
Kezia tersentak saat merasakan tepukan keras serta dan juga suara Keanu yang sedikit tinggi karena memanggil nya, membuat Kezia terkejut bukan main.
Ia menoleh dan mencebik saat melihat Keanu yang kini sedang menatapnya dengan tatapan bingungnya lengkap dengan satu alis terangkat ke atas.
Kezia berdecak. "Bisa nggak sih pelan dikit Abang manggil Adek? Yang kayak di hutan aja Abang!" ketus Kezia sambil berlalu melewati Keanu yang cengo karena di tinggalkan begitu saja oleh Kezia.
Kezia melangkah masuk menuju ke kamarnya untuk mengambil tas serta laptop miliknya yang beirisi data yang tadi malam Dimas berikan padanya.
Keanu mengikutinya dari belakang setelah tadi terkekeh kecil melihat tingkah adik bungsunya itu. Ia berdiri di depan pintu kamar Kezia yang kini sedang memangambil berkas untuk ia bawa kerumah sakit seperti kata Dimas tadi malam.
Tidak ada yang tau, kalau Kezia merupakan tangan kan Dimas terkecuali mereka berdua. Hari ini semua orang akan tau tentang hal itu.
"Baru Abang panggil gitu aja kamu udah terkejut? Kamu mikirin apa sih? Mikirin Dimas?" ledek Keanu pada Kezia yang saat ini sudah keluar dari kamanya menuju pintu rumah mereka di susul Keanu di belakangnya.
Kezia menghela nafasnya. "Gimana nggak di pikirin coba? Secara tugas dari Bang Dimas ia limpahkan semua sama Adek. Lihat nih, Berkasnya aja banyak gini. Pusing Bangg!" kilah Kezia sengaja menutup kebenaran yang sebenarnya jika ia memang benar sedang memikirkan Dimas. Tunangannya. Untuk pekerjaan, Kezia sudah tau tentang itu.
Keanu terkekeh lagi. "Itu tandanya Dimas percaya sama kamu. Mulailah mengemban tanggung jawabnya sedari dini. Karena ke depannya akan sulit lagi bagi kamu. Calon suami kamu itu bukan Dokter bedah biasa. Ia Dokter Bedah terkenal dari Jakarta hingga ke seluruh Rumah sakit yang ada di Bandung ini. Dia juga yang telah menyelamatkan banyak orang dengan tangan piawainya. Dan kamu harus siap itu di mulai dari sekarang. Dan ya, jika kamu sudah menikah nanti kamu jangan kaget, jika jadwalnya selalu padat dan jarang dirumah. Akan selalu dirumah sakit." Jelas Keanu hingga membuat Kezia yang kini sudah duduk di samping Keanu menoleh padanya.
Keanu tersenyum, ia dengan segera menyalakan meisn mobilnya dan melajukan mobil itu menuju rumah sakit tempat Dimas dan Kezia berada selama bertugas dan koas.
__ADS_1
Kezia menghelanfasnya lagi. "Adek tau.. Maka dari itu adek diangkat menjadi tangan kanan Bang Dimas selama tiga tahun ini. Dan hari ini adek yang akan menggantikan posisinya dirumah sakit sebagai dokter bedah yang menggantikan Bang Dimas," ucap Kezia membuat Keanu terkejut.
Kezia terkekeh, "Nggak usah terjkejut gitu," katanya pada Keanu
Sedang Keanu masih saja menatapnya dengan mulut menganga. "jadi, yang menjadi asisten Dimas selam tiga tahun ini kamu Dek? Bagaimana bisa?!" serunya begitu kaget.
Kezia tertawa. "Nggak usah terkejut gitu ih! Yang kayak adek orang lain aja di mata Abang!" ucapnya masih dengan tertawa karena melihat Keanu yang kini masih menganga melihatnya.
Bukan apa Keanu sampai terkejut seperti itu. Ia yang selama ini bekerja di rumah sakit tempat sekarang ia bekerja Dimas merupakan Dokter bedah sekaligus pemimpin dirumah sakit itu.
Keanu pernah mendengar jika Dimas memiliki asisten dan tangan kanan seorang wanita. Yang Keanu tidak sangkanya Kezia lah orangnya. Asisten Dimas. Adik bungsunya.
Secara selama ini tidak pernah sekalipun Dimas menunjukkan yang mana asisten nya itu dan juga tangan kanan nya pada seluruh dokter rumah sakit.
Karena pada saat itu ada tiga orang dokter dan dua orang perawat juga yang ikut serta bersama Dimas saat melakukan operasi.
Keanu shock. Sampai- sampai tangannya gemetar memgang stir kemudi. Kezia tertawa saja.
Karena waktu yang terus berjalan, akhirnya Kezia meminta Keanu turun dan ia yang akan menyetir. Keanu yang masih terkejut itu pun patuh dengan ucapan Kezia.
__ADS_1
Tetapi, lagi dan lagi Keanu menganga melihat Kezia yang bisa membawa mobil dan sangat lihai dalam menyalip karena waktu masuk mereka sebentar lagi.
Yang ia tau, jika Kezia selama ini tidaklah bisa membawa mobil. Hanya motor saja adik bungsunya itu bisa.
Tapi ini?
Keanu sampai jantungan melihat wajah Kezia yang tiba-tiba saja terlihat begitu mirip dengan Dimas jika sedang serius seperti itu. Ia sudah bisa menebaknya.
Jika Kezia bisa bawa monil pasyilah karena Dimas. Calon suaminya.
Keanu berulang kali menghela nafasnya. Perjalanan yang mereka tempuh cukup dengan lima belas menit saja sedangkan perjalanan itu seharusnya tiga puluh lima menit.
Lagi dan lagi Keanu terkejut bukan main. Hari ini ia mendapatkan serangan shock dadakan dua kali dari adiknya sendiri.
Mereka turun dari mobil setelah Kezia memarkirkan mobil miliknya dengn tepat di parkiran khusus mobil.
Jantung Keanu berdegup kencang. Ia melirik Kezia yang kini sudah menggunakan masker bedahnya dan juga snelli putihnya. Lagi dan lagi Keanu tertegun melihat itu.
"Ayo Bang! Adek harus keruangan Bang Dimas dulu sebelum melakukan operasi!" katanya pada Keanu yang kini masih terduduk karena shock sedangkan Kezia sudah turun duluan menuju keruangan Dimas.
__ADS_1
Ke ruangan Direktur Dimas Anggara. Papan nama yang terletak di depan pintu kaca yang putih dan buram itu.
Semua yang melihat Kezia datang menyapanya dan menundukkan kepal sedikit tanda hormat jika Kezia merupakan asisten Dimas yang hari ini akan melakuakn operasi. Dan dirinyalah yang menjadi pemimpin saat operasi.