Janda Kembang Season 3 ( Menikah Karena Wasiat )

Janda Kembang Season 3 ( Menikah Karena Wasiat )
Calon Istri


__ADS_3

Setelah Kezia berlalu, kini tinggallah beberapa orang lagi di depan pintu ruangan operasi itu. Mereka semuanya tertegun dan termenung dengan ucapan Kezia.


Sementara Kezia sudah kembali keruangan nya. Ia menghela nafas panjang. Akri yang ikut masuk bersama salah satu perawat lainnya terkekeh kecil.


"Sabarlah Nyonya bos.. Itu masih sedikit. Belum seberapa. Biasanya direktur lebih pusing dari pada ini." ucapnya membuat Kezia menghela nafas lagi.!


"Segera umumkan rapat siang ini Akri! Kita harus bergerak cepat selagi belum banyak orang yang akan memeperkeruh suasana dengan mulut berbisa mereka itu!" Ketus Kezia begitu kesal.


Akri terkekeh lagi. "Baik, akan segera saya laksanakan. Anda istirahat saja dulu sejenak. Kami permisi,"


"Hem," sahut Kezia dengan mata terpejam.


Klik!


Pintu ruangan itu terkunci saat Kezia menyentuh salah satu pulpen yang ada di dalam kotak pulpen itu.


Ia pun langsung masuk keruang pribadi Dimas dan mulai merebahkan diri disana. Sebelumnya ia memasangkan Alaram agar ia tepat waktu.


Cukup tiga puluh menit sebelum acara itu di mulai. Pintu ruangan direktur di ketuk dari luar, membut Kezia yang sednag terlelap terkejut.

__ADS_1


Kezia mengerjab. "Jam berapa ini?" gumamnya


Ia bangkit dan duduk, ia mengambil ponsel dan melihat jam. "Hem.. Pantas saja. Masih kurang lima menit lagi sih. Dasar, Akri!" gerutunya dengan segera menuju ke kemar mandi dan mencuci muka.


Kemudian ia segera menuju ke pintu ruangan direktur itu dan membukanya melalui pulpen yang terletak di atas meja direktur Dimas.


Klik!


Pintu terbuka, Akri pun segera masuk. "Maaf Nyonya Bos, saya mengganggu. Sudah waktunya untuk anda ke aula. Semuanya sedang menunggu anda saat ini," ucap Akri dan diangguki oleh Kezia yang kini sedang membereskan berkas yang berserakan di meja Dimas yang sekarang akan menjadi tugasnya.


"Ayo!" katanya dengan segera berlalu dan di ikuti Akri di belakang nya saat ini.


Setelah Kezia keluar, ruangan itu terkunci otomatis karena Kezia yang melakukannya dengan cara menggeser pulpen itu tadi sebelum ia keluar dari sana.


Mereka berdua pun segera masuk keruang aula. Tak lupa Akri sudah menyalakan sebuah layar proyektor disana seperti permintaan Kezia tadi.


"Baik, akan kita mulai! Tapi sebelum itu. Ada yang ingin disampaikan oleh Direktur kita, Direktur Dimas Anggara. Silahkan Tuan Dimas. Kameranya sudah nyala!" kata Akri pada Dimas yang kini sudah terhubung dengan mereka sedari tadi.


Dimas tersenyum dan melihat keseluruh ruangan dimana ada Kezia dan juga seluruh bawahannya sedang menunggu dengan harap-harap cemas.

__ADS_1


"Baik, Kita mulai! Saya tidak perlu banyak berbicara. Cukup satu kalimat panjang yang saya ucapkan dan akan tetap seperti itu sampai saya kembali. Dengarkan baik-baik!" Ucap Dimas membuka suaranya.


Semuanya hening. Mereka sedang menunggu direktur mereka untuk berbicara.


"Saya sudah mengambil keputusan bahwa saya untuk sementara ini tidak bisa ada di rumah sakit Jaya Medika selama setahun ke depan karena saya sedang berada di Jakarta. Untuk mengurusi empat rumah sakit milik saya yang lainnya. Dan untuk itu, selama kepergian saya satu tahun ini, saya sudah menyerahkan tampuk kepemimpinan saya kepaada asisten saya sekaligus calon istri saya yaitu Kezia Putrii Ar Reza! Dialah yang akan menggantikan saya selama saya tidak ada disana."


"Saya harap kalian bisa bekerja sama dengan beliau. Kezia. Merupakan asisten sekaligus wakil direktur di rumah sakit Jaya Medika selama tiga tahun belakangan. Dari pertama ia masuk kerumah sakit itu saya sudah mengikatnya dengan pekerjaan ini. Kenapa saya memilih Kezia? Karena saya yakin Kezia mampu dan bisa memimpin rumah sakit ini selama saya pergi. Dan sudah terbukti bukan?"


"Sebulan yang lalu saya sengaja mengujinya dengan kelayakan untuk menjadi wakil saya dengan cara saya pergi ke tempat lain tetapi semua pekerjaan saya, saya limpahkan kepada Kezia. Dan apa Yang terjadi? Kezia berhasil. Seorang calon dokter sekaligus calon istri saya itu bisa mengendalikan rumah sakit ini tanpa saya!"


"Untuk itu, selagi saya belum kembali. Kalian semua harus mengikuti apapun yang di perintahkannya sama seperti kalian mematuhi saya! Saya tegaskan sekali lagi. KEZIA YANG AKAN MENGGANTIKAN SAYA SELAMA SAYA DI JAKARTA. KEZIA MERUPAKAN ASISTEN, WAKIL DIREKTUR SEKALIGUS CALON ISTRI SAYA. Saya akan menikah dengannya setelah tugas saya selesai di Jakarta dan juga dirinya sudah lulus menjadi seorang Dokter."


"Saya dan Kezia sudah ditunangkan sejak kami masih dalam kandungan. Jadi jangan ada yang saya dengar jika kalian nanti nya menghina calon istri saya. Itu sama saja dengan kalian menghina saya! Cukup sekian. Saya harus kembali bekerja. Dan mulai sekarang, Kezia lah yang akan menggantikan saya sebagai Direktur disana." Ucap dimas dengan lantang dan begitu menggelegar di ruangan aula itu.


Semuanya terkejut dan shock menyadari jika Kezia yang sering mereka rendahkan itu ternyata tunangan Direktur mereka.


Sementara Kezia tetap sama seperti tadi. Berwajaha datar dan dingin saat menatap seluruh perawat dan Dokter disana.


Akri tersenyum. "Anda sangat mirip dengan Tuan Dimas, nyonya Kezia. Tidak salah jika beliau memilih anda menjadi wakil, asisten sekaligus calon istrinya. Karena beliau tau, jika anda layak dan pantas untuk menduduki kursi direktur dan juga seorang wamita yang sangat pantas untuk mendampingi Direktur nantinya. Semoga kalian berbahagia Tuan direktur dan juga nyonya direktur. Doa tulus dari saya seorang perawat yang selama iini mengabdikan hidup untuk rumah sakit ini." Gumam Akri dalam hati.

__ADS_1


Setelah rapat itu selsai, Kezia dan Akri segera keluar dari ruanagn itu meninggalkan seluruh dokter dan perawat yang tertegun karena Kezia lah yang akan menggantikan Dimas selagi dimas tidak di tempat.


Dan yang semakin membuat mereka shock ialah jika Kezia merupakan calon istri Direktur mereka sendiri.


__ADS_2