Janda Kembang Season 3 ( Menikah Karena Wasiat )

Janda Kembang Season 3 ( Menikah Karena Wasiat )
Tidak ingin!


__ADS_3

Dimas menggerurtu dalam hati sat tidak bisa berbuat seperti biasanya. Ia terus menatap Kezia yang saat ini sedang berbicara di podium sana.


Ia tersenyum tipis melihat Kezia yang sudah terbiasa berbicara di depan semau orang.


Ia sangat bersyukur mendapatkan calon istri seperti Kezia. Mengingat itu, Dimas sedikit tersentak sat mersakan getaran halus dari ponselnya yang bertepatan dengan Kezia yang sudah selesai berbicara.


Dimas membaca pesan teks dari calon Abang iparnya.


Siap-siap lahar panas meledak!


Mari kita mulai!


Kezia sudah turun dan berada bersama kami.


Bersiap-siaplah!


Dimas terkekeh saat membaca pesan dari calon Abang ipar yang merupakan wakil nya itu.


Sedangkan dibawah sana seseorang mencubit pinggangnya karena gemas.


"Apa sih Yang? Sakit ih!" katanya pada sang istri yang kini mendelik melihatnya.


Sedangkan Kenan masih saja meringis merasakan panas di pinggang dan pahanya. Ia mengusap paha dan pinggangnya itu berulang kali dengan wajah di tekuk masam.

__ADS_1


Kezia yang melihat itu dari kejauhan tertawa. Dimas terkejut. Sambil berjalan ia terus tertawa melihat Kakak dan Abang iparnya yang sudah kembali akur itu akibat kejadian tiga bulan yang lalu.


Kezia datang dan duduk disamping kakak iparnya itu yang kini sedang hamil satu bulan. Melihat mereka berdua akur seperti itu sangat membuat Kezia bahagia.


Ia tidak tau jika Kenan selama ini sakit karena dirinya. Karena kecelakaan sepuluh tahun silam saat Kenan berumur lima belas tahun.


Kenan sangat menderita selama ini. beruntungnya ada Bella yang selalu setia menemaninya.


Tetapi tiga bulan lalu sempat terjadi percekcokan yang mengakibatkan Kenan kecelakaan hingga koma satu minggu lamanya.


Darisanalah keluarga tau. Jika Kenan selama ini sakit. Sakit yang disebabkn kecelakaan saat menyelmatkan Kezia yang terkejut dengan cicak hingga menyebabkan kecelakaan parah.


Dan kecelakaan ituah yang membuat alat produksi Kenan tidak berfungsi sama sekali. Hingga semua itu bangkit saat ia sudah menikah dengan Bella, istri kesayangan sekaligus gadis kecil yang dulunya sangat ia sukai.


Alhamdulillahnya tidak jadi. Kezia sangat bersyukur akan hal itu. Ia tersenyum haru melihat keduanya yang kembali akur saat dirinya bertandang bersama Dimas untuk memeriksa punggung Bella yang terluka karena Papa mereka.


Mama Rani menyikut lengan Bella saat melihat Dimas sedang menunggunya dan ingin berbicara dengan semua orang.


Kezia tidak ngeh sama sekali. Ia sibuk dengan melihat Kenan dan Bella yang kini masih saling sikut karena menginginkan makanan yang ada di stand sana.


Kezia terkekeh.


Tetapi kekehan itu terhenti saat melihat Dimas sedang tersenyum kepada seorang wanita yang tadinya selalu berada di sampingnya seperti lintah yang selalu ingin menempel.

__ADS_1


Ck.


Kezia berdecak kesal hingga terdengar oleh seluruh kelurganay dan juga Dimas beserta wanita yang sama seperti dimas itu.


"Ayo, Ma. Kita pulang!" ketus Kezia dengan segera bangkit dan melewati Dimas dan dokter wanita yang kebingungan melihat tingkahnya itu.


Ia jadi bingung sendiri melihat kedua orang yang saling mencintai itu sedang saling diam diaman.


"Calon anda, kenapa dokter? Yang kayak nggak suka gitu ya sama saya?" terkanya tepat sasaran membuat Kenan tertawa sarkas.


"Hahahah.. Benar sekali. Ayo sayang. Kita harus bersiap dan mengikuti mereka semua. Hari ini juga kita akan pulang ke Medan!"


"Heh? Kok mendadak sih Bang? Adek belum menyiapkan apapun loh.." ucapnya mengundang tawa ada semau orang disana termasuk Dimas.


"Tak apa-apa kakak ipar-,"


"Mama!!! Kita pulang ke Medan hari ini juga!" ketusnya lagi sambil terus berjalan


Mama rani terkejut, waniat paruh baya itu segera mengejar Kezia yang saat ini sedang merajuk.


"Eh? Kenapa? Katanya mau makan bersama denagn keluarga Dimas kan? Kamu lupa?"


Kezia berhenti dan menatap Mama Rani dengan wajah datarnya. "Adek sedang tak ingin berdebat Mama. Kita pulang bersama atau Adek pulang sendiri!" tegasnya denagn segera berlalu meninggalkan Mama Rani yang kebingungan karena tingkah aneh Kezia yang berubah secepat kilat.

__ADS_1


__ADS_2