
...🌺 🌺 🌺...
"Maaf, Pak... Saya terlambat." ucap Shelby sembari menundukkan wajahnya didepan guru mata pelajaran yang hendak mengajar di jam pertama pelajaran di kelasnya pagi ini.
Pak Ganjar, sang guru Sejarah mengurungkan sejenak niatnya yang hendak duduk di kursi guru yang terletak diujung kanan depan ruang kelas Shelby yang berhadapan langsung dengan meja semua murid kelas 11 IPS 2 itu, ketika mendengar penuturan Shelby.
"Kenapa kamu terlambat?" tanya pak Ganjar singkat sembari mendudukkan bobot tubuhnya di kursi, dengan mata menatap tajam pada Shelby.
Melihat tatapan tajam sang guru, membuat Shelby berusaha menelan ludahnya susah payah. Tenggorokannya rasanya tercekat.
"M-maaf pak Ganjar, tadi ada sedikit insiden dirumah yang membuat saya terlambat. Mobil kakak saya masih masuk bengkel, jadi saya harus susah payah nyari ojek online, tapi bolak-balik kena cancel. Tukang ojek yang biasa mangkal di dekat gerbang komplek juga tiba-tiba ilang semua, padahal biasanya berjibun pada ngantri nunggu penumpang disana sambil ngopi-ngopi. Terus karena papi saya udah berangkat kerja duluan, jadi saya nggak bi......"
"Ssssttttt..... sudah-sudah... Cepat kamu duduk di bangku kamu. Masih pagi saya gak mau di buat pusing denger ocehan kamu!" seru pak Ganjar cepat memotong kata-kata Shelby, yang kalau di biarkan saja mungkin bisa memangkas habis jatah jam mengajarnya di kelas pagi ini.
"Ashiap, pak! Terimakasih!" jawab Shelby senang dan segera berlalu menuju bangkunya setelah memberi hormat pada pak Ganjar, persis seperti pemimpin upacara memberi hormat pada pembina upacara saat upacara bendera.
Pak Ganjar hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Shelby yang menurutnya terkadang ajaib itu.
Yes!!
Shelby mengepalkan tangan kanannya di depan dada. Sebuah senyum terpatri jelas diwajahnya karena ternyata nasib baik masih ada yang berpihak padanya pagi ini.
Seorang pak Ganjar yang terkenal killer, ternyata bisa memberikan ampunan dengan gampangnya. Padahal biasanya, kesalahan sekecil apapun yang terjadi di depannya, tak pandang bulu, langsung kena sikat tanpa ampun.
Rasa gugup yang tadi sempat menghinggapi hati Shelby, seketika saja menguap entah kemana. Dengan riang Shelby menduduki bangkunya di samping sang sohib, yaitu Kinan.
"Ngapain aja lu ampe bisa dateng telat di jam pelajaran pak Ganjar? Mo cari mati lu yah??" tanya Kinan setelah Shelby duduk manis di sebelahnya.
"Hilih..., cari mati apaan? Buktinya gue selamet aja nh duduk di samping lu!" jawab Shelby riang.
"Lagian kayak gak ada sopir, segala mobil kak Tarra di bengkel, lu susah payah nyari-nyari ojek!" ujar Kinan heran.
"Gak usah ngomongin mang Dodo. Gara-gara waktu makan malem keenakan makan pake sambel hot jeletot level tiga puluh made in mak Ipah dan nambah sampe tiga kali, pagi ini semua penghuni rumah dibuat heboh gara-gara mang Dodo hampir pingsan. Kata mami, mang Dodo udah kek artis yang suka nongol di televisi tuh, yang bergaya bikin food vlogger makan makanan pedas, tapi berakhir masuk rumah sakit." celoteh Shelby.
__ADS_1
"Keren amat mang Dodo bisa niru artis. Hehehe..." ujar Kinan sembari terkekeh kecil.
"Keren lu nebelin alis pake spidol?! Huh..., gara-gara mang Dodo gue kelimpungan nyari ojek ama taksi online. Beruntung kak Tarra bisa minta tolong kak Alan jemput kita di waktu yang tepat. Kalau enggak, gak bisa bayangin gue kena amuk pak Ganjar pagi-pagi."
"Jadi kak Alan yang akhirnya nolong kalian?"
"Apakah kalian pikir pagi ini kelas kalian sudah beralih fungsi menjadi tempat bergosip? Apakah pagi ini saya mengajarkan materi bagaimana cara menjadi presenter acara infotainment yang membahas acara gosip di pagi hari?" suara pak Ganjar menggelegar ke semua sudut ruang kelas, dan seketika menghentikan keasyikan Shelby dan Kinan.
Pak Ganjar menatap tajam kearah Shelby dan Kinan, membuat pandangan semua murid pun beralih mengarah pada mereka.
