
Mereka semua yang sudah berada di Bandara setelah melalui perjalanan selama dua jam. Kini sudah tiba di bandara dan akan segera berangkat.
Lima belas menit lagi pesawat mereka akan segera berangkat. Kenan sudah mengirim pesan kepada Dimas jika mereka semua akan segera berangkat.
Sedangkan Dimas menyusul satu jam setelah kepergian mereka.
Rencana makan malam untuk memperingati hari kelulusan Kezia menjadi seorang dokter, tidak jadi terlaksana.
Lantaran ide dari Dimas yang sengaja membuat Kezia kesal kepadanya dan memilih makan di Medan saja.
Makan malam yang sudah disiapkan oleh Dimas untuk seluruh keluarga besarnya.
Maka dari itu ia sengaja membuat Kezia marah kepadanya karena ia ibgin Kezia segera pulang ke Medan hari itu juga.
Dua hari setelahnya mereka berdua akan melakukan akad nikah dan juga resepsi untuk di Medan.
Dua hari setelahnya resepsi di Jakarta yang sudah Dimas siapkan jauh-jauh hari. Mengingat dirinya seorang direktur empat rumah sakit, maka dari itu ia akan mengadakan resepsi di dua tempat.
Pertama di Medan. Dan kedua di Jakarta.
__ADS_1
Pesawat yang ditumpangi Kezia dan keluarganya kini sudah lepas landas. Dimas tersenyum melihat keberangkatan calon istrinya.
Ia kembali ke ruang tunggu dimana Papa Rian sedang berbicara dengan keluarganya yang saat ini sedang berada di perjalanan dan akan menuju ke bandara untuk pulang ke Jakarta.
Dimas yang begitu lelah membaringkan dirinya di sofa ruang tunggu itu. Lambat laun mata itu semakin lama semakin berat saja.
Dimas terlelap hingga dua jam lamanya. Ia terbangun karena Papa Rian mengatakan jika pesawat mereka akan segera berangkat.
Mereka berdua pun bergegas menuju ke pesawat dan akan menuju ke kota Medan. Tempat kelahirang sang istri.
*
*
*
Pukul lima sore waktu Medan, seluruh keluarga besar Papa Rian dan juga Mama Diana sudah tiba di bandara kuala namu Medan.
Dimas dan Papa Rian tidak pulang kerumah yang sudah disiapkan oleh Papa Reza untuk menyambut kedatangan keluarga besar nya.
__ADS_1
Karena mereka berdua sengaja menunggu dan akan pulang bersama sore ini setelah seluruh keluarganya berkumpul.
Dimas tersenyum saat melihat seluruh keluarga besaranya melambaikan tangan sekaligus berlari ingin memeluknya.
Mereka begitu lama terpisah. Terakhir keluarga Dimas pulang ke Jakarta saja saat enam tahun yang lalu.
Saat Dimas mengalami depresi berat karena begitu merasa bersalah atas meninggalnya Zahra dan Rayyan yang terpuruk karena kehilangan istrinya.
"Assalamu'alaikum Bude.. Pakde.. Om, Tante! Serta kakak sepupu dan juga adik sepupuku! Selamat datang dikota Medan! Kota tempat di mana Dimas di besarkan! Hem.. Kangen banget sama kalian semua.." ucap Dimas sambil menyalami satu persatu Bude dan Pakde dari sebelah Papa Rian dan mama Diana.
Papa Rian memiliki tiga saudara. Dua perempuan dan satu laki-laki. Ia anak nomor dua.
Sedangkan mama Diana hanya memiliki dua saudara dan itu pun kembar dan sangat mirip dengan Almarhumah mama Diana yang sudah berpulang ke pangkuan Allah.
"Tentu sayang.. Hem.. Lama nggak ketemu makin cakep aja ye calon manten yang satu ini??" goda Tante Riana saudara kembar Mama Diana.
Dimas tersenyum, "Nggak ah Tante. Abang biasa aja kok. Ayo, kita pulang. Kami sudah seharian menunggu kalian disini. Mana belum makan lagi!" kata Dimas yang disambut tawa oleh seluruh keluarga besar Dimas.
Mereka pun pulang kerumah yang sudah di sediakan oleh papa Reza. Dimas menyewa rental sebanyak lima unit mobil untuk bisa membawa semua keluarga besarnay yang baru saja tiba dari luar negeri itu.
__ADS_1