Janda Kembang Season 3 ( Menikah Karena Wasiat )

Janda Kembang Season 3 ( Menikah Karena Wasiat )
Penyelesaian masalah masa lalu


__ADS_3

"Kak.. Hiks.. Tidakkah kamu ingin melihatku? Aku sudah kembali loh.. Kembali untuk memulai semua ini dari awal seperti yang kamu katakan dulu. Kita akan bahagia dengan pasangan masing-masing. Hem?" ucap Cinta masih dengan memegang lengan kekar Dimas yang kini semakin erat memeluk tubuh kekar Rayyan yang saat ini sedang menangis.


"Hiks.. Kakak tidak bisa melihat mu, Ra! Hiks..kejadian masa lalu itu begitu membuatku terpukul! Aku hampir mati karena rasa bersalahku padamu. Jika bukan karena Bang Rayyan, mungkin aku sudah tinggal nama.. Hiks.. Maaf Ra.. Kakak Khilaf.. Maaf.." lirih Dimas seperti suara desauan angin lembut yang berhembus.


Cinta yang memegang lengannya pun tersedu. Ia semakin erat memegang lengan kekar yang dulu sering menemaninya disaat Rayyan tidak mau menemaninya.


"Aku udah memaafkan kamu Kak Dimas. Sedari dulu. Sedari aku hamil si kembar. Disaat aku hamil si kembar aku sadar, jika memang itulah takdirku. Tetapi aku hanya kecewa. Kenapa nasib baik tidak berpihak padaku. Tetapi setelah aku balik lagi ke dunia iani dalam wujud yang baru yang masih suci, berarti inilah waktunya untuk memaafkan mu dan melupakan masa lalu. Lupakan masa lalu kak. Semuanya sudah usai. Kamu dan adikku sebentar lagi akan menikah. Dan aku pun sudah menikah dengan cintaku. Ku harap kita bisa menjadi keluarga dalam mengurus si kembar. Agar mereka tidak kekurangan kasih sayang kita,"


"Percayalah Kak Dimas, semua ini memang sudah menjadi ketentuan takdir yang tidak bisa di ubah lagi. Semuanya udah berlalu. Dengan adanya semua itu, kamu menemukan cinta mu 'kan? Jodoh yang sudah terikat dengan mu sedari kamu masih di dalam kandugan Mama Diana??"


Deg!


Dimas terkejut, begitu pun dengan Kezia. Dimas melepas pelukannya dan menatap Cinta dengan dalam. Cinta tersenyum lembut padanya.


Tangan halus itu menyentuh tangan Dimas dan Kezia bersamaan. Ia menyatukan kedua tangan itu.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu tau, aku tau darimana Kak. Semua ini memanglah sudah menjadi takdirmu. Jika pun tidak denganku, kamu pasti akan mealkukan dengan orang lain. Tetapi tidak. Sedari awal kedatangan mu ke dlaam hidup kami. Aku tau, kamu memanglah jodoh yang dikirimka untuk Kezia. Karena dulu, sebelum nenek Saras meninggal, beliau pernah berkata kepada kami semua."


Cinta menarik nafasnya, "Carikan Putra almarhumah Diana. Jadikan dia sebagai menantu di keluarga Alamsyah. Nikahkan dengn putri bungsu kalian kelak. Karena semua ini merupakan perjanjian kami berdua. Dan jika kami sudah pergi terlebih dahulu. IBu harap, kamu bisa mencarinya untuk kamu jodohkan putri dengan bungsumu."


Papa Reza tertawa, "ibu ini gimana sih? Abang cuma punya dua anak lohh.... Kapan Abang akan punya putri bungsu??"


Plak.


"Aduhh.. Sakit Ibu... Ssstt.." ibu Saras memukul lengan putra kesayanagnnya itu


"Maka Dari itu. Jika kamu kelak memiliki putri. Maka carilah putra alamarhumah Diana. Jadikan dia sebagai menantu kalian. Dan apabila kalian tidak memiliki putri, buat lagi! Lalu nikahkan dengan putri sulung kalian!" tegas Ibu Saras membuat Reza mengerucutkan bibirnya.


"Nggak bisa Ibu. Abang udah janji sama Gilang. Bahwa kita akan menjodohkan anak kita berdua jika anak Abang nantinya perempuan. Itu sudah menjadi perjanjian kami ibu.. Gimana coba?"


"Kamu tetap harus menjododhkan nya dengan putra Almarumah Diana. Jauh sebelum kamu berjanji seperti itu, Ibu sudah duluan berjanji dengan beliau. Ini wasiat terakhirnya. Maka dari itu, jika zahhra thihdak bhihsa. Mhaka kamhuh harus mepproduksianak secepatnya agar erjanjian ibu denagnay selesai. Paham??" Papa reza mengangguk Pasrah.

__ADS_1


Mama Rani terkikik geli saja melihat Papa Reza yang begitu menurut pada ucapan sang ibu. Ratu dihati keduanya yang kini sudah berpulang saat umur Zahra berusia delapan tahun.


"Untuk itu. Mari Kita bersama meraih kebahagiaan kita. Kamu dan adikku. Dan aku dengan suamiku. Suami yang dulu sangat aku inginkan sedari aku masih berusia empat tahun. Aku masihh ingat semuanya kak Rayyan.. Masih ingat semuanya bagaimana dulunya kamu di usir oleh Opa Alan hingga menangis tersedu di dalam hujan yang begitu deras karena tidak bisa menemuiku. Dari saat itulah cinta ini bersemayam di hati. Cinta masa kecil menjadi cinta seumur hidup." Rayyan tersenyum lembut padanya.


"Mari kita hidup berdampingan. Dan kalaupun nanti aku memiliki putra atau putri lagi, kita baru boleh menjodohkan mereka berdua. Bagaimana?" seloroh Cinta yang akhirnya membuat ketiga orang itu terkekeh-kekeh.


"Tentu, Akan kami wujudkan. Iya kan bang?"


Rayyan mengangguk dan tersenyum. "Biarlah berjalan semestinya. Kita hanya bisa berencana. Tetapi Allah lah yang menentukan segalanya. Ayo bersiap. Sudah waktunya untuk melanjutkan resepsi kita lagi. Kalian bersiaplah. Abang yang akan menemui kedua orang tua kita!" ucap Rayyan dengan segera berlalu dan pergi meninggalkan mereka bertiga.


Kisah masa lalu Dimas dan Zahra sudah selesai. KIni hanya akan ada cinta kini dan akan datang. Karena mereka berdua sudah saling memaafkan untuk melupkan masa lalu yang membuat ketiganya begitu terpukul.


Kezia hanya bisa tersenyum sembari mengucap syukur di dalam hatinya. Masalah yang dulu, kini sudah selesai.


Tinggal menunggu hari pernikahannya saja dengan Dimas yang tersisa sembilan bulan lagi.

__ADS_1


__ADS_2