Jangan Pergi Antariksa

Jangan Pergi Antariksa
Bab 37. First kiss


__ADS_3

Hari ini seluruh siswa kelas 10 dan 11 di liburkan karena disekolah sedang diadakan ujian akhir. Sudah dua minggu Bintang tak bertemu Antariksa, bukan karena mereka sedang bertengkar tapi Bintang cuma tak mau kalau sampai dirinya akan menggangu konsentrasi Antariksa dalam belajar. Bintang harus bisa menahan rindunya padahal belum lama dirinya kembali bertemu dengan kekasihnya itu setelah Antariksa keluar dari rumah sakit dan sekarang kembali lagi mereka harus tidak bertemu karena Antariksa yang harus mempersiapkan diri untuk ujian.


Selama beberapa hari ini juga Antariksa belum merasakan sakit pada kepalanya jadi dia bisa melupakan sejenak tentang penyakitnya itu dan dia bisa menjalani ujian akhir dengan lancar.


Tak terasa seminggu berlalu dan ujian akhir pun telah selesai, pada malam ini Antariksa sudah membuat janji untuk pergi bersama Bintang karena sudah terhitung mereka tidak bertemu selama tiga minggu.


Dirumahnya Bintang sudah bersiap-siap, dia berdandan dengan cantik untuk kekasih tercintanya itu, saat dia sedang menatap wajahnya di cermin, terdengar Sarah memanggil dirinya dari bawah. Bintang pun segera turun dan ternyata disana sudah ada Antariksa. Bintang tersenyum kepada Antariksa dan segera mendekati pria itu.


"Sudah siap sayang?" tanya Antariksa dengan lembut kepada Bintang. Bintang hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Ya udah pergi yuk nanti keburu malam," ajak Antariksa kepada kekasihnya itu.


"Bentar Kak, aku mau pamitan sama mama dan papa dulu," Bintang pun pergi menuju ruang keluarga untuk berpamitan kepada kedua orangtuanya yang sedang asik menonton TV.


Setelah berpamitan mereka pun pergi menggunakan mobil Antariksa. Antariksa melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat yang tak Bintang ketahui hal itu membuat Bintang penasaran.


"Kita mau kemana sih, Kak." tanya Bintang penasaran.


"Rahasia dong sayang, kalau udah dikasih tau bukan rahasia lagi dong," jawab Antariksa sambil mencubit hidung Bintang dengan gemasnya.


"Aduh sakit." wajah Bintang mejadi cemberut karena Antariksa tak mau memberitahukan kemana mereka akan pergi, dan ekspresi Bintang saat ini membuat Antariksa semakin merasa gemas.


Tak lama kemudian mobil mereka sudah sambai di puncak sebuah bukit kecil yang begitu indah, dari atas bukit itu mereka dapat melihat lampu-lampu yang ada dikota dan itu terlihat begitu indah.


"Kak ini tempatnya indah sekali, kok bisa sih Kakak menemukan tempat seindah ini?" tanya Bintang yang terlihat begitu bersemangat padahal tadi sepanjang jalan dia cemberut aja kerjaannya.

__ADS_1


"Untuk wanita special seperti kamu apa sih yang gak bisa aku temukan," ucap Antariksa sambil mendekati Bintang dan memeluk gadis itu dari belakang.


Bintang begitu terkejut karena dipeluk seperti itu oleh Antariksa tapi kemudian dia mulai membiasakan diri, Antariksa menyandarkan kepalanya ke bahu Bintang sehingga Bintang bisa merasakan dengan jelas terpaan nafas dari Antariksa, mereka terdiam cukup lama dalam keadaan seperti itu. Sampai pada akhirnya Antariksa memecah keheningan itu.


"Tiga minggu gak ketemu aja rasa kangennya udah seperti ini, gimana nanti kalau aku kuliah keluar negeri bisa mati aku karena menahan rindu sama kamu."


Bintang yang mendengarkan Antariksa yang berkata akan pergi kuliah keluar negeri langsung membalikkan badannya, sehingga saat ini dia saling berhadapan dengan Antariksa, karena Bintang yang berbalik secara refleks sehingga pelukan Antariksa terlepas.


