
Hari ini karena sudah merasa membaik Antariksa memutuskan untuk menjemput Bintang seperti biasanya untuk berangkat bersama kesekolah. Sebelum datang menjemput Antariksa mengirimkan pesan terlebih dahulu agar Bintang tau kalau dirinya akan datang menjemputnya.
Bintang yang pada hari ini ingin meminta penjelasan kepada Antariksa menunggu pria itu di teras rumahnya, tak perlu waktu lama untuk Bintang menunggu kedatangan kekasihnya itu karena pria itu selalu tepat waktu.
Setelah berpamitan dengan kedua orangtuanya Bintang dan Antariksa berangkat ke sekolah bersama menggunakan motor Antariksa.
"Aku kangen sama kamu sayang, hari ini rasanya aku sangat bahagia karena bisa berangkat bersama dirimu lagi kesekolah," Antariksa memecah keheningan karena sejak tadi Bintang tak bicara apa-apa.
"Kak, aku mau bicara sama kakak penting banget tapi nanti saat pulang sekolah."
"Boleh sayang, nanti sepulang sekolah kita jalan dulu berdua sekalian aku ingin melepas rindu bersama mu," Antariksa tak akan pernah menolak keinginan Bintang karena buat dia kebahagiaan Bintang adalah segala-galanya.
Keduanya pun kembali terdiam dan keadaan itu bertahan sampai mereka tiba disekolah. Setelah melepaskan helm dan memberikannya kepada Antariksa, Bintang segera pergi menuju ke kelasnya tanpa menunggu Antariksa, hal itu membuat Antariksa bertanya-tanya ada apa dengan kekasihnya itu karena biasanya dia akan mengantarkan Bintang sampai ke kelasnya dan kemudian pergi ke kelasnya sendiri.
" Ada apa dengan Bintang, kenapa dia tak seperti biasanya," Antariksa bergumam dalam hatinya.
Antariksa pun akhirnya langsung pergi ke kelasnya dengan pikiran yang terus memikirkan perubahan pada Bintang. Ternyata apa yang terjadi dengan Antariksa dan Bintang saat diparkiran tadi tak luput dari pandangan Veena, melihat Bintang yang bersikap dingin kepada Antariksa membuat Veena merasa senang.
Antariksa saat ini sudah tiba dikelasnya dan saat dia masuk kedalam Genta dan Arsen langsung menyambut dirinya.
"Welcome back my bro, kami semua sangat merindukan dirimu," ucap Genta dengan gaya narsisnya menyambut Antariksa.
"Ck biasa aja, lagian gue kan cuma seminggu gak masuk sekolah dan juga kemarin Lo udah ketemu gue dirumah."
"Tapi gue beneran kangen sama Lo, seharusnya Lo bersyukur karena masih ada orang yang rindu sama Lo, parah Lo." Genta pura-pura memasang muka sedih didepan Antariksa.
__ADS_1
"Muka Lo minta di timpuk pake sepatu kayaknya," Antariksa memasang wajah geli melihat tingkah Genta.
"Genta kangen sama Lo, An. Soalnya selama Lo gak masuk dia kehilangan tempat buat nyontek," Arsen yang sejak tadi dia saja akhirnya buka suara mengejek Genta.
"Anjir, gini-gini gue gak sebodoh itu kali," Genta tak terima dengan apa yang Arsen katakan langsung mencubit hidung sahabatnya itu.
"Aduh, apaan sih cubit hidung gue segala? Bilang aja Lo iri karena hidung gue mancung sedangkan punya Lo mancung kedalam," Arsen meringis kesakitan karena ulah Genta.
"Enak aja gue dibilang mancung kedalam, gini-gini gue juga incaran para siswi disekolah ini bro, iya gak ladies," Genta bertanya kepada para gadis yang ada didalam kelas sambil menggoda dengan menaik turunkan keningnya.
"Huuuuuu ..." tapi bukannya jawaban yang didapatnya tapi malah sorakan dari pada siswa perempuan yang ada dikelas mereka.
"Ck, nyebelin." Genta hanya bisa berdecak kesal, sementara Antariksa dan Arsen hanya menertawakan tingkah sahabat mereka yang satu itu.
