
"Kok kalian bisa barengan datang kesini?" tanya Tarra memicingkan mata, curiga, ketika mendapati Alan dan Kinan bisa berbarengan datang ke rumahnya.
"Tadi kita gak sengaja ketemu di Sweet Cake and Bakery, kak." jawab Kinan cepat, sebelum kakak dari temannya itu berfikir yang macam-macam.
"Iya, bro. Siapa tau juga nanti suatu saat kita gak sengaja saling jatuh cinta." canda Alan, sembari mengedipkan sebelah matanya pada Kinan.
"Apaan kak Alan ih?!" omel Kinan, membuat Alan cekikikan.
Sedangkan Tarra hanya memutar bola matanya malas mendengar gombalan sang sahabat.
"Eby ada gak, kak? Ini tadi dia nitip macaron krim keju." tanya Kinan cepat sembari menunjukkan paper bag ditangannya sebelum Alan berkata yang macam-macam lagi.
"Astaga, itu anak!! Padahal tadi udah makan jajan banyak loh dia, kok bisa-bisanya dia nitip makanan lagi ke kamu?!" tanya Tarra tak habis pikir dengan kelakuan sang adik.
"Hillih..., lu kayak gak tau adik lu aja. Dia dikasih jajan satu gerobak juga pasti langsung ludes dengan gerobaknya sekalian. Hahaha... " celutuk Alan.
"Lu kira adik gue makhluk apaan coba?! Asal ngejeplak aja lu kalau ngomong!" omel Tarra, membuat tawa Alan makin kencang.
"Aku nitip ama kak Tarra aja yah ini kuenya? Sudah sore, aku gak bisa mampir. Sedang buru-buru juga itu paket kue sudah ditungguin mama karena mau ada acara dirumah." sela Kinan sembari menyodorkan paper bag berisi macaron pesanan Shelby pada Tarra.
"Oh, oke. Thanks yah! Sorry adik gue suka ngrepotin." ucap Tarra sembari menerima paper bag dari Kinan.
"It's oke kak! Gak masalah." jawab Kinan tersenyum manis.
"Ya udah, kak. Aku pamit. Salam aja buat Eby dan tante Diana sama om Arman." pamit Kinan.
"Iya, nanti gue sampein. Sekali lagi terimakasih yah!!" ucap Alan yang diangguki oleh Kinan yang segera berlalu dari tempat itu.
"Bye Kinan..., sampai jumpa lagi..." seru Alan sembari melayangkan kecup jarak jauh menggunakan jarinya, membuat Kinan mempercepat langkahnya.
"Udah woy, temen adik gue itu jangan lu macem-macem in kalau lu gak mau kena oceh si Eby!" sembur Tarra dan segera melangkah masuk kedalam rumahnya.
__ADS_1
"Mak Ipah, tolong ini taruh di dapur yah." ucap Tarra menyerahkan paper bag tadi ke asisten rumah tangganya yang tengah melintas hendak ke dapur.
"Siap den ganteng..." jawab sang asisten paruh baya berbadan subur itu tersenyum sembari menerima pemberian Tarra.
"Terimakasih emak Ipah yang cantiknya melebihi Lisa Black Pink!" ujar Tarra, membuat Alan yang ada di sampingnya langsung tertawa terbahak-bahak.
"Mana ada Lisa badannya subur penuh lemak seperti ini??" ujar Alan sembari menoel lengan emak Ipah.
"Hus..., awas yah mas Alan gak akan emak bikinin minum ama cemilan setiap main kesini?!" ancam emak Ipah dan segera melenggang kearah dapur dengan gaya jalan meniru gaya jalannya super model catwalk.
"Yah mak..., jangan gitu dong! Aku kan cuma becanda, mak..." protes Alan, tetapi si emak sudah menghilang di balik pintu dapur.
"M@mpus lu, pe@k!!" ejek Tarra, dan segera menaiki tangga menuju kamarnya di lantai atas.
"Apes banget sih nasib gue hari ini?!" keluh Alan sembari mendudukkan b0k0ng ya di mini sofa milik Tarra setelah keduanya tiba dikamar Tarra.
"Kenapa?" tanya Tarra sembari mengeluarkan peralatan bermain game yang biasa mereka mainkan kalau sedang kumpul.
"Lagian lu kurang kerjaan amat, segala pintu aja lu cium cium. Dasar jomblo!" ejek Tarra.
"Woy..., pinter ngejek orang kayak yang sendirinya gak jomblo aja!" sembur Alan tak terima di ejek sang teman.
"So what? Gue udah punya gebetan baru tau, sekarang!" ujar Tarra bangga.
"Hhiilliih..., masih gebetan, belum tentu jadi status." gantian Alan mengejek Tarra.
"Yang ini beda tau!"
"Cantik?"
"Cantik dong!"
__ADS_1
"Tinggi?"
"Lumayan."
"Putih?"
"Putih."
"Tengahnya ada kopongnya?"
"Ad..., eh suek banget lu!! Dikira gue dedemit naksirnya ama sundel bolong?!" sembur Tarra ketika menyadari omongan Alan mengarah kemana.
Dilemparnya buku yang ada didekatnya kearah Alan dengan kesal. Sedangkan Alan menghindar sembari tertawa terbahak-bahak.
"Sorry bro... Sorry... Peace... hahaha!!" ujar Alan sembari mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya disela tawanya.
"Lagian lu ada-ada aja. Emang lu nemu dimana tuh cewek?" tanya Alan setelah menghentikan tawanya.
"Di Kopaja"
"Apa?!" tanya Alan takut salah dengan pendengarannya.
"Emmmm... Kopaja." jawab Tarra ragu, yang sontak langsung meledakkan tawa Alan kembali.
"Astaga, bro... Lu patah hati ama Maya sampe segitunya, naksir penghuni Kopaja. Hahaha..." ujar Alan sambil tertawa terbahak-bahak.
"Udah, lu kalau mau ngejek gue mending lu minggat sana!" usir Tarra kesal.
"Hahaha....." tawa Alan tak bisa berhenti membuat hati Tarra semakin dongkol.
...🌿 🌿 🌿...
__ADS_1
Bersambung....