"Kakak mau pergi keluar negeri? Artinya kita akan berpisah dong?" Bintang bergumam lirih, dia menatap Antariksa untuk menunggu jawaban dari pria itu.


"Iya sayang, maafkan aku karena aku harus pergi, aku janji aku pasti kembali lagi dan aku akan segera melamar kamu untuk menjadi pendamping hidupku," jawab Antariksa.


Mata Bintang saat ini sudah mulai berkaca-kaca, dia masih belum sanggup kalau harus berjauhan dengan Antariksa, melihat Bintang yang hampir menangis Antariksa mengangkat dagu Bintang dan langsung mengecup bibir gadis itu.


"Maafkan aku sayang, aku berani melakukan hal itu kepada mu," Antariksa merasa bersalah karena sudah mencium Bintang, dia takut kalau Bintang akan marah kepada dirinya.


Tapi bukannya marah Bintang malah berjinjit dan kembali mencium bibir Antariksa, dia mengalungkan tangannya ke leher Antariksa dan Antariksa menahan tengkuknya Bintang dan memperdalam ciuman mereka.


Keduanya begitu menikmati suasana saat itu, dan saat keduanya merasa sudah hampir kehabisan nafas baru mereka melepaskan ciuman mereka.


"Kak, aku pasti akan sangat merindukan Kakak, cepatlah kembali karena aku pasti akan selalu menunggu Kakak," ucap Bintang kepada Antariksa.


"Pasti sayang, aku akan kembali untuk dirimu." Antariksa langsung membawa Bintang dalam pelukannya.


"Maafkan aku Bintang terpaksa aku harus berbohong, aku pasti akan berjuang untuk kesembuhan ku dan aku akan segera kembali dan menjadikan dirimu milikku seutuhnya," gumam Antariksa dalam hatinya.

__ADS_1


Setelah saling berjanji untuk setia akhirnya keduanya pergi meninggalkan bukit itu dan mencari restoran terdekat untuk makan malam.


Mereka melihat sebuah cafe yang cukup ramai dan Antariksa menghentikan mobilnya ditempat itu, setelah memarkirkan mobilnya mereka berdua pun turun dari mobil dan bergandengan tangan masuk kedalam cafe itu.


Saat keduanya masuk seseorang memanggil nama Bintang membuat gadis itu menoleh mencari asal suara itu dan ternyata disana sudah ada Genta, Arsen dan Kafka yang sedang duduk bersama. Genta melambaikan tangannya dan memberikan kode agar Bintang dan Antariksa duduk bergabung bersama mereka. Antariksa pun tak menolak dia menarik tangan Bintang dan menuju kearah teman-temannya.


"Pacaran kemana aja Lo berdua?" tanya Genta saat Antariksa dan Bintang sudah duduk didepan mereka.


"Kepo aja deh kerjaan Lo, makanya cari pacar sana biar gak kepoin orang pacaran," jawab Antariksa sambil mengejek Genta hal itu membuat Arsen dan Kafka tertawa.


Antariksa menyadari ketidak nyamanan Bintang dan dia pun segera menawarkan makan kepada kekasihnya itu, "Sayang mau makan apa?" tanya Antariksa dengan lembut.


"Aku pesan minum aja deh, Kak." jawab Bintang sambil tersenyum kepada Antariksa.


"Yakin cuma mau minum aja? Gak mau makan apa-apa?" tany Antariksa memastikan.


"Iya," jawab Bintang sambil mengangguk.


Genta yang melihat keromantisan Antariksa dan Bintang jiwa kejombloan nya mulai meronta-ronta.


"Hargai yang jomblo dong, bikin iri aja," ucap Genta.


"Bodoh amat," jawab Antariksa dan Genta hanya bisa pasrah.


Sementara itu Kafka memperhatikan bibir Bintang yang terlihat sedikit bengkak dan dia tau apa artinya itu. Sebenarnya hatinya sedikit sakit karena melihat itu tapi dia tak mau egois terlebih lagi saat ini dia tau kalau umur Antariksa tak akan lama lagi.

__ADS_1


__ADS_2