Jangan Pergi Antariksa

Jangan Pergi Antariksa
Bab 30. Rahasia


__ADS_3

Setelah mendapatkan perawatan selama seminggu Antariksa meminta kepada ibunya agar diijinkan pulang kerumah dan sekolah seperti biasanya.


Melihat keadaan Antariksa yang sudah tidak lemah lagi maka dokter Sarah mengijinkan Antariksa pulang tapi dia tetap harus rutin mengikuti kemoterapi dan juga meminum obat yang diberikan.


Antariksa merasa begitu bahagia karena dirinya sudah diperbolehkan pulang, dan artinya besok dia akan bertemu dengan sang pujaan hati lagi.


Saat ini Antariksa sedang main game bersama Kafka dikamarnya, saat keduanya sedang serius dengan permainannya seorang art dirumahnya Antariksa datang memberitahukan kalau ada Genta dan Arsen yang ingin bertemu dengan dirinya, Antariksa pun meminta keduanya masuk kedalam kamarnya.


Kedua sahabat Antariksa itu pun pergi menemui Antariksa dikamarnya, dan keduanya begitu terkejut melihat Kafka yang sedang bersama Antariksa dikamarnya.


"Kok bocah ini ada dikamar Lo?" Genta yang terkenal ceplas-ceplos langsung bertanya tanpa perduli dengan kehadiran Kafka disana.


"Enak aja gue dikatain bocah," Kafka tak menggubris perkataan Genta karena dirinya tak mau sampai terjadi keributan dirumahnya Antariksa.


"Udah ah, jangan berisik. Nyokap gue lagi istirahat." Antariksa menghentikan aksi adu mulut antara Kafka dan Genta.


"Lo baik-baik aja bro? Seminggu Lo gak masuk sekolah kita semua khawatir sama Lo, kata Bintang Lo lagi jagain nyokap yang sakit, jadi gimana keadaan tante Dinda sekarang?" Arsen memberondong Antariksa dengan bermacam pertanyaan.


"Nyokap udah baikan kok, besok juga gue akan sekolah lagi," Antariksa menjawab apa yang Arsen tanyakan.


"Nyokap Lo sakit apa, kok sampe berobat keluar kota segala?" Antariksa kebingungan untuk menjawab pertanyaan Arsen kali ini, karena pada kenyataannya ibunya memang sedang tidak sakit tapi dirinya lah yang sedang sakit.


Melihat Antariksa yang kebingungan mencari jawaban, Kafka pun akhirnya buka suara.


"Tante Dinda belum diketahui kalau sakit apa, makanya pengobatannya sampe keluar kota begitu, malah rencananya setelah Antariksa menyelesaikan ujian akhir nanti Tante Dinda akan pergi berobat ke luar negeri," jawab Kafka dengan santai sehingga Arsen dan Genta tak menaruh curiga sedikitpun.


"Gue turut prihatin dengan keadaan nyokap Lo," Arsen menepuk bahu Antariksa berniat untuk memberikan dukungan kepada sahabatnya itu.


"Gue juga ikut sedih mendengar Tante Dinda sedang sakit, padahal Tante Dinda baik banget loh sama kita-kita. Tapi heran gue kenapa bocah ini tau banyak tentang keadaan nyokap Lo sementara gue sama Arsen gak tau apa-apa?" Genta memicingkan matanya menatap Antariksa dan Kafka secara bergantian.

__ADS_1


"Jelaslah gue tau kan Tante Dinda sepupu nyokap gue."


Arsen dan Genta begitu terkejut mendengar pengakuan dari Kafka, bukan hanya mereka berdua yang kaget Antariksa pun merasakan hal yang sama tapi dia segera menormalkan lagi ekspresi wajahnya.


"Kok gue baru tau kalau nyokap Lo sama nyokap Kafka sepupu?" Genta masih belum percaya dengan pernyataan Kafka itu.


Antariksa tak menjawab apa yang Genta tanyakan dia hanya mengangkat bahunya, dan memberikan kode untuk menanyakan itu kepada Kafka, karena sebenarnya Antariksa pun tidak mengetahui mengenai hal itu.


"Kepo aja urusan Lo, yang jelas mereka sepupuan trus masalahnya sama Lo apa?" Kafka memutar bola matanya jengah dengan tingkah Genta yang ingin tau.


"Ck!" Genta berdecak kesal tak puas dengan jawaban yang diterima.


