Jangan Katakan Cinta (Buktikan Saja)

Jangan Katakan Cinta (Buktikan Saja)
Biang Masalah


__ADS_3

🐛


🐛


Tarra dan Shelby sampe di sekolah tepat beberapa detik sebelum bel masuk berbunyi. Telat sedikit saja, sudah dapat dipastikan mereka akan berakhir di tempat pesakitan.


"Awwhh....." karena sedang berjalan terburu-buru dan tidak terlalu fokus dengan jalan yang dilaluinya, tak disengaja tiba-tiba Shelby menabrak orang yang ada dihadapannya.


"Ups... sorry kak..., aku gak sengaja." Shelby menangkupkan kedua telapak tangannya di dada, memohon maaf atas ketidak sengajaannya.


"Eh, gila. Lo sengaja banget yah jalan ampe nabrak-nabrak orang segala!!" bentak orang itu pada Shelby.


Shelby menghela nafas kasar, ketika sadar siapa orang yang telah ditabraknya barusan.


Maya, teman seangkatan sang kakak, Tarra. Cewek yang populer di sekolah karena kecantikannya, keseksiannya, dan juga karena ke arogannya. Yang selalu dengan gampang memandang rendah orang yang tidak disukainya.


"Maaf " ucap Shelby.


"Lu kira, dengan kata maaf urusan selesai? Ga segampang itu, bodoh?!" Maya emosi.


"Eh..., tunggu.. Lu adiknya Tarra kan yah?" Maya terlihat teringat sesuatu saat melihat wajah Shelby.


"Pantes aja, adik dan kakak sama-sama bodohnya." sinis Maya.


Shelby tak terima dirinya dan sang kakak dibilang bodoh, tetapi ketika dia hendak mengeluarkan jurus semburan naga untuk membungkam mulut pedas Maya, ekor matanya menangkap sosok guru yang hendak mengajar di kelasnya tengah berjalan menuju arahnya sembari ngobrol dengan seorang guru lainnya.


Shelby menghela nafas perlahan, menyimpan kembali jurus semburan naganya, dan secepat kilat mengeluarkan jurus injakan kaki kuda untuk menginjak kaki Maya dan dilanjut jurus seribu langkah untuk dapat secepatnya mencapai kelas sebelum sang guru melihatnya masih di luar kelas.


"Awwhhhh...., Dasar bego, jangan kabur lu!" teriak Maya sembari mengaduh kesakitan.


"Maya! Kenapa kamu belum masuk kelas?!" samar terdengar di telinga Shelby suara seorang guru menegur Maya.


'Bodo amat. Mampus aja sekalian tuh cewek gila kena hukum pak Ganjar.' batin Shelby sembari menerobos masuk kedalam kelasnya.


🐛


🐛


🐛

__ADS_1


Bunyi bel berdentang, menandakan waktu istirahat tiba. Para siswa berhamburan keluar kelas untuk merehatkan sejenak otak mereka dari rutinitas pertarungan huruf-huruf dan angka-angka yang menjadi aktifitas mereka selama lima hari dalam satu minggu itu.


Shelby dan salah seorang sahabatnya yang bernama Kinan memilih kantin sebagai tempat melepas lelah sekaligus tempat untuk memanjakan cacing diperut yang udah berdemo minta di kasih jatah jajan.


Ditengah kesibukan mereka mengunyah sempol ayam di sambi dengan sesekali menyeruput es Boba yang tadi mereka beli, tiba-tiba mereka dikagetkan dengan kedatangan Maya. Mereka kaget bukan karena Maya memberikan segepok uang seperti acara reality show di layar televisi, tapi karena begitu datang Maya langsung menggebrak meja tempat Shelby dan Kinan, membuat beberapa pengunjung kantin ikut-ikutan melonjak kaget.


Bahkan Shelby yang tengah menyeruput es Boba nya sampai tidak sengaja tersedak boba yang bentuk dan warnanya agak mirip dengan kotoran embek itu.


"Anjmm...., apa-apaan nih kak dateng-dateng main gebrak meja?!" sewot Kinan tak terima.


"Minggir lu!! Gue gak ada urusan sama elu." Maya mendorong Kinan agar sedikit menjauh hingga Kinan tak sengaja tersandung kaki meja dan akhirnya terjatuh ke lantai.


Melihat sang teman mengaduh kesakitan, Shelby langsung bereaksi.


