
"Santai saja Aldo, dia sepertinya mahasiswa baru, jadi memang dia tidak mengenal kamu"
Jaka menenangkan, karena tau Siti dalam bahaya.
"Dia juga perempuan, anggap saja kau sial, sudahlah jangan dibalas"Boy juga ikut memenangkan Aldo
" Apa yang sedang kalian katakan, ini bukan masalah dia perempuan atau apalah, ini masalah harga diri, kalian lihat wajah ku ini?" menunjukkan pipinya yang merah
"Dia menamparku, dan dia orang pertama yang melakukan ini padaku, aku tidak terima, apapun alasannya, dia akan membayarnya dengan tunai!" teriak Aldo
Sedangkan kakaknya Marian, yang sedang menunggu di toilet nampak sedikit kesal karena Aldo yang langsung mematikan telpon tiba-tiba.
“Kenapa dia malah marah padaku, sudah aku katakan tadi jangan menegur ku di kampus, tapi masih saja, jadi begini akibatnya uh"
“Merepotkan sekali sebenarnya,kalau sudah berurusan dengan adik manja ku ini, tapi apa boleh buat, dia juga bisa membantuku nanti"
Mariam pun langsung berjalan melewati Aldo yang masih saja berada di tempat tadi.
"Astaga, dia bersama Jaka dan Boy, aku harap mereka tak mengenalku"
Mariam tak bisa memutar arah, karena sudah berpapasan dengan mereka
"Semoga saja mereka tak mengenaliku" Mariam berdoa, namun Jaka yang iseng malah menggodanya
"Wah ada yang beda nih" sambil bersiul-siul
karena memang Mariam sangat aneh dengan tompel besar di wajah nya
Aldo yang tau itu kakaknya, langsung menarik tangan keduanya
"Ayo kita pergi, apa yang kalian lakukan dengannya"
"Nanti dulu Aldo, ini barang bagus kita harus menyelamatkan nya"
"Sudahlah, ayo pergi"
menarik tangan Jaka
Mariam langsung bersyukur"Hah, untunglah Aldo bisa mengurusi mereka, tak bisa aku bayangkan jika sampai mereka mengenali aku, ini sangat berbahaya"
Aldo langsung mengirimkan pesan pada Mariam "sungguh kau sangat jelek sekali kak, aku ingin tertawa sebenarnya, saat Jaka dan Boy menggodamu"
__ADS_1
Mariam langsung tertawa
"Jangan kan kau, aku sendiri juga tak tahan melihat diriku seperti ini, tapi ini kan demi tugas negara" balasnya
“Tapi tetap saja,aku masih ingin membalas perempuan yang tadi membelamu itu, aku tak terima titik" balas Aldo
"Jangan kau ganggu dia, nanti saja kita bahas di rumah, aku bersiap-siap mau pulang ke kostan ku, nanti setelah itu aku akan pulang untuk menemuimu"
"Menyebalkan" ucap Alvin keceplosan
"Nah itu Sarah kekasih hatimu,Aldo"
Boy dan Jaka berusaha untuk membuat hati Aldo tenang, karena memang dia sangat mencintai gadis itu. Sebagai primadona di kampus, tentu saja banyak sekali yang tergila-gila padanya.
"Sayang, kenapa kau cemberut seperti ini?"
"Sarah sembuhkan dulu Aldo, dia harus segera diberikan vitamin, agar moodnya kembali bagus" langsung tertawa
"Maksud kalian apa?" Sarah langsung melotot karena memang dia tak mengerti apa yang ucapkan oleh Jaka
"Kami pergi dulu ya, kalian bersenang-senan lah saja"
Boy dan Jaka meninggalkan Aldo dan Sarah di kantin.
"Aldo, Aldo!" Sarah langsung berteriak karena Aldo mengabaikannya
"Ya sayang, apa tadi?"
Sarah yang merasa gondok, diabaikan langsung marah, dan merajuk, karena itu adalah ciri khasnya.
