
Saat ini di kediaman Kezia sudah sangat ramai dengan para keluarga yang sedang menunggu Kezia bersiap.
Kezia sudah hampir siap dirias. Seluruh Aksesoris sudah terpasang lengkap di seluruh tubuhnya.
Dengan kebaya putih bersih, hijab putih bersih. Dan juga riasan kepalanya yang begitu banyak, membuat Kezia seperti ratu sehari saat ini.
Sedangkan untuk Dimas ia pun sudah bersiap saat ini. Ia sekarang sudah berada di mesjid di komplek perumahan Kezia.
Komplek perumahan Griya M.
Dimas sangat deg degan saat ini. Keringat dingin keluar dari dahinya yang sudah tertutup peci putih senada dengan bajunya.
Ia menghela nafasnya.
Pukul delapan pagi, Pka Penghulu pun sudah datang. Begitu pun dengan seluruh keluarga Kezia.
Kezia langsung saja dibawa masuk keruangan lain. Kezia akan dibawa masuk setelah acar ijab selesai. Dan disanalah ia bisa melihat suaminya yang ia terima secara paksa.
Kezia tersenyum kecut lag mengingat itu.
Acara pun segera dimulai.
Sang moderator mulai membacakan satu persatu susunan acara pernikahan itu yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an yang dibacakan langsung oleh Zidan, Abang sulung Kezia.
__ADS_1
Kemudian kata sambutan dari pemilik acara, yaitu Papa reza, disusul Pak lurah dan terakhir dari Pak Penghulu.
"Saudara Dimas Anggara barathayudha ya?"
"Benar!" sahut seluruh keluarga dengan kompak.
"Sudah dihafalkan kalimat ijab nya Nak Dimas? Jika belum, saya tidak bisa menikahkan Anda. Takut saya. Saya pula yang diminta menjadi penggantinay nanti. Atau anda akan menikah dengan saya pula! Nggak mau saya! Masa pedang sama pedang sih? Nggak cocok atuh. Yang cocock itu mah pedang dengan sarungnya!" kelakar Pak penghulu dan disambut tawa oleh seluruh para undangan yang ikut menghadiri acara sakaral Dimas dan Kezia itu.
Dimas terkekeh. "saya sudh hafal Pak Penghulu sedari kemarin malahan!" balasnya dengan berkelakar juga.
Lagi, seluruh ruangan di dalam mesjid itu kini riuh dengan suara gelak tawa semua orang.
"wooaahh.. Berarti pengantin Prianya ini sudah tidak sabar ya untuk mencoblos sarungnya?" kelakar Pak Penghulu lagi.
Mereka semua tertawa.
Buahahaha..
Dimas pun ikut tertawa. Sengaja untuk mengurai keegangan di wajah sang pengantin Pria.
(ini beneran kejadian ya di tempat othor tuh ya, mempelai prianya malah menikahkan dirinya dengn Pak penghulunya🤣🤣🤣 sontak saja para undangan tertawa semau karena ulah si pengantin Pria ini.)
"Mari Pak Reza sebagai wali dari Kezia berjabat tangan dengan calon menantu anda sebentar lagi!" katanya pada Papa Reza.
__ADS_1
Dimas mengangguk. dan ia pun segera berjabat tangan dengan Papa Reza.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, dengan mengucap puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Ananda Dimas Anggara Barathayuda bin Rian Anggara saya Nikahkan dan saya kawinkan Engkau dengan putri kandungku, Kezia Rahmawati Putri Ar Reza binti Ar Reza Rustamsyah dengan mas kawin sebuah rumah sakit di Bandung Jaya Medika dan satu set Perhiasan berlian 28karat serta satu buah mushaf Al Qur'an di bayar tunai!"
"Saya terima Nikah dan Kawinnya Kezia Rahmawati Putri Ar Reza binti Ar Reza Rustamsyah untuk saya, dengan mas kawin sebuah rumah sakit di Bandung Jaya Medika dan Satu set perhiasan berlian serta satu buah mushaf Al Qur'an di bayar tunai!"
Deg!
Deg!
Deg!
Seseorang di balik ruanagn lain kini mematung kala mendengar suara seseorang ynag begitu di kenalnya.
Ia menoleh ke kiri pada mama rani. Beliau mengangguk dan tersenyum. Ia menoleh pada Bella. Kakak iparnya itu pu tersenyum manis padanya.
"Bagimana para saksi? Sah?"
"Sah!"
"Sah!"
"Alhamdulillah.. Barakallahu 'alaikuma baraka 'alaikuma fi khair.." Pka penghulu mmebacakan doa untuk kedua pasangan pengantin baru yang baru saja sah menjadi suami istri itu.
__ADS_1
"Baiklah, untuk penandatanganan dan juga pemasangan mahar, segera panggilkan mempelai wanitanya. Nggak mungkin dong saya yang kesana? Yang ada nanti saya kepincut pula saya. Bisa habis saya saya ayang beb saya dirumah!" kelakar Pak penghulu lagi.
Semuanya tertawa mendengar ucapan Pak penghulu. Salah satu perwakilan bangkit untuk memanggil Kezia.