Jangan Katakan Cinta (Buktikan Saja)

Jangan Katakan Cinta (Buktikan Saja)
Make Peace


__ADS_3

Bughh!!


Tarra meletakkan dua kantong besar berisi jajan dan cemilan keatas meja di samping Shelby.


Shelby yang tengah rebahan di atas sofa di depan televisi sembari memainkan telepon pintarnya itu hanya menoleh sekilas kearah Tarra dan kantong yang Tarra bawa tadi, dan kemudian mengalihkan perhatiannya kembali ke benda pipih ditangannya.


"Udah dong, dek... Jangan ngambek terus. Gak capek apa itu mulut mingkem mulu??" ujar Tarra sembari memindahkan kaki Shelby yang menjulur di atas lengan sofa dan kemudian dia mendudukkan pant@tnya di atas sofa itu.


"Apaan sih kak? Rese banget jadi orang!" omel Shelby sembari memperbaiki duduknya.


"Udah, jangan ngambek terus. Tuh, kakak bawain jajan buat kamu. Chiki, es krim, cokelat, milk shake, es Boba, burger, cilok, telur gulung, sempol, dan semua jajan yang kamu suka." Tarra menunjuk kearah sesajen yang dia letakan di atas meja.


Mendengar ucapan Tarra, seketika Shelby langsung menelan ludahnya susah payah. Sungguh, mengenai masalah jajan Shelby tak kuasa untuk biasa saja. Pipi chubby nya seakan meronta ingin segera bergoyang mengunyah sempol cs yang ada di kantong itu.


Namun, demi menjaga harga diri dan martabatnya sebagai cewek imut yang tengah merajuk, dia harus bisa menahan diri agar tidak terlihat gampang tergoda dengan sesajen itu.


"Kakak kira aku bocah TK, yang bisa luluh hanya dengan sogokan jajan??!" sungut Shelby.


"Ya udah kalau emang kamu enggak mau. Aku kasih si empus aja nih jajan." Tarra beranjak dari duduknya dan hendak mengambil bungkusan jajan yang dia bawa tadi.


Namun, belum sempat tangannya mencapai bungkusan jajannya, tangan Shelby lebih sigap duluan meraih bungkusan itu.


"Enak aja, Orang jatah buat aku mau main kasih aja ke empus!!" omel Shelby memeluk bungkusan itu.


"Tadi bilangnya gak mau! Bukan anak TK katanya!" ujar Tarra sembari mendudukkan pant@tnya kembali keatas sofa disamping Shelby.


"Siapa bilang gak mau? Lagian emang bener kali aku bukan bocah TK!" jawab Shelby sembari membuka bungkusan ditangannya dan segera menyeruput es boba kesayangannya.


Sungguh, sensasi manis segar dengan goyangan boba dimulut nya terasa sangat mengasyikkan bagi Shelby. Tak perlu menunggu lama, dua tusuk telur gulung langsung dia eksekusi, menggantikan butiran boba yang sudah pindah tempat ke lambungnya.

__ADS_1


Tarra tersenyum melihat kelakuan Shelby. Tidak susah sebenarnya menjinakkan adik semata wayangnya itu, tapi terkadang Shelby yang kalau marah suka menghindari orang yang membuatnya jengkel, harus disikapi dengan banyak stok kesabaran.


"Berarti sekarang udah nggak marah dong sama kakak? Mulai saat ini kita berdamai, oke?!" ujar Tarra sembari tersenyum memamerkan deretan giginya yang putih.


Mendengar ucapan Tarra, seketika Shelby menghentikan kunyahan sempol di mulutnya. Rasa kesalnya pada sang kakak kembali hadir.


"Kakak gak pernah jadian sama Maya. Waktu itu memang kakak mengajak ketemu Maya untuk menyatakan cinta, tapi belum sempat kakak ngomong, kakak udah di tolak duluan. Hehehe..." ujar Tarra membuat Shelby yang mendengarnya langsung memutar bola matanya, malas.


"Dari pertemuan itu juga kakak jadi tau siapa sebenarnya Maya. Dia selama ini mendekati kakak karena dia kira kakak adalah pewaris kekayaan Atmaja. Setelah dia tahu kalau kakak bukan anak biologis papi, dia langsung menolak kakak." jelas Tarra lagi.


