Jangan Pergi Antariksa

Jangan Pergi Antariksa
Bab 26. Turnamen


__ADS_3

Turnamen sudah dimulai, satu persatu peserta mulai tumbang dan kini tiba saatnya giliran Bintang untuk bertanding, tatapan mata Bintang terlihat menelusuri seluruh isi ruangan yang dijadikan tempat untuk turnamen tapi hasilnya nol besar karena orang yang Bintang cari tak terlihat dimana pun.


Bukannya Bintang egois, tapi dia khawatir kalau-kalau sesuatu yang buruk terjadi pada kekasihnya itu, dengan perasaan kecewanya itu Bintang masuk ke arena pertandingan untuk bertanding. Saat ini Bintang sudah lengkap dengan alat pelindung tubuh, seperti head guard, body guard, arms guard, lega guard, Shin guard, hands guard, dan setelah lawannya masuk kedalam arena Bintang pun segera menggunakan mouth guard nya. Sekedar info ya Bintang tuh lagi ikut turnamen beladiri taekwondo sesuai hobinya dia jadi harus pake alat pelindung lengkap, kap, kap. 😁


Dirumah sakit Antariksa masih saja berusaha untuk membujuk ibunya agar mengijinkan dirinya untuk melihat Bintang bertanding, tapi tetap saja Dinda tak mau mengijinkan Antariksa, bukan karena dia tidak menyukai Bintang tapi karena dia tak mau Antariksa drop ditempat itu.


Saat Antariksa dan ibunya berdebat tentang pergi ke turnamen tiba-tiba pintu kamar Antariksa terbuka dan disana tampak seseorang masuk kedalam kamar Antariksa. Mata Antariksa seketika terbelalak kaget melihat kehadiran orang itu.


"Lo? Ngapain Lo kesini? Dan bagaimana Lo tau kalau gue sedang dirawat di tempat ini?" tanya Antariksa dengan tatapan penuh emosi yang tampak terlihat jelas dari matanya.


"Santai bro, gue kesini tuh mau jemput Lo buat nonton Bintang bertanding," Kafka menyampaikan tujuannya datang ke rumah sakit.


"Soal gimana gue tau Lo lagi disini nanti kita cerita saat sudah diperjalanan saja, Karen kita harus buru-buru pergi karena baru saja Moza mengirimkan aku pesan kalau saat ini giliran Bintang untuk bertanding," tambah Kafka lagi.


"Tapi nak Kafka, Tante belum ijinin Antariksa pergi loh, soalnya Tante khawatir Antariksa itu masih sakit," ucap Dinda dengan penuh kekhawatiran.


"Tante tenang aja nanti Kafka bakal jagain Antariksa di sekolah nanti, Kafka akan mengembalikan anak Tante dalam keadaan baik-baik saja," ucap Kafka mencoba untuk meyakinkan ibunya Antariksa.


Dinda pun mengangguk mengijinkan Antariksa untuk pergi, "Baiklah Bunda ijinkan Antariksa pergi tapi ingat kalau kamu merasa sudah mulai tak enak badan segera kembali lagi ke rumah sakit," Dinda memperingati putranya itu.


"Beres, Bun.". Antariksa pun segera berganti pakaian dan dia terlihat begitu bahagia.

__ADS_1


Sementara itu disekolah Bintang sedang bertanding, tapi fokus Bintang sedang terbagi karena itu dia sempat beberapa kali terkena pukulan dari lawan, bahkan dirinya hampir saja keluar dari contest arena.


"Aku tak boleh kalah, mama dan papa pasti mengharapkan aku menang, dan dimana pun kak Antariksa saat ini dia juga pasti mengharapkan aku menang aku tak bisa membuat orang-orang yang sudah mendukungku kecewa," Bintang bergumam dalam hatinya.


Saat ini ronde pertama sudah selesai dan mereka akan memasuki ronde kedua dengan posisi skor Bintang yang masih dibawah, Bintang tampak tertunduk lesu melihat perolehan skornya.