"Hhhuuuuuuu......" seru semua penghuni kelas menyoraki Shelby dan Kinan.
"Apa lu? Gue senggol, langsung mental lu ke pulau Komodo." omel Shelby pada anak yang berteriak paling kencang yang duduk di seberang bangkunya.
Shelby memelototkan matanya pada siswa berambut sedikit curly itu, tapi sang pelaku hanya membalasnya dengan menjulurkan lidahnya, meledek.
"Sudah-sudah, cepat keluarkan buku kalian. Kita lanjutkan lagi pembahasan kita seminggu yang lalu." seru pak Ganjar, lagi-lagi membuat heran karena tidak menghukum siswa yang ribut dikelasnya.
"Astaga, itu pak Ganjar tadi pagi sarapan apaan yah? Kok pagi ini mendadak kalem gitu?" tanya Kinan heran, dengan suara sedikit berbisik.
" Oke, jadi siapa diantara kalian yang mau menjelaskan kesimpulan materi yang kita bahas seminggu yang lalu?" tanya pak Ganjar pada semua murid.
Krik krik
Tak ada satupun murid bersuara ataupun mengangkat tangan
"Bapak tanya sekali lagi, siapa diantara kalian yang mau menjelaskan ke depan pasal kesimpulan materi yang sudah bapak ajarkan minggu kemarin? Sebagai siswa, kalian harus aktif dalam belajar kalau ingin berhasil. Jangan cuma aktif main sosial media atau main game saja kalian ini!" nasihat pak Ganjar.
"Astaga, pak. Jangankan materi minggu kemarin, materi hari ini juga begitu keluar area sekolah pasti langsung ambyar, Pak! Hihi..." ujar Kinan pelan agar sang guru tidak mendengar, sembari cekikikan.
"Lu kalau ngomong suka bener. Hihihi...." balas Shelby pula sembari cekikikan.
"Astaga, ini apaan sih ngegigit ketek gue?" ujar Shelby ketika tiba-tiba keteknya seperti dicip0k makhluk kecil bernama semut.
__ADS_1
"Oke bagus Shelby, silahkan kamu jelaskan kepada teman-teman kamu kesimpulan apa saja yang kamu dapat dari materi minggu kemarin." seru pak Ganjar senang ketika melihat Shelby mengangkat tangan kanannya.
Sontak pandangan seantero penghuni kelas beralih mengarah ke sosok murid berpipi chubby yang tengah mengangkat tangan itu.
"Eh..." Shelby yang terkejut pun langsung menurunkan tangannya.
"M-maaf, pak. Saya tidak bisa" Shelby tergagap sembari nyengir kuda.
"Kalau tidak bisa kenapa kamu mengangkat tangan? Kamu mau meledek saya?" sembur pak Ganjar kesal merasa dipermainkan.
"B-bukan begitu, pak. Saya mengangkat tangan bukannya mau menjawab, t-tapi karena ketek saya gatal digigit semut tadi." jelas Shelby malu.
"Hhuuu... Hahaha..." semua murid langsung tertawa, gaduh melihat ulah Shelby.
"Diaaaaammm....." seru pak Ganjar membuat kegaduhan seketika hening.
Dada pak Ganjar nampak naik turun, menahan emosi.
"Shelby, sedari kamu terlambat masuk kelas tadi bapak sudah berusaha sabar. Tapi, ternyata kamu sama sekali tidak bisa menghargai kebaikan bapak yah?!" suara pelan yang keluar dari mulut pak Ganjar terdengar menakutkan ditelinga Shelby.
"Shelby... Kinan... Pergi kalian kelapangan basket sampai jam pelajaran saya selesai!" seru pak Ganjar akhirnya.
"Lho pak, kenapa saya juga dihukum? Saya kan tidak terlambat masuk kelas tadi" tolak Kinan tak terima, membuat Shelby melotot kearahnya.
'Dasar teman gak setia' batin Shelby kesal.
"Jangan kira bapak tidak tahu kalau sedari tadi kalian membicarakan saya yah?! Cepat kalian out dari jam pelajaran saya!" tegas pak Ganjar tak bisa dibantah.
"Ini semua gara-gara elu tau gak, gue jadi ikut kena hukum pak Ganjar." omel Kinan ketika dia dan Shelby sampai di lapangan basket untuk menjalankan hukuman dari pak Ganjar.
"Dih, nyalahin gue. Salahin noh semut yang udah sembarangan main **** ketek gue!" ujar Shelby tak terima.
"Kalian kenapa main panas-panasan di lapangan basket disaat jam pelajaran?" Sebuah suara menginterupsi perdebatan kecil mereka.
__ADS_1
...🌺 🌺 🌺...