
Mariam dan Siti langsung berjalan menuju kelas Siti, tapi kemudian perut Siti merasa sakit "Aduh Mariam, sepertinya aku mau ke toilet sebentar" langsung berlari meninggalkan Mariam
"Ya sudah, aku tunggu di kelasmu saja ya"Mariam langsung berjalan menuju kelas Siti
"Ya, aku mendengar langkah kakinya, aku harap dia akan segera mendapatkan teror pertama ini" Aldo tertawa menyeringai dengan bersembunyi dibalik pintu, dia langsung menarik balon yang sudah berisi cat tersebut
Mariam semakin mendekat, dan ...
"Aww!, apa ini?!"
teriakan Mariam, langsung membuat Siti yang baru saja keluar dari toilet, berlari langsung kearah sumber suara
"Mariam apa yang terjadi padamu?" Siti langsung panik melihat Mariam sudah berlumuran cat berwarna merah.
"Oh Tuhan kau kenapa Mariam!"
Aldo mendengar suara kakaknya langsung menjadi panik, dia memilih untuk tetap keluar dari balik pintu, karena merasa tidak aman
"Astaga, itu suara kak Bela, aduh tak bisa aku bayangkan jika dia tahu aku adalah pelaku utamanya" Aldo benar-benar cemas
__ADS_1
"Kau tunggu disini dulu, aku akan memanggil security untuk menjadi saksi kasus ini, tunggu dulu" Siti langsung berlari memanggil satpam, dia benar-benar sangat paham apa yang telah terjadi
"Sepertinya aku tahu, ini ulah siapa" ucap Mariam dengan tegas
"Habislah riwayat ku" ucap Aldo langsung diam-diam kabur dari pandangan Mariam, yang sedang ambyar
"Lihat saja Aldo, jika sampai cat ini tak bisa hilang dari rambutku, aku pasti akan menghukum mu!"
Mariam tadi melihat mobil Aldo ada di parkiran jadi dia tahu, jika Aldo yang melakukan ini untuk membalas Siti
"Sialan, kenapa kak Bela, datang pagi-pagi sekali, haduh mampus lah aku" Aldo sangat takut pada kakaknya, karena selama orang tuanya pergi keluar negeri, hanya ada Bela sang kakak yang selalu menemaninya dan menjadi pelindung untuk nya,dari kecil.
Aldo langsung buru-buru pergi ke kantin, karena memang dia adalah mahasiswa semester akhir, jadi hanya tinggal beberapa mata kuliah saja lagi.
merupakan memang sudah menjalin hubungan cukup lama, tapi Aldo sama sekali belum memperkenalkannya pada orangtuanya, karena peraturan dalam keluarga mereka, yang tidak mengizinkan anaknya menjalin hubungan dengan siapapun jika belum menyelesaikan pendidikan nya.
"Sayang, kenapa tanganmu merah?" tanya Sarah dengan cemas. Aldo langsung buru-buru menyembunyikannya, karena bekas noda cat tersebut masih menempel di salah satu kuku di jarinya
"Oh, ini. tadi aku tidak sengaja terkena cat, di rumah, karena ada beberapa rumah yang harus di cat ulang"berbohong
__ADS_1
Sarah semakin mendekat"Sayang, nanti setelah kita wisuda, aku mau kamu lamar ya, karena aku sudah tidak sabar ingin menjadi ibu dari anak-anakmu" ucap Sarah dengan manja
Aldo langsung mengelus kepalanya
"Ya sayang, jangan khawatir. aku pasti akan segera melamar mu"
Sarah langsung tersenyum
"Sayang, aku mau ke toilet dulu ya, aku titip tas aku dulu ya" dia langsung pergi meninggalkan Aldo
......
Di toilet
"Sabar Mariam, kita pasti akan menemukan pelakunya" Siti tampak sangat kesal, apa lagi melihat rambut Mariam yang sudah berubah warna menjadi merah
"Aku akan menghajar wajahnya!" mendadak suara Mariam berubah menjadi besar dan menakutkan, itulah suara aslinya, yang membuat Siti langsung kaget
"Mariam?"
__ADS_1
Bela lupa jika saat ini dia sedang menjadi Mariam, yang lugu,dan penakut
"Iya Siti, aku sangat emosi sekali soalnya" langsung melembutkan nada suaranya