"Maksud kakak?" tanya Shelby.


"Kakak sama Maya gak pernah jadian, dan kakak pastikan hal itu tidak akan pernah terjadi." jelas Tarra membuat Shelby tersenyum lega.


"Kamu tahu, tadi kakak pulang naik Kopaja. Hehehe..." beritahu Tarra.


"Bukan naik Kopaja nya yang bikin seneng, tapi tadi di bus itu kakak ketemu cewek cakep, namanya Zalfa." jelas Tarra.


"Astaga kak, baru juga kemarin ditolak cewek, ini udah langsung kecantol aja ama yang lain. Penghuni Kopaja lagi." omel Shelby tak habis fikir dengan kelakuan sang kakak yang gampang terpesona jerat cewek cakep.


"Zalfa beda, dek. Dia gak seperti Maya."


"Terseraaaaaah...." Shelby beranjak dari duduknya dan segera berlalu dari hadapan kakaknya yang tengah senyum-senyum sendiri khas ciri orang kasmaran.


🌹


🌹


"Ahsan..., pelan-pelan makannya. Nggak baik makan terburu-buru seperti itu. Bahaya nanti kalau sampai kamu tersedak." nasihat Zalfa pada adiknya yang belum genap berumur 4 tahun yang tengah dengan lahap memakan menu makan siangnya.

__ADS_1


"Kak Tarra baik ya kak... Siang ini kita bisa makan nasi lauk ayam. Nyam... nyam... nyam..." ujar Ahsan senang sembari mengunyah ayam goreng di mulutnya.


Mendengar ucapan sang adik, membuat hati Zalfa sedikit mencelos. Beberapa bulan terakhir memang hidup mereka sedikit kesulitan. Beruntung Zalfa masih bisa bersekolah dengan beasiswa yang dia terima.


Ingatannya kembali ke beberapa saat yang lalu. Saat dimana ada seorang cowok bernama Tarra memberikan bantuan kepada dirinya dan Ahsan, sang adik.


Dirinya sebenarnya risih, tapi sang adik ternyata malah dengan mudah bisa cepat akrab dengan cowok bernama Tarra itu.


Saat dia dan Ahsan turun dari bus, Tarra pun turun dari bus. Zalfa sempat berpikir buruk, mengira kalau Tarra hendak berbuat jahat padanya. Namun ketika mereka melewati deretan penjual jajan, Tarra berhenti dan membeli banyak bungkusan jajan, katanya itu adalah pesanan adiknya, dan bahkan Tarra memberikan sebagian pada Ahsan.


Ketika melewati tempat makan cepat saji, Tarra melihat Ahsan yang terus menatap tempat itu.


"Ahsan mau ke keefsi? Beli ayam goreng?" tawar Tarra yang mengetahui arti tatapan Ahsan.


Belum sempat Zalfa menolak, Tarra sudah menggandeng tangan Ahsan dan membawanya masuk ke dalam restoran itu.


"Maaf, tidak seharusnya kakak bersikap terlalu baik ke kami. Kita bahkan baru sekali ini bertemu, tetapi kakak sudah terlalu berlebihan dalam bersikap." ujar Zalfa ketika mereka berjalan keluar meninggalkan area keefsi.


"Maksud kamu apa? Aku tidak ada maksud apapun. Aku hanya senang bisa melihat Ahsan tersenyum. Adikku juga suka sekali makan. Kamu lihat, kantong jajan ini isinya adalah makanan kesukaan adik aku semua." terang Tarra sembari memperlihatkan tentengannya.


"Adik kak Tarra cowok atau cewek? Ahsan juga mau berteman dengan adik kak Tarra." ujar Ahsan menimpali obrolan Zalfa dan Tarra.


"Adik kakak cewek, tetapi sudah SMA. Hanya selisih satu tahun usianya dengan kakak." jawab Tarra tersenyum sembari mengacak lembut rambut Ahsan.


"Zalfaaaa....." suara lirih sang ibu dari arah kamar tiba-tiba membuat Zalfa tersadar dari lamunannya.


"Iya Ma..., sebentar." jawab Zalfa, dan segera mengambil nasi dan segelas air putih untuk dibawanya ke kamar sang ibu, setelah melepas jilbab putih seragam sekolah dan berganti dengan pakaian rumahannya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2