Jangan Pergi Antariksa

Jangan Pergi Antariksa
Bab 38. Pengumuman kelulusan


__ADS_3

Pengumuman kelulusan untuk kelas XII pun telah tiba, semua siswa sedang menunggu hasil dari usaha mereka selama tiga tahun bersekolah di sekolah menengah atas.


Sama halnya dengan Antariksa dan kedua sahabatnya, mereka bertiga menunggu dengan perasaan cemas.


"Lo berdua sih enak, udah pastilah kalian lulus karena otak kalian itu gak perlu diragukan lagi. Lah gue masih tanda tanya gede entah gimana nasib gue," ucap Genta sambil menatap Antariksa dan Arsen dengan tatapan lesu.


"Udah bro, Lo gak boleh pesimis kayak gitu. Seharusnya Lo optimis kalau Lo bakal lulus dan gak akan mengulang lagi. Jangan bersedih kayak gitu dong kan jadi gak enak dilihatnya," Antariksa menepuk bahu Genta dan memberikan semangat kepada sahabatnya itu.


"Bener apa kata Antariksa, Lo gak boleh kayak gitu. Kata siapa Lo gak pintar? Kalau Lo gak pintar Lo gak bakalan masuk ke kelas IPA," Arsen juga ikut menyemangati sahabat mereka itu.


"Oh ya, An. Kata Bintang Lo bakal nerusin study Lo ke luar negeri ya?" Arsen saat ini mengalihkan perhatiannya kepada Antariksa.


Antariksa tak menjawab pertanyaan Arsen itu, dia hanya menganggukkan kepalanya tanda kalau apa yang dikatakan Arsen itu benar adanya.


Melihat Antariksa yang kelihatannya tak bersemangat saat membahas tentang hal itu Arsen dan Genta pun tak membahasnya lagi, akhirnya ketiga sahabat itu terdiam dan hanyut dalam pemikirannya masing-masing. Sesaat suasana diantara mereka bertiga menjadi hening karena tak ada yang bersuara lagi.


Disaat ketiga sahabat itu sedang sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing, Bintang dan Moza mendekati mereka dan mengagetkan mereka bertiga yang kelihatannya sedang melamun.


"Babi ngepet ... eh, ngepet babi. Ya ampun Bi Lo tuh bisa bikin gue jantungan tau," Genta begitu terkejut karena Bintang dan Moza yang mengagetkan mereka sampai-sampai dia menjadi latah karena ulang Bintang dan Moza itu.


"Woi ... ngapain Lo nyebut babi ngepet, emang lo lagi ngelamunin mau jadi babi ngepet ya?" Arsen menggoda Genta yang sempat menjadi latah saat Bintang mengagetkan mereka.

__ADS_1


"Enak aja, ngapain juga gue jadi babi ngepet kalau duit bokap gue aja gak sanggup untuk gue habisin seumur hidup," Genta tak terima dikatakan ingin menjadi babi ngepet oleh Arsen dan dia pun akhirnya jadi ngomel-ngomel gak jelas sendiri.


Kelakuan Genta yang seperti itu menjadi bahan tertawan oleh kedua sahabatnya dan juga Bintang dan Moza.


Saat mereka berlima sedang bercanda, seorang siswa kelas XII datang menghampiri mereka dan mengatakan kalau pengumuman siswa yang lulus sudah ditempelkan di mading yang ada disekolah mereka. Antariksa, Arsen dan Genta pun langsung buru-buru pergi menuju ke mading yang sudah ditempeli kertas nama-nama siswa yang lulus pada tahun ini.


Ketiganya sibuk mencari nama mereka masing-masing, dan ternyata nama Antariksa tak perlu susah-susah untuk di cari karena sudah berada diurutan paling atas dan kemudian disusul oleh Arsen yang berada di urutan nomor 5, sementara itu nama Genta masih menjadi tanda tanya karena mereka belum menemukan nama itu, dan setelah diteliti baik-baik akhirnya mereka menemukan namanya Genta diurutan nomor 55, begitu melihat kalau dirinya dinyatakan lulus Genta langsung melompat-lompat sambil memeluk kedua sahabatnya itu.