"Kak, bisa nggak lu jangan main kasar? Temen gue nih, anak orang bukan anak kuda!" omel Shelby sembari membantu Kinan bangun dari ketidaknyamanan nya duduk lesehan dilantai kantin yang dingin dan sedikit kotor itu.


Kinan yang tadinya sedikit tersentuh dengan pertolongan Shelby, langsung mendengus ketika mendengar akhir penuturan temannya itu.


"Urusan kita tadi pagi belum selesai yah, jangan main kabur lu!" omel Maya sembari mendorong kasar bahu Shelby.


Shelby menghela nafas. Berurusan dengan Maya itu tak akan bisa mendatangkan keuntungan sedikitpun, yang ada bakal rugi serugi-ruginya.


Shelby yang sedikit cerewet harus berusaha bersikap sabar.


"Elu bukan cuma udah nabrak gue, tapi elu udah nginjak kaki gue ampe jari jempol kaki gue memar. Ditambah elu udah bikin gue kena strap dari pak Ganjar tadi. Jangan harap gue ngelepasin elu!!" bentak Maya emosi.


"Oke... gue minta maaf." ucap Shelby pada akhirnya.


"Gampang amat lu cuma minta maaf!!" seorang teman Maya yang berambut pendek sebahu tak terima.


"Lha, katanya gue salah. Ya udah, gue minta maaf, emang harus minta apaan? Minta duit? Sorry, gue bukan makhluk miskin. Dan lagi gak level banget gue nerima uang dari manusia macam kalian yang cuma bisa bergaya dan seenak jidat menindas orang lain. Tampang boleh menarik, tapi attitude minus." Shelby akhirnya tak bisa terus bersabar.


"Kurang ajar!" Maya yang emosi langsung meraih gelas boba di hadapan Shelby, dan langsung diguyurkan ke arah Shelby, beruntung Shelby cepat mengelak sehingga tumpahan sisa minuman boba nya tidak berhasil mengenainya.


"Eh...., apaan tuh dibelakang kalian?" seru Shelby menunjuk ke arah belakang Maya dan teman-temannya.


Sontak pandangan semua penghuni kantin yang menyaksikan perseteruan antara Shelby dan Maya itu langsung mengikuti arah telunjuk Shelby.


Tetapi ternyata,

__ADS_1


Zonk


Tidak ada apa-apa.


Maya yang kesal karena dipermainkan Shelby langsung mengalihkan pandangannya kembali ke arah tempat Shelby berada, dan berencana hendak mengeluarkan jurus macan ngamuk karena sudah dipermainkan.


Tetapi lagi-lagi,


Zonk.


Tidak ada Shelby.


Rupanya itu adalah tipu daya Shelby. Ketika semua perhatian semua orang termasuk Maya and the gank teralihkan, Shelby langsung menarik lengan Kinan dan mengajaknya kabur keluar kantin.


"SHELBYYYYYY........." teriak Maya kencang, mengeluarkan emosi yang sedari tadi bercokol dihatinya.


"Ada apa ini ribut-ribut?" sebuah suara bariton tiba-tiba muncul dari arah belakang tubuh Maya.


Deg.


Maya tahu betul itu suara siapa. Maya berusaha menelan Saliva nya susah payah. Dengan perlahan Maya memutar tubuhnya. Mengalihkan pandangannya ke arah pemilik suara.


"Eh...., ada pak Ganjar. Hehehe.... Selamat siang pak... " sapa Maya sambil nyengir kuda pada seorang guru yang tengah memasang wajah dingin yang berdiri di hadapannya.


"Aduh, maaf pak Ganjar, permisi. Saya tadi lupa jajan cilok belum bayar." sambung Maya dan secepat kilat dia langsung ngibrit dari hadapan sang guru di ikuti teman-temannya.


Di lain tempat Shelby dan Kinan tengah tertawa terbahak-bahak sembari ngos-ngosan. Menertawakan aksi konyolnya membodohi Maya and the gank di kantin.


"Gila lu, By. Udah tau si Maya modelan macan ngamuk gitu, elu malah sengaja cari perkara ama dia. Yakin gue, tuh anak gak bakal gampang nglepasin kita." ucap Kinan sembari mencoba mengatur nafasnya.


"Emang gila tuh anak. Gue cuma gak sengaja nabrak dia tadi pagi dan gue udah minta maaf, eh malah dipanjang-panjangin kek gini masalahnya." jawab Shelby kesal.


"Masalah apa?" sebuah suara tiba-tiba menginterupsi obrolan mereka.


'Oh my God' batin Shelby.


🐛


🐛

__ADS_1


🐛


🐛


__ADS_2