
Setelah rapat itu diadakan, semuanya kini tunduk dan patuh kepada Kezia. Mereka sangat menghormati Kezia sama seperti Dimas.
Semua perawat dan dokter yang berpapasan dengan Kezia di dalam rumah sakit itu sering menyapanya.
Terutama dokter Anastesi itu. Walau ia tidak percaya dengan ucapan Dimas waktu itu yang menurutnya hanya akal-akalan saja, ia tetap menghormati Kezia sama seperti Dimas.
Karena dia tidak ipunya pilihan lain saat ini.
Dan Dimas juga bersama Kenan ia mengurusi empat rumah sakit miliknya. Ada sesuatu yang baru Dimas tau tentang calon Abang iparnya itu.
Ternyata Kenan sudah menikah. Dan istrinya pun juga seorang dokter yang sebentar lagi akan datang ke Jakarta untuk melanjutkan spesialisnya ternyata rumah sakit Dimas lah tempat nya.
Kezia pun sudah tau akan hal itu. Karena Papa Reza dan Mama Rani sudah mengatakannya.
__ADS_1
Dua bulan sudah berlalu. Hari ini merupakan hari pernikahan Rayyan dengan Cinta. Gadis yang ternyata begitu mirip dengan almarhumah Zahra dan juga merupakan sepupu Rayyan sendirii dari sebelah Mama nya. Mama Vita. Mantan istri pertama Papi Gilang.
Diimas akan berangkat ke hotel mliik Ppai gilang bersama dengan Kezia. Setelah dua bulan berpisah sementara, hari ini Dimas dan Kenan menyempatkan waktu mereka berdua untuk menghadiri pesta pernikahan sahabat dan juga saudara bagi Dimas.
Sedang untuk Kezia, Rayyan merupakan mantan Abang iparnya suami Almarhumah Zahra.
"Sudah siap sayang?" tanya Dimas pada Kezia yang kini baru saja keluar dari kamar di rumahnya Keanu. Keanu sudah terlebih dahulu pergi bersama kedua orang tua mereka.
Ia tersenyum, "Sudah. Tak apa kan ya Bang? Adek memakai baju gamis tapi diluar nya ada kebaya?"
"Ya sudah, ayo kita berangkat! Bang Kenan ngak ikut sama kita Bang?"
Dimas menggeleng sambil tangan terus bergerak memasang kunci di mobil untuk ia nyalakan. "Bang Kenan pergi sendiri menggunakan motornya. Mungkin udah di jalan saat ini. Tadi saat kamu bersiap, bang Kenan udah kasi tau Abang,"
__ADS_1
"Ho.. Oke deh. Adek udah nggak sabar ingin lihat wajah Kakak ipar yang katanya mirip sekali dengan alamarhumah Kak Zahra."
"Tentu, Abang pun cukup penasaran dengan ini." balas Dimas dengan segera mobil itu melaju membelah jalan kota Bandung yang begitu asri untuk menuju hotel milik Papi Gilang yang saat ini sedang diadakan acara pernikahan kedua putra sulungnya.
Cukup empat puluh lima menit, kini mereka sudah tiba di otel yang sudah sangat ramai dengan tamu yang ingin menghadiri resepsi pernikahan sang Direktur utama di hotel yang saat ini ia adakan acara nya.
Dimas dan Kezia segera turun. Karena mereka tamu yang sedang di tunggu karena perintah Rayyan.
Dengan segera pihak security segera membawa dimas dan Kezia masuk melalui pintu samping hotel karena salah satu dari security itu sangat mengenal Dimas yang merupakan sahabat Rayyan.
Tiba di dalam sana, ternyata Rayyan baru saja selesai mengucapkan ijab Qobul atas nama Cinta Azlan dharmawan yang begitu terdengar jelas melaui pengeras suara yang sengaja di nyalakan di dalam ruangan itu.
"Yah, sayang. Kita terlambat deh?" ucap Dimas pada kezia.
__ADS_1
Kezia terkekeh, "Tak apa Bang. Baru dimulai lohh.. lihat aja Mami dan Papi baru duduk. Kak Cinta pun belum keluar bukan?" balas Kezia dengan segera menarik lengan Dimas dimana Mama Rani dan Papa Reza sudah terlebih dahulu berada disana.