Jangan Pergi Antariksa

Jangan Pergi Antariksa
Bab 33. Terpaksa berbohong


__ADS_3

Saat ini Antariksa dan Bintang sedang berada didekat sebuah danau kecil dengan pemandangan sekitar yang begitu indah, keduanya saling terdiam dan sibuk dengan pemikiran sendiri.


"Katanya mau ngomong kok malah diam sih ay," Antariksa memecah keheningan diantara keduanya. Bintang menoleh kepada Antariksa sejenak dan kemudian kembali melihat ke danau kecil yang ada dihadapannya, Bintang terdengar menghembuskan nafasnya seperti sedang mengeluarkan beban besar dari dalam hatinya.


"Kak, aku mau bertanya sesuatu sama Kakak dan aku harap Kakak akan menjawabnya dengan jujur," Bintang yang sejak tadi diam saja akhirnya buka suara.


"Oke aku pasti akan menjawab dengan jujur, emangnya mau nanyain apa?" Antariksa tersenyum kepada gadisnya.


"Kak, apa benar Kakak sedang sakit? Waktu turnamen beladiri saat itu Kakak buru-buru pergi karena Kakak sedang sakit? Sebenarnya Kakak sakit apa sih, seminggu Kakak gak masuk sekolah itu karena Kakak sakit kan? Bukan Tante Dinda yang lagi sakit tapi Kakak bener kan apa yang aku katakan? Kakak gak perlu bohong lagi seseorang melihat Kakak saat itu dan dia mengatakan semuanya kepadaku, sebenarnya apa yang terjadi sama Kakak, kenapa Kakak gak mau ngabarin aku kalau Kakak lagi sakit, kan aku bisa nemenin Kakak dan Kakak gak perlu bersusah-susah datang melihat pertandingan, seminggu Kakak dirawat aku sebagai kekasih Kakak bahkan tidak tau apapun, sebenarnya Kakak nganggap aku apa?" Bintang pun mengeluarkan semua unek-unek yang ada di dalam hatinya dengan matanya yang saat itu sudah berkaca-kaca.


Sementara itu Antariksa terdiam tak menyangka kalau hal yang ingin Bintang bicarakan itu mengenai penyakitnya, Antariksa bingung harus menjawab apa dia tak pernah terpikir kalau Bintang akan mengetahui semuanya, sekarang dia harus memikirkan jawaban yang tepat untuk Bintang dan tidak akan melukai hatinya.


Antariksa menarik bahu Bintang dan membuat Bintang berbalik kepadanya dan mengangkat bahu Bintang untuk menatap dirinya, hati Antariksa terasa begitu sakit saat melihat air mata yang menggenang dimatanya Bintang.


"Sayang, maafkan aku karena tidak jujur sama kamu. Sebenarnya waktu itu aku ingin mengatakan sama kamu kalau aku sedang sakit dan dirawat di rumah sakit, tapi Bunda gak ijinin karena Bunda gak mau membuat kamu khawatir. Lagipula saat itu aku cuma kecapean dan harus beristirahat, malam sebelum turnamen selesai kita teleponan aku demam dan Bunda membawa aku ke rumah sakit dan aku harus dirawat tapi akhirnya bunda ngasih ijin buat ketemu kamu tapi dengan syarat aku harus mau dirawat selama seminggu biar aku lebih fit karena ujian yang sudah dekat Bunda gak mau aku sakit lagi, dan juga Bunda gak mau kamu khawatir jadi Bunda meminta untuk tidak mengatakan sama kamu, maafkan aku sayang." Antariksa segera menarik Bintang kedalam pelukannya, dan Bintang pun mulai terisak dalam pelukan kekasihnya itu.

__ADS_1


"Maafkan aku karena harus berbohong, aku tak ingin melakukannya tapi aku tak mau penyakit yang aku derita akan membuat kamu sedih dan kepikiran," ucap Antariksa dalam hatinya.


"Seharusnya Kakak katakan sama Bintang tentang keadaan Kakak, bukan seperti sekarang Bintang hanya mendengar dari orang lain kalau Kakak sakit. Bintang jadi merasa gak berguna karena gak bisa jagain Kakak saat lagi sakit."


