Janda Kembang Season 3 ( Menikah Karena Wasiat )

Janda Kembang Season 3 ( Menikah Karena Wasiat )
Henna


__ADS_3

Malam harinya.


Malam ini Kezia sedang dihiasi henna di tangannya. Besok pagi merupakan hari pernikahannya dengan pemuda lain.


Itu menurutnya.


Wajah itu datar tanpa ekspresi. Bella yang merekam pelaksanaan henna Kezia pun sedikit kesal kepada adik iparnya itu.


"Senyum dek, senyum! Ini wajah cantik kok kayak nenek peyot sih?" kesal Bella dengan bibir mengerucut.


Kenan tertawa. Dengan segera ia memeluk tubuh chubby itu karena gemas. "Ngamar yuk?" bisiknya di telinga Bella


Plak!


"Bentar lagi," balas Bella tapi terkikik geli saat melihat wajah Kenan yang kini menjadi kesal karena ulahnya itu.


Tetapi setelah itu ia tersenyum manis sat tadi mendengar bisiskn Bella yang artinya malam ini mereka akn berselancar lagi menuju puncak nirwana.


Kezia tersenyukm kecut saat melihat kemesraan Abang dan Kakak iparnya itu. Khayalannya terlalu tinggi menginginakn Dimas yang menjadi suaminya dan mereka juga bisa bermesraan seperti itu.


Namun, apa kenyataan nya?


Dimas malah memilih wanita lain dan ia pun akan dinikahkan dengn sosok yang ia tidak tau sama sekali.

__ADS_1


Demi menujuukkan rasa sakit hati ini kepada dimas, Kezia terpaksa menerima lamaran dari pemuda yang tidak ia kenal sama sekali.


Ia semakin panas saat melihat Kenan diam-diam memaguut lembut putik ranum kakak iparnya. Membuatnay semakin terbakar jadinya.


Tapi ia tidak bisa berbuat apapun saat ini. Semuanya sudah terlanjur terjadi. Ia lebih memejamkan keduanya matanya berharap besok bisa ada keajaiban dan Dimas lah yang akan menikahinya.


Melihat Kezia yang sudah terlelap, Bella dan Kenan pun segera keluar. Mereka sengaja untuk memancing emosi Kezia agar gadis itu akan bertambah marah dengan calon nya besok pagi.


Ck. Dasar saudara kurang asem!


Ke esokan paginya.


Sedari jam empat pagi Kezia sudah bangun. Ia mandi dan membersihkan seluruh hennanya yang sudah mengering itu.


Kezia tertegun sejenak saat menyadari jika warna itu sangat merah dan hampir kehitaman.


Kezia sempat merajutk kala itu. Tetapi Annisa berhasil membujuknya. Dengan mengatakan,


"Jika suatu saat kau menikah dan henna kamu sama seperti warna henna punya Kakak, maka ingatlah ini. Henna yang terukir di tangan kitayang dibawa langsung dari rumah mertua kita, pertanda. Jika calon suami mu sangat mencintai dirimu. Dan jika warna itu begtu merah hingga kehitaman, pertanda kalian berdua saling mencintai satu sama lainnya. Bahkan calon suami kamu sangat mencintai kamu." Kata Annisa pada saat itu.


"Emang iya Kak? Hiks.."


"Iya dong! Jika kamu menikah nanti dan kamu melihat henna ditangan kamu berwarna merah kehitaman, maka ingatlah pesan Kakak ini. Paham?"

__ADS_1


"Hiks.. Iya Kak," jawab Kezia kecil.


"Pinter!" balas Annisa waktu itu.


Kezia tersenyum kecut lagi. "Apa mungkin Bang Dimas sangat mencintaiku?? Hah. Itu tidak akan terjadi. Lebih baik aku mandi dan bersia untuk melaksanakansholat tahajud dan sholat yang akan tiba sebentar lagi." Gumam Kezia dengan segera ia masuk ke kamar mandi dan memulai ritualnya.


Lima belas menit cukup untuknya mandi dan bersiap-siap.


Ia pun mulai melaksanakan sholat tahajud dan duduk bertafakkur sebentar sambil menunggu waktu subuh.


Sedangkan ditempat Dimas saat ini berada, ia sedang menghafal ijab qabul yang akan terjadi sebentar lagi di mesjid kediaman rumah Kezia.


Untuk resepsi akan mereka laksanakan di hotel milik Papa Reza yang saat ini sudah rampung 100%.


Dimas sekali salah melafalkan kalimat itu lantaran begitu gugup. Dan itu pun sangat membuat seluruh keluarga nya mengejek Dimas habis-habisan.


Mereka mengatakan, jika Direktur pemilik lima rumah sakit ngucapin ijab aja nggak bisa. Semuanya menertawakan Dimas.


Tetapi Dimas tidak peduli. Ia tetap melafal kalimat itu sampai benar-benar fasih. Papa Rian bangga kepada putra tunggalnya itu.


Setelah kepergian Mama Diana, beliau tidk ingin menikah lagi dengan siapa pun. Karena tidak ingin menghianati cinta nya yang sudah pergi meninggalkannya lebih dulu.


Mereka berdua sangat merindukan nya. Disaat hari bahagia Dimas, sang Mama tidak bisa mendampinginya.

__ADS_1


Tetapi ia tetap sabar. Karena semua ini memang sudah menjadi goresan takdir untuknya dan sang Papa.


Mereka harus terus hidup dan berbahagia dengan pernikahan pertama dan terakhir untuk Dimas.


__ADS_2