Apa yang dilakukan Genta dan kedua sahabatnya itu menjadi pusat perhatian para siswa yang juga sedang mencari nama mereka dalam daftar siswa yang lulus.


Bintang dan Moza yang menyusul ketiga kakak kelas mereka itu segera mengerti hanya dengan melihat tingkah mereka bertiga yang bersorak begitu gembiranya.


"Selamat ya buat kalian bertiga, akhirnya kalian lulus bersama," Bintang mengucapkan selamat dengan tulus kepada Antariksa dan kedua sahabatnya.


"Makasih ya, aku gak nyangka loh. Ternyata aku bukan siswa diurutan terakhir," Genta tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya didepan semua teman-temannya, dia sampai melompat-lompat karena meras begitu senangnya.


"Gimana kalau kita merayakan kelulusan kita di cafe tempat biasa kita nongkrong nanti malam," Antariksa mengajak Bintang, Moza dan kedua sahabatnya untuk merayakan kelulusan mereka karena sebentar lagi dia akan pergi keluar negeri untuk melakukan pengobatan terhadap penyakitnya itu.


"Oke, setuju gue. Nanti gue yang teraktir Lo pada, jangan lupa ajak Kafka juga." Genta menyetujui ajakan Antariksa bahkan dia juga mengaku kalau akan mentraktir mereka semua.


"Kalau gitu nanti malam kita ketemu di cafe biasa ya, Bintang biar nanti sama gue aja. Gen Lo jemput Moza ya kan rumah kalian searah," ucap Antariksa kepada sahabatnya itu.

__ADS_1


"Sip lah. Tapi Moza gak keberatan gue yang jemput kan?" tanya Genta kepada sahabatnya Bintang itu.


"Iya Kak, gak apa-apa kok," jawab Moza dengan sedikit malu-malu.


"Lo mah kalau masalah cewe pasti gak bisa nolak," Arsen menyenggol lengan Genta sambil menggoda sahabatnya itu.


"Bilang aja Lo iri sama gue," Genta mencibir kepada Arsen yang memang paling senang menggoda dirinya.


Mereka berlima akhirnya bubar dan pulang kerumahnya masing-masing, Antariksa mengantarkan Bintang pulang dan selama perjalanan pulang keduanya tak ada yang buka suara yang ada hanya keheningan diantara keduanya.


Motor sport Antariksa akhirnya memasuki halaman rumahnya Bintang, seperti biasanya Antariksa selalu membantu Bintang untuk membuka helm yang dikenakan setelah Bintang turun dari motor Antariksa dan hal itu dapat membuat Bintang merasa begitu bahagia.


"Sayang, nanti malam aku jemput jam 7 ya." ucap Bintang memecah keheningan diantara mereka berdua.


"Iya Kak, lagian aku gak akan bisa nolak kan sebentar lagi Kakak udah mau pergi keluar negeri untuk meneruskan studi disana." Bintang merasa ada yang sakit di bagian dadanya saat menyadari kalau pria yang begitu disayanginya itu akan berada jauh dari dirinya dalam waktu yang cukup lama.


"Sayang kamu gak boleh sedih kayak gitu dong, nanti aku gak akan bisa pergi kalau kamu nya sedih," Antariksa mengelus pipi Bintang dengan lembut sambil menghibur gadis yang sangat dicintainya itu.


"Kakak pasti balik lagi kan? Kakak bakal setia sama Bintang kan? Kaka harus janji kalau Kakak gak akan sekingkuhin Bintang disana," Bintang mengeluarkan semua kekhawatirannya yang selama ini dia pendam dalam hatinya.


Mendengar ucapan Bintang, Antariksa tak bisa menahan tawanya, "Astaga sayang, mana bisa aku selingkuh dari kamu sementara selama aku sekolah baru kamu aja cewek yang udah berhasil membuat hatiku luluh," Antariksa mengacak rambutnya Bintang saking gemesnya dia kepada kekasihnya itu.

__ADS_1


"Aku pasti kembali dan akan segera melamar kamu, menjadikan kamu sebagai pendamping hidupku."


__ADS_2