Janda Kembang Season 3 ( Menikah Karena Wasiat )

Janda Kembang Season 3 ( Menikah Karena Wasiat )
Hari kelulusan


__ADS_3

Sembilan bulan berlalu.


Hari ini merupakan hari kelulusan untuk Kezia. Seluruh saudaranya sudah berkumpul di sebuah hotel yang sengaja di pilih untuk acara itu.


Kezia sudah bersiap dan sangat terlihat cantik dimata seseorang.


Ingin sekali ia menemui sang pujaan hati jika ia tidak mengingat tentang rencananya. Ia akan hadir disana sebagai direktur rumah sakit Jaya Medika.


Tetapi tidak akan bertemu dengan nya nanti. Ia akan lihat. Apakah tunangannya itu akan marah padanya dan memilih pulang ke Medan saat itu juga?


Atau memilih ingin melabrak dirinya. Karena nantinya ia akan didampingi oleh seorang dokter yang berprofesi sama dengan nya nanti. Yaitu dokter bedah.


Mengingat itu Dimas terkekeh kecil. Geli sekali hatinya saat Rayyan. Sahabat sekaligus saudara baginya itu memberikan ide yang sangat konyol demi melihat perubahan pada wajah sang kekasih hari.


Ck. Dasar Rayyan! Ia pun ingin membuat Dimas sama sepertinya. Ingin mengerjai calon istrinya terlebih dahulu.


Dimas terus saja terkekeh saat seorang dokter yang akan mendampinginya di podium sana memanggilnya.


Ia tersenyum dan mengangguk. Begitu pun dengan dokter wanita muda sebaya Cinta istri Rayyan itu.


Mereka berjalan beriringan hingga seluruh mata menatap padanya tak terkecuali Kezia. Ia yang tadinya begitu senang karena ingin menemui Dimas, kini malah mendadak datar tanpa ekspresi.


Dimas sempat melirik tunangannya itu. Benar. Kezia mendadak berubah. Dimas tertawa dalam hati.

__ADS_1


Ingin sekali ia tertawa disana. Tetapi itu tidak mungkin. Wajah itu mendadak datar dan begitu serius saat melihat semuanya sudah berkumpul.


Acara pun dimulai.


Sedikit pembukaan. Dilanjutkan dengan kata sambutan dari Dimas dan terakhir acara penyerahan dan pemberian gelar dokter kepada seluruh mahasiswa kedokteran yang selama ini mengikuti hingga tiga tahun lebih.


Satu persatu nama dipanggil sesuai dengan abjad nama mereka semua.


Semua mahasiswa kedokteran bersuka cita. Tetapi tidak dengan satu orang gadis yang kini menatap dingin pada mereka semua.


Dimas ingin tertawa keras melihat wajah Kezia yang semakin dingin saja saat melihat rekan yang bersamanya itu semakin dekat dengan Dimas.


"Hahaha.. Maaf sayang.. Ini semua bukan rencana Abang. Tetapi bang Rayyan! Tetapi beneran loh. Kamu itu langsung saja berubah saat melihat rekan Abang ini? Hem.. Abang yakin, setelah ini kamu pasti akan lebih memilih pulang ke Medan daripada ingin menemui Abang. Maaf sayangku.. Inilah rencana Abang yang sebenarnya! Hahaha.. Maaf sayang.." Batin Dimas sesekali melirik Kezia yang kini sedang menatapnya dengan datar.


Kezia yang terbiasa dengan senyum indahnya kini terlihat begitu lain di mata para dokter rumah sakit Dimas ini.


Wajahnya itu begitu datar saat ini. Semuanya serasa mencekam saat kedua orang itu saling berhadapan dengan wajah dinginnya.


Sang Direktur dan wakil direktur sedang saling berhadapan dengan wajah datarnya. Tak ada senyuman sedikitpun di wajah keduanya.


Dingin dan datar.


Itulah yang saat ini terjadi kepada kedua orang itu. Mereka semua merasa heran. Ada apa dengan kedua orang hebat dirumah sakit itu.

__ADS_1


Mereka berdua seperti sedang perang dingin. Tidak ada yang bertegur sapa ataupun berbicara seperti dulunya.


Dimas memasangkan toga di keppal kezia yang terrtutu hijab dengan amta terus menatp Kezia yang kini berwajah datar dan dingin padanya.


Sayang...


Apa?!


Dimas tersentak. Kezia menatap tajam padanya.


Kamu dengar Abang?


Nggak!


Ketus Kezia sangat kesal kepada Dimas yang saat ini ingin sekali tertawa melihatnya. Tidak ingin ada yang curiga, Dimas segera memberikan penghargaan dan gelar dokter nya kepada Kezia.


Tetapi ia tidak di izinkan turun sebelum mengucapkan sepatah dua kata perwakilan dari seluruh mahasiswa disana.


Diantara banyaknya mahasiswa, Kezia lah yang mendapat IPK tertinggi.


Dan Dimas bangga akan hal itu. Ia bangga kepada calon istrinya karena bisa membawa rumah sakit miliknya ke kancah internasioanl karena ide-ide dari Kezia.


Ingin sekali abang memelukmu, Dek! Tapi sayang, belum halal! hadeeuuhh,...

__ADS_1


__ADS_2