Saatnya ronde kedua dimulai, Bintang dan lawannya sudah berada di contest arena, saat wasif sudah memberikan tanda kalau pertandingan dimulai Bintang dan lawannya langsung saling berhadapan tapi untuk kali ini Bintang sudah mulai fokus dengan pertandingan sehingga dia beberapa kali melakukan tendangan dan pukulan pada lawannya dan hal itu membuat skor Bintang naik melewati lawannya sampai pada akhirnya pertandingan ronde kedua selesai.


Pertandingan sudah hampir selesai tapi Antariksa masih belum terlihat di bangku penonton.


"Kamu kemana sih, Kak? Apa sesuatu terjadi dengan kamu sampai-sampai kamu tidak datang untuk melihat aku." Bintang membuang nafasnya kasar.


Saatnya ronde ketiga sekaligus ronde penentuan dimulai, Bintang dan lawannya kembali berhadapan dan saling memberikan hormat, keduanya mulai bertanding untuk menentukan pemenang.



Tapi Bintang tak akan menyerah begitu saja terlebih lagi mood booster nya saat ini sudah berada disini sementara itu Antariksa dan Kafka malah meringis saat melihat Bintang yang terkena tendangan. Bintang segera berdiri, dia kembali memberikan perlawanan kepada lawannya dan waktu yang tersisa tinggal sepuluh detik lagi Bintang tak mau menyia-nyiakan waktu dia pun mengeluarkan gerakan terakhirnya dengan melakukan tendangan belakang yang tepat mengenai bagian wajah lawan dan bersamaan dengan itu tanda pertandingan berakhir pun berbunyi. Dan Bintang yang sebagai pemenangnya, semua orang bersorak terutama kedua orangtuanya Bintang, Antariksa dan juga Moza mereka terlihat begitu bahagia.


Sarah ibunya Bintang segera mendekati putrinya dan memeluk gadis itu.


"Mama sangat bahagia walaupun awalnya sempat deg-degan juga," ucap Sarah sambil mengusap kepala putrinya itu.

__ADS_1


"Ternyata lo hebat juga ya, selamat ya beb," Moza juga ikut memberikan selamat kepada Bintang.


Bintang tersenyum kepada semua yang saat ini sedang memberikan ucapan selamat kepada dirinya, tapi tatapan matanya teralihkan saat seseorang yang telah lama dia tunggu akhirnya muncul dihadapannya, Bintang langsung berlari dan masuk dalam pelukan Antariksa, mereka berdua bahkan tak perduli dengan orang-orang yang sedang melihat kearah mereka


Antariksa mendorong tubuh Bintang dengan pelan membuat gadis itu saat ini berhadapan dengan dirinya. Dia memegang pundak Bintang dan menatap wajah lelah kekasihnya itu.


"Maafin aku ya karena udah datang terlambat," ucap Antariksa penuh kelembutan.


"Kakak udah mau datang aja Bintang udah merasa bahagia kok," Bintang tersenyum dan menatap wajah yang sangat dia rindukan itu.


"Tapi kenapa wajah Kakak tampak pucat? Apa Kakak sedang sakit?" ternyata gadis itu memperlihatkan wajah Antariksa yang memang terlihat pucat.


Antariksa tampak kesulitan untuk memberikan jawaban, melihat Antariksa yang kebingungan Kafka segera mendekati mereka berdua.


"Hai Bi, selamat ya. Ternyata lo hebat juga, lama kita gak ketemu dan setelah ketemu lagi ternyata lo udah sehebat ini," ucap Kafka mencoba untuk mengalihkan perhatian Bintang, tapi Kafka pun harus kecewa karena Bintang bersikap dingin kepada dirinya.


"Sayang, Kafka ngasih selamat Loh sama kamu, kok tanggapannya kayak gitu sih?"


"Sejak kapan Kakak jadi membela Kafka?" tanya Bintang dengan wajah cemberutnya.


"Aku bukan membela Kafka tapi masa sih orang ngasih selamat harus dimarahin," Antariksa merasa sangat gemas melihat wajah cemberut Bintang.

__ADS_1


"Ya udah, makasih udah mau ngasih selamat walaupun pada awalnya Lo udah merobek formulir pendaftaran gue," ucap Bintang dengan juteknya dan langsung menarik tangan Antariksa pergi meninggalkan Kafka.


Antariksa yang merasa tidak enak menoleh kearah Kafka, dan Kafka hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


__ADS_2