"Maaf sayang, maafkan aku. Aku janji gak akan mengulangi lagi, aku gak akan kayak gitu lagi." Antariksa masih memeluk Bintang dan mengelus kepala gadis yang begitu dicintainya itu.


"Beneran Kakak gak akan nutupin lagi kalau Kakak lagi punya masalah, Kakak akan ngomong ke Bintang semuanya?" Bintang melepaskan pelukan Antariksa dan menatap wajah pria itu dengan penuh harap.


"Janji sayang."


Antariksa mengusap air mata yang ada di pipi Bintang dan tersenyum melihat kekasihnya itu, Bintang juga ikut tersenyum melihat pria yang sudah berhasil meluluhkan hatinya itu..


Selama dalam perjalanan pulang Antariksa kepikiran terus dengan kejadian di danau tadi, dia tak menyangka kalau Bintang akan sesedih itu saat tau dirinya yang sakit dan harus dirawat.


"Bagaimana nanti kalau dia tau umurku sudah tak lama lagi? Bagaimana kalau dia tau aku sakit dan penyakit ku tak bisa disembuhkan? Apa aku tidak bisa sembuh Tuhan, apa aku tidak bisa berbahagia bersama Bintang?" bermacam-macam pertanyaan yang timbul dalam hati Antariksa, saat ini dia begitu rapuh. Rasa cintanya yang begitu besar kepada Bintang membuat dia begitu frustasi saat mengingat penyakit yang dideritanya.

__ADS_1


...****************...


Disebuah cafe Veena dan kawan-kawannya sedang duduk menikmati minuman mereka, Veena sedang mentraktir mereka karena saat ini dia begitu bahagia karena sudah berhasil membuat Bintang dan Antariksa bertengkar.


"Akhirnya gadis sombong itu bertengkar dengan Antariksa, rasain Lo Bintang. Mau coba-coba melawan Veena, gak ada yang bisa mengalahkan Veena sekalipun Lo Bintang," Veena tertawa mengingat kejadian saat diparkiran tadi pagi.


"Bukannya Bintang itu anak pemilik sekolah? Hati-hati Lo Vin, gimana kalau Bintang mengadu sama bokap nya dan dia minta buat memecat bokap Lo," salah satu sahabat Veena mengingatkan.


"Diam Lo, sebenarnya sahabat Lo itu gue atau Bintang huh," Veena yang tadinya tertawa saat ini berubah menjadi merah karena ucapan sahabatnya itu.


Veena memang sebenarnya tak akan pernah bisa mengalahkan Bintang dari segi manapun, mulai dari kecantikan, kelakuan, kepintaran bahkan kekayaan dan keterampilan semua Bintang diatas dia tapi Veena tak pernah terima dengan semua kenyataan itu dan selalu mencoba untuk menyaingi Bintang, dan yang semakin membuat dia membenci Bintang saat pria yang disukai Veena malah lebih memilih Bintang dari pada dirinya yang sudah lebih dulu mengejar dan menyukainya.


"Aku tak perduli dia anak pemilik sekolah atau anak siapa, yang pasti aku tak akan membiarkan dia lebih unggul dari diriku, aku akan melakukan segala cara untuk menyingkirkan gadis itu," Veena tampak begitu berapi-api.


Tanpa dia sadari sejak tadi ada yang sedang memperhatikan tingkah laku Veena, dan semua yang Veena katakan berhasil ditangkap oleh telinganya.

__ADS_1


Perlahan orang itu mendekati Veena dan kawan-kawannya mendengar Veena ingin menyingkirkan Bintang orang itu tak bisa menahan emosinya lagi, apalagi saat tau kalau Veena sudah membuat Bintang dan Antariksa sampai salah paham.


Pria itu menggebrak meja dihadapan Veena saat dia sampai dihadapan Veena dan kawan-kawannya, semua penghuni meja itu menoleh menatap pria itu dengan tatapan terkejut dan juga takut, karena aura yang saat ini dikeluarkan oleh pria itu.


__ADS_2