinta kalian itu seperti Papa dan Mama. Semoga kalian berdua langgeng hingga kakek dan nenek!" ucap Kezia dan dihadiahi pelukan erat oleh Cinta.
"Terimakasih adek kecilku.. Ternyata kamu masih mengingat tentang wasiat Kakak dulu ya?"
Deg!
Kezia terkejut. "Maksudnya?"
Cinta terkekeh, "Kamu masih mengingat perkataan Kakak dulu yang mana kamu harus menikah dengan Bang Dimas. Terimakasih, karena kamu mau mendengar wasiat Kakak dulunya. Semoga kalian pun berbahagia seperti kami saat ini. Untuk kamu Kak Dimas. Jaga adikku. Jangan kecewakan dia. Dia adik kecil kami di dalam keluarga Alamsyah. Aku percaya jika kamu bisa membuat Adikku bahagia. Maka dari itu, aku memilihmu yang menjadi suami adikku. Karena aku tau, kamu pemuda yang baik. Maafkan kesalahahnku yang dulu Kak Dimas"
"Kesalahan yang membuat mu khilaf hingga menghadirkan si kembar di dalam hidup kita. Tetapi tak apa. Aku ikhlas. Karena ku tau, jika memang itulah Takdir ku. Aku mohon maaf yang sebesar-besarnya karena ucapanku yang begitu merendahkan mu dulunya. Maafkan aku Kak Dimas Anggara Baratayudha sahabatku dan Kak Rayyan. Karena ku, kalian berdua sampai harus berpisah kian tahun lamanya..." lirih Cinta seperti berbisik.
Rayyan memeluk tubuh Cinta dari samping. Mata itu menatap sendu pada Dimas. Tatapan mata yang sama saat Dimas dulunya menodai Almarhum Zahra.
Dimas terkejut. Kaki jenjang itu mundur dua langkah ke belakang. Sementara Kezia masih menatap terkejut pada Cinta yang kini menatapnya dengan sendu tetapi tersenyum.
Dimas menggeleng saat menyadari jika Cinta merupakan Zahra. "Nggak! Itu nggak mungkin! Kamu Cinta! Bukan Zahra!"
Deg!
__ADS_1
Deg!
Sedikit lagi end. So.. Pantengin terus ye?