"Ah, kamu kenapa sih, ada apa memangnya, dari tadi aku mengobrol kamu cuekin terus, aku bete banget sama kamu!" langsung berdiri dan meninggalkan Aldo sendirian
tapi karena Aldo sedang pusing, jadi dia tak mengejar Sarah
"Sarah, ah!" memukuli meja kantin tersebut
"Ini semua gara-gara gadis kampung itu,jadi Sarah marah, kenapa aku tak bisa melepaskannya, aku harus mencari tahu siapa dia, dimana dia tinggal, dan aku akan memberikannya pelajaran!"
"Pelajaran biologi lebih asik sepertinya"
Jaka muncul dibelakangnya bersama dengan Boy
__ADS_1
"Ya aku setuju, apa lagi tentang sistem reproduksi manusia waw, bakal seru juga kalau langsung di praktekkan, apa lagi gadis kampung, baunya khas" mereka langsung tertawa
"Aku rasa kalian berdua ini memang harus di cuci otaknya, aku sama sekali jijik membayangkan pikiran kalian"
"Jangan kau balas dengan kekerasan, seharusnya kau balas dengan kasih sayang dan kelembutan, nah itu yang lebih bagus"
"Sudah gila kalian, apa kau tak memikirkan Sarah, aku sangat mencintainya"
mereka langsung tertawa, " cinta bisa saja mendua, mumpung kita belum menikah, bersenang-senang lah kawan, kita ini masih muda"
Aldo langsung pergi meninggalkan Boy dan Jaka, dia harus menemui kakaknya saat ini juga
"Aku akan mencari tau siapa dia, dari kak Bela, aku sampai pusing memikirkan gadis tolol itu, aku merasa ini harus segera diselesaikan"
Aldo langsung menelpon kakaknya, kebetulan Mariam alias Bela ini baru saja sampai di kostan yang dia sewa
"Aku lagi bersiap-siap pulang, karena mami datang hari ini, ada apa?"
"Cepatlah kau pulang, aku sebentar lagi sampai di rumah" Aldo langsung mematikan handphonenya
Tak butuh waktu lama Mariam sampai di rumah, di susul juga oleh ibunya
"Anak-anak Mami sudah pulang?"
langsung memeluk Aldo dan Mariam
"Kenapa Aldo cemberut begini?" maminya heran
"Ini semua karena kakak Mi, tadi Aldo di..."
langsung di potong oleh Mariam, karena dia tahu jika sampai masalah ini sampai ke telinga maminya itu artinya, Siti dalam masalah dan ini tak bisa di biarkan
"E, tunggu dulu Aldo, aku mau bertanya apakah kau memiliki kekasih di kampus?" pertanyaan yang akan membuat Aldo ketakutan, karena memang dia dilarang memiliki hubungan dengan gadis manapun, sebelum tamat kuliah.
walaupun mereka kaya raya dan modern, tapi orang tua Aldo masih memegang teguh adat istiadat,dan agama. Malah mereka terkesan sangat ketat sekali dalam urusan percintaan anak-anaknya, mungkin karena memang mereka berpikir tanggungjawab nya bukan hanya di dunia saja, tapi sampai akhirat. apa lagi maninya tau pergaulan sekarang sangat mengerikan, mendidik anak perempuan ataupun laki-laki saat ini sama-sama memiliki tantangan tersendiri, salah-salah malah bisa terjerumus pada pergaulan yang menyimpang.
"Kak Bela!" Aldo langsung cemas, karena Bela tau Aldo memiliki kekasih, dan itu artinya dia telah melanggar perjanjian di keluarga mereka
"kenapa Bela, apa adikmu punya kekasih ya?"
Bela langsung menaikkan alisnya, itu artinya Aldo harus segera bernegosiasi dengan nya
__ADS_1
"Kekasih apa Mi, kakak itu sengaja menggodaku, agar dia bisa mendapatkan uang jajan lebih banyak lagi"
"Astaga Bela, apa uang satu milyar satu bulan itu kurang untukmu Nak?"