Janda Kembang Season 3 ( Menikah Karena Wasiat )

Janda Kembang Season 3 ( Menikah Karena Wasiat )
Tidak salah pilih


__ADS_3

Kenan keluar setelah mengatakan hal itu kepada mereka bertiga yang membuat Dimas semakin yakin dan semakin bersemangat menuliskan nama itu di kertas putih yang bersebelahan dengan namanya.


Kedua orang tua itu terkejut melihat sikap Dimas yang sangat percaya kepada calon abang iparnya itu.


Padahal tampuk kepemimpinan itu tidak sembarangn orang bisa mendudukinya. Ini malah akan diberikan kepada Kenan. Pemuda yang merupakan calon abang ipa Dimas kelak. Masih satu tahun lagi.


Dimas langsung saja menuliskan nama Kenan Putra Ar Raza sebagai wakil direktur dirumah sakit Jaya Kususma.


Pak Hartono dan Papa Rian semakin keheranan melihat tingkah Dimas yang menurut mereka memutuskan tanpa bertanya dan meneliti dulu orang itu seperti apa.


"Tunggu dulu, Nak. Apa maksudmu dengan memberikan posisi itu kepada orang lain. Seharusnya kamu harus mencari tau dulu tentangnya. Jangan asal menulis nama yang akan menyebabkan penyesalan di kemudian hari," peringat Papa Rian pada putra semata wayang nya itu.


Dimas tersenyum. "Papa dan Pak Hartono tenang saja. Sebelum aku memilihnya, aku sudah bertanya kepada Kezia tentang hal ini. Dan benar seperti yang Kezia katakan padaku.Jika memang Kenan haus dengan tampuk kepemimpinan, pastilah tidak akan menolaknya dengan tegas bahkan hingga dua kali ia menolaknya."

__ADS_1


"Coba kalian pikirkan. Apakah ada orang yang mau menolak keberuntungan yang sedang berpihak padanya dalam rangka mengangkat nama dan gelarnya semakin terpandang?"


Kedua orang itu terdiam. Benar. Jika orang lain, pastilah dengan cepat menerima keputusan Dimas itu.


"Tapi.. Bisa saja kan dia bermuka dua? Di depan kamu ia menolaknya. Karena ingin melihat sejauh mana kamu memaksanya untuk duduk di kursi wakil direktur itu. Jangan terlalu percaya dengan orang lain, Nak. Semua ini milikmu dan juga warisan Mama mu. Bapak hanya takut, kalau kamu salah pilih orang," jelasnya pada Dimas karena itulah yang menjadi ke khawatiran nya saat ini.


Dimas tersenyum lagi. "Anda tenang saja Pak Hartono. JIka Kenan sangat pintar dalam materi nya, pastilah ia pun pintar dalam menjaga tampuk kepemimpinan di rumah sakit ini nantinya. Saya tidak akan salah pilih Pak Hartono tentang nya. Jauh sebelum saya menunjuknya, saya sudah mencari tau dulu tentang dirinya. Saya pun bisa meilhat nya, Pak. Saya tau semua tentang tampuk kepemimpinan ini. Karena saya juga salah satu direktur rumah sakit saya sendiri yang di bangun oleh Papa sejak delapan tahun yang lalu." Ujar Dimas yang membuat Pak Hartono semakin terkejut sekligus takjub kepada putra dari almarhum Ibu Diana ini.


Sifat tegas dan lembutnya sangat terlihat pada Dimas saat ini. Ia menjadi yakin, pastilah Dimas punya cara dan jalan sendiri kenapa ia memilih Kenan yang menjadi wakil nya di empat rumah sakit miliknya.


Makanya hibgga sekarang, ruamh sakit mereka yang ada di Bandung semakin maju di bawah ke pemimpinan Dimas selam delapan tahun ini.


Semenjak ia mengalami kecelakan, Papa Rian sudah terlebih dahulu menyerahkan tampuk kekuasaannya kepada Dimas.

__ADS_1


"Kita ikuti saja apa keputusannya, Pak Hartono. Saya yakin, Dimas pasti tau yang terbaik untuk ke empat rumah sakit miliknya warisan dari Mama nya. Saya percaya padanya." Ucap Papa Rian pada Pak Hartono yang membuat Pria paruh baya orang kepercayaan almarhumah Mama nya itu mengangguk setuju.


"Hah. Aku harus lebih kuat lagi berusaha untuk membujuk Bnag Kenan kalau seperti ini caranya!" seloroh Dimas.


Kedua paru baya itu tertawa. "Kenan itu masih sangat muda. Tetapi ia sudah memiliki bakat dan juag otak yang cerdas. Jika saya lihat, lebih muda an dia ketimbang kamu. Apa itu benar?" tanya Pak Hartono dan disambut kekekehan kecil di bibir tpis nya.


"Anda Benar Pak Hartono! Umur Kenan masihlah sangat muda. Saya seumuran dengan sahabat saya. Yaitu Rayyan Putra Bhaskara. Kami hanya beda bulan saja. Rayyan lahirnya di bulan agustus sedang aku lahirnya di bulan Oktober. Sementara dengan Kenan kami terpaut usia tiga tahun, pak!" ujar Dimas membuat Pak Hartono mengangguk setuju.


"Ya sudah, kalau begitu. Selamat bergabung dan menjadi pemimpin baru di rumah sakit ini. Dan juga.. Selamat bersibuk ria mengurus empat rumah sakit sekaligus seperti saya ini. Ck. Sampai keriting jari saya dan juga putih rambut saya. Baru lah saya bisa tidur dengan tenang!" seloroh Pak Hartono dan disambut gelak twa olah Dimas dan Papa Rian.


"Mari, akan saya bawa Anda ke rumah sakit yang lainnya. Karena setelah ini, saya benar-benar akan istirahat total!" selorohnya lagi.


Dimas terkekeh, "Tentu. Mari Pak. Papa." Katanya kepada dua paruh baya yang seumuran tapi beda sedikit saja itu.

__ADS_1


Hari itu juga Dimas mengunjungi tiga rumah sakit yang lainnya untuk memperkenalkan diri nya sebagai pemimpin yang baru.


Untuk wakilnya, nanti malam. Dimas akan mengunjungi Kenan untuk membicarakan hal ini.


__ADS_2