
Aldo yang mendengar suara meja di pukul oleh kakaknya tersebut langsung kaget,
"Tamatlah riwayatku setelah ini"dia menutup wajahnya dengan buku menu yang berada didepannya
"Sekarang aku hanya bisa berdoa semoga kak Bela segera menangkap orang yang dia cari, karena jika terus begini,tak ada kesempatan untuk ku memberikan pelajaran pada perempat kampung itu"
Aldo benar-benar tahu apa yang akan dilakukan oleh Kakaknya
"Mariam, apa tanganmu tidak sakit?"Siti tidak menyadari jika perempuan yang berada disampingnya ini adalah seorang polwan yang sedang bertugas, jangankan memukul meja, memikul kepala penjahat saja hal yang sangat mudah dia lakukan
"Tidak sakit Siti, memang meja ini sudah lapuk,jangan khawatir" Siti langsung memegang meja kayunya, dia seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat
"Tapi kayunya masih sangat kokoh?"
__ADS_1
pertanyaan demi pertanyaan terus membuat Siti heran, untungnya Mariam bisa meyakinkan dirinya, jika semuanya baik-baik saja
"Aku rasa aku harus kembali ke kelas dulu sayang, takutnya nanti pak Santo akan datang lebih cepat" Aldo berdiri dan diikuti oleh Sarah dibelakangnya
Tapi mendadak telpon Mariam berbunyi,
"Siti aku mengangkat telpon sebentar ya"Mariam menjauh dari orang-orang karena ini adalah telpon dari informannya
"Bagaimana dengan kegiatan hari ini,apa kau tidak akan kena marah dosen?"
"Jangan khawatir aku akan meminta izin"Mariam langsung pergi
Siti pun kembali ke kelas, untuk berkenalan dengan teman-teman satu kelasnya, karena hari ini mereka semua sudah diinfokan melalui pesan singkat untuk berada didalam ruangan tersebut.
__ADS_1
"Untuk mempercepat tali persaudaraan kita satu angkatan, maka kami tim panitia berencana untuk mengadakan kemah bernama selama tujuh hari tujuh malam di luar kota, kegiatan ini wajib di ikuti, karena akan sangat berguna untuk sidang skripsi nanti, jadi tidak ada alasan untuk tidak bisa mengikuti, kecuali yang memiliki riwayat penyakit tertentu,bisa kami berikan keringanan"Siti pun memperhatikan dengan seksama, karena dia juga sama sekali tak pernah berkemah sebelumnya.Rasa khawatir pasti memang ada, tapi balik lagi dia harus ingat tujuannya menimba ilmu dan pulang dengan gelar yang membanggakan keluarga.
"Dengar-dengar setiap tahun acara ini memakan korban, seperti tahun kemarin ada yang sampai keluar dari dunia ini" bisiknya pada Siti.
"Maksudnya keluar dari dunia ini bagaimana?"
Siti menoleh kearah samping, seorang laki-laki gendut dengan wajah yang sangat imut berbicara padanya.
"Keluar dari dunia ini, ya kau pikir saja, kita berkemah di tengah hutan, selama tujuh hari, tidak bisa menikmati indahnya hidup di kota, tentu saja, kau bisa bayangkan betapa mengerikannya tinggal di tengah hutan" dia berusaha untuk menakut-nakuti Siti, dia tidak tahu jika di desa masyarakat banyak yang tinggal di kelilingi hutan
"Pasti kau takut kan?,tapi jangan khawatir, aku dan teman-temanku, membuka jasa bodyguard, kau bisa membayar kami" ternyata mereka adalah anak-anak kampus, yang mencari seseran untuk menambah uang jajan, alias mahasiswa senior yang sudah lama di kampus tapi tidak lulus-lulus.
"Aku tidak takut, kenapa aku harus takut?, di dunia ini kita punya Tuhan,jodoh maut dan rezeki semuanya sudah di atur" Siti tersenyum, dan membuat pemuda bertubuh gendut itu kesal mendengarkan jawabannya.
__ADS_1