...****************...
"Kenapa perasaan ini masih terus tumbuh, gak bisa Kafka Lo tau kalau Bintang sudah mencintai pria lain, dan pria itu juga begitu mencintai Bintang Lo gak boleh egois kayak dulu dan akhirnya Lo malah menghancurkan kebahagiaan Bintang," bisik Kafka dalam hatinya. Dia langsung mengalihkan pandangannya dan berjalan menuju bangku tempatnya duduk.
Bel tanda masuk telah berbunyi dan tak lama kemudian jam pelajaran sudah berlangsung semua siswa sudah tak terlihat berkeliaran disekitar sekolah semua sudah berada dikelas mereka masing-masing.
Antariksa yang sudah ketinggalan pelajaran selama seminggu terpaksa harus beradaptasi dengan pelajaran pada hari ini, untung saja dia memiliki otak yang encer jadi dengan mudahnya dia dapat mengerti penjelasan dari guru mata pelajaran yang sedang mengajar pada hari ini.
Setelah beberapa pelajaran berlangsung akhirnya bunyi tanda kemerdekaan buat para siswa berbunyi. Antariksa yang sudah memiliki janji dengan bintangi sepulang sekolah saat ini sudah berdiri didepan pintu kelasnya Bintang bersama kedua sahabatnya menunggu sang pujaan hati yang saat ini sedang membenahi perlengkapan sekolahnya yang berantakan diatas meja karena digunakan untuk belajar tadi.
Setelah selesai Bintang dan Moza pun keluar dari kelas dan langsung menghampiri Antariksa dan kawan-kawannya.
__ADS_1
"Yuk balik," Antariksa langsung mengajak Bintang pulang bersama.
"Trus Moza gimana?" Bintang tak tega meninggalkan sahabatnya sendiri, dia menoleh kearah Moza.
"Gue akan mengantarkan Moza pulang." tiba-tiba sebuah suara berhasil membuat merek semua menoleh, terlihat Kafka yang sedang mendekat kearah mereka. Bintang tak bersuara untuk menyapa Kafka, dia hanya melihat kepada Moza dan meminta pendapatnya. Moza pun mengangguk mengiyakan dan keputusannya Moza akan pulang bersama Kafka.
"Jaga baik-baik teman gue, awas kalau sampe kenapa-kenapa gue bakal habisin Lo," Bintang berbicara dengan setengah mengancam kepada Kafka.
"Sayang ..." Antariksa yang merasa tidak enak langsung menggenggam tangan kekasihnya itu.
"Gila Lo Bi, Lo pikir sih Kafka kue trus mau Lo habisin, atau jangan-jangan lo sekarang sudah berubah menjadi kanibal karena Antariksa gak sekolah selama seminggu," Gentan berniat untuk bercanda tapi malah dipelototi oleh Bintang.
"Wih galaknya si neng, untung cantik jadi meskipun melotot malah makin cantik," Genta tak henti-hentinya terus menggoda Bintang dan akhirnya satu bogem mentah mendarat di perut Genta.
"Makan tuh cantik," ucap Bintang dengan gaya meniup tinjunya yang baru saja mengenai perut Genta.
"Aduh ... Pacar Lo cantik-cantik tapi galak juga bro," Genta hanya bisa meringis kesakitan.
"Mau lagi?" ucap Bintang sambil mengangkat tinjunya.
"Ampun Bi, kalo kena lagi bisa-bisa usus gue rusak lagi," Genta memasang wajah memelas dan mengangkat jarinya membentuk huruf V.
Sementara yang lainnya menertawakan Genta yang baru saja mendapatkan hadiah bogem mentah dari Bintang.
"Buset kayaknya hari ini di zodiak adalah hari sial gue," ucap Genta meratapi dirinya sendiri.
__ADS_1
Bintang pun menarik tangan Antariksa untuk mengajaknya pulang, dan dia melambaikan tangannya kepada Moza.
"Gue balik ya, Bye." Bintang dan Antariksa pun langsung menghilao bersama motornya Antariksa.