
Veena mengajak Bintang untuk bicara berdua saja, mereka berdua pun meninggalkan Moza sendiri di ruang tamu, sementara itu Bintang dan Veena mereka pergi ke taman belakang dan berbicara disana.
"Cepat katakan rahasia apa yang lo maksud?" Bintang sudah mulai hilang kesabaran.
"Sabar dong jeng, buru-buru amat," Veena tersenyum mengejek melihat kekhawatiran diwajah Bintang.
"Kalau Lo gak mau ngomong pulang aja deh malas gue ngomong sama orang gak jelas kayak Lo," Bintang berniat untuk masuk kedalam rumah meninggalkan Veena tapi perkataan Veena membuat Bintang terhenti.
"Waktu itu gue ngeliat Antariksa sedang dirawat di rumah sakit," ucap Veena dengan cepat. Mendengar apa yang Veena katakan Bintang segera berbalik dan menoleh kepada Veena.
"Kapan Lo lihat kak Antariksa sedang dirawat?" perasaan Bintang semakin tidak tenang, karena sebelumnya dia sempat menemukan obat dalam tas Antariksa tetapi pria itu mengatakan kalau itu hanyalah vitamin, tapi sekarang perkataan Veena semakin menguatkan kecurigaan Bintang mengenai sang kekasih.
__ADS_1
"Waktu Lo sedang mengikuti turnamen, saat itu gue ngeliat Antariksa pergi bersama Kafka dan gue mengikuti kemana mereka pergi, dan pada saat itu mereka datang ke rumah sakit, awalnya gue mengira mereka mau mengunjungi seseorang sampai gue mengikuti mereka dan gue melihat Antariksa yang kembali berbaring di bed rawat inap dan dia di pasangi infus, gue nelpon lo mau ngasih tau soal itu tapi Kafka keburu merebut ponsel gue dan mengancam gue untuk gak ngomong soal Antariksa sama Lo," Veena pun menjelaskan semuanya kepada Bintang, dalam hatinya Veena bersorak gembira karena rencananya berjalan dengan lancar.
Bintang saat ini terlihat begitu shock saat mendengar pengakuan Veena, sementara itu Veena seakan tak perduli dengan apa yang akan terjadi pada Bintang dia malah meninggalkan Bintang terdiam sendiri di halaman belakang rumahnya.
Moza yang melihat Veena keluar sendiri tanpa Bintang segera menyusul Bintang ke halaman belakang, Moza segera mendekati Bintang saat melihat sahabatnya itu hanya terdiam tak bereaksi sedikitpun.
"Sial, apa yang wanita ular itu katakan sama Bintang sampe dia jadi seperti ini," Moza mengumpat sendiri saat melihat keadaan Bintang.
"Bi, Lo kenapa? Apa yang Veena katakan sama lo, apa dia nyakitin Lo?" Moza bertanya kepada Bintang dengan hati-hati.
"Bi, Lo kenapa? Cerita sama gue siapa tau gue bisa membantu, jangan nangis dong Bi." Moza merasa tidak enak melihat Bintang yang tiba-tiba menangis seperti itu.
__ADS_1
Bintang masih belum mau bicara dia masih saja menangis dan Moza mengusap pundak Bintang untuk menenangkan sahabatnya itu. Setelah merasa Bintang sudah mulai tenang Moza kembali bertanya kepada Bintang.
"Bi, Lo bisa cerita ke gue apa yang Veena katakan sama Lo, mungkin aja dengan berbagai perasaan Lo akan terasa lega," Moza mencoba untuk membujuk Bintang.
Bintang menatap Moza dengan tatapan sendu, Moza merasa begitu prihatin melihat sahabatnya yang saat ini sepertinya sedang menanggung beban yang berat, perlahan Bintang mulai membuka suara.
"Veena tadi bilang dia melihat kak Antariksa sedang dirawat di rumah sakit, tapi kenapa kak Antariksa gak ngomong apa-apa sama gue, dia malah harus berbohong dan menyembunyikan semua dari gue, apa menurut kak Antariksa gue itu gak penting buat hidup dia makanya dia gak mau kasih tau kalau dia lagi sakit," Bintang mulai mengeluarkan unek-uneknya yang sempat dia pendam sejak tadi.
"Bi, Lo jangan mikir kayak gitu. Positif thinking lah, mungkin kak Antariksa gak ngomong sama Lo karena dia punya alasan tertentu, mungkin dia gak mau buat Lo panik atau sedih kalau tau dia lagi sakit, mending Lo gak usah kemakan omongan perempuan itu karena dia cuma iri aja sama Lo dan mau ngerusak hubungan Lo sama kak Antariksa," Moza mencoba untuk memberikan pengertian kepada Bintang.
"Mungkin sebaiknya lo bertanya langsung sama orangnya, semoga aja kak Antariksa mau jujur sama Lo," Moza memberikan saran kepada Bintang yang terlihat masih sedikit ragu.
__ADS_1
"Benar kata Lo, gue harus bertanya langsung sama kak Antariksa, dan semoga saja kali ini dia akan terus terang sama gue."
Moza pun merangkul pundak Bintang dan mengelus punggung sahabatnya itu.