"Tapi satu lagi yang bikin gue bingung kok Lo berdua bisa sedekat ini, bukannya Lo berdua itu musuhan?" Genta balik lagi kepada mode keponya membuat Kafka merasa kesal karena dirinya yang selalu kalah dalam permainan akibat dari semua pertanyaan Genta yang menurut Kafka tak berfaedah sama sekali.


"Yang pasti karena nyokap kita saudara jadi kita dekat."


Genta merasa puas karena sudah berhasil membuat Kafka kesal, dan dia pun menertawakan Kafka yang sudah dalam mode cemberut.


Dirumahnya Bintang dan Moza sedang belajar bersama mengerjakan tugas sekolah, ditengah kegiatan belajar mereka tiba-tiba ponsel Bintang berbunyi dan itu adalah panggilan vidio call dari Antariksa, Bintang segera menjawab panggilan Antariksa itu dan yang terlihat bukan wajah kekasihnya itu melainkan Genta dan Kafka yang sedang berdebat.


Dan setelah itu Antariksa mengarahkan kamera kepada dirinya dan terlihat kalau dia sedang berjalan menuju balkon dikamarnya menjauh dari tiga orang pembuat keributan dikamarnya itu.


Bintang merasa begitu bahagia bisa melihat wajah kekasihnya itu, setelah seminggu dia tak pernah melihat wajah pria itu.


"Hai sayang, kamu lagi belajar ya?" tanya Antariksa.


"Huum, lagi belajar bareng Moza," Bintang mengarahkan kamera kepada Moza dan gadis itu melambaikan tangan kepada Antariksa.


"Tadi aku melihat ada Kafka dikamar Kakak, sedang apa dia disana?" Bintang mempertanyakan tentang kedatangan Kafka kerumah Antariksa.

__ADS_1


"Tadi datang bersama ibunya untuk mengunjungi bunda, ibunya dan bunda sepupuan," Antariksa kembali berbohong tentang kedatangan Kafka tapi soal hubungan ibunya dan ibu Kafka, Antariksa masih belum tau kebenarannya nanti dia akan bertanya kepada bunda.


"Oh begitu." Antariksa menganggukkan kepalanya.


Keduanya pun mengakhiri vidio call mereka karena ibunya Antariksa meminta keempat pria itu untuk turun karena dirinya sudah menyiapkan minuman dan makanan untuk mereka berempat.


Bintang yang merasa bahagia karena baru saja berbicara dengan pria yang telah mencuri hatinya itu tak pernah lepas dari senyuman, melihat Bintang yang masih tersenyum membuat Moza berniat untuk meledek Bintang.


"Cie yang lagi bahagia, udahan dong senyumnya jadi iri gue kalau kayak gini," ucap Moza membuat wajah Bintang merona.


"Udah ah, kita lanjut belajar aja, tadi udah nyampe mana?" Bintang mencob untuk mengalihkan pembicaraan agar Moza tidak terus-menerus meledek dirinya.


Saat keduanya sedang serius mengerjakan tugas seseorang masuk kedalam rumah Bintang untuk menemui dirinya.


"Hai, gue ganggu kalian gak?"


Bintang dan Moza menoleh secara bersamaan saat mendengar ada suara seseorang yang menyapa mereka berdua.


"Lo!! Ngapain Lo kesini?" Bintang begitu terkejut melihat kedatangan Veena kerumahnya.


"Gue mau ngomong penting sama Lo, mengenai Antariksa."


"Emang lo mau ngomong apa? Waktu itu di telepon Lo juga ngomong kayak gitu tapi malah teleponnya dimatiin," Bintang tak mau percaya begitu saja dengan perkataan Veena yang dia ketahui berniat untuk memisahkan dirinya dan Antariksa.


"Mending kita ngobrol berdua," Veena melirik Moza yang menatap dirinya dengan sinis.


"Kenapa gak ngomong disini aja?" Bintang menolak keinginan Veena.


"Jadi Lo mau rahasia pacar Lo diketahui sama dia," Veena menunjuk Moza dengan dagunya.

__ADS_1


"Emang ada rahasia apa sih kak Antariksa, Lo telalu bertele-tele mending Lo langsung aja kalau mau ngomong," saat ini tak bisa dipungkiri kalau Bintang sudah mulai penasaran dengan perkataan Veena dan juga khawatir dengan rahasia yang Veena maksud.


__ADS_2