Jatuh Cinta Dengan Laki-laki Yang Aku Benci

Jatuh Cinta Dengan Laki-laki Yang Aku Benci
Berani sekali


__ADS_3

Siti juga heran, kenapa Mbak Mumun kaget "Memang nya kenapa Mbak?"


"Kamu orang kaya ya?"


Siti langsung tersenyum dia yang selalu ramah dan rendah hati hanya menjawab dengan kata-kata yang lembut dan sopan.


“Kaya itu hanya istilah saja ya kan Mbak, karena kekayaan yang sesungguhnya terletak didalam hati setiap manusia”


dengan menundukkan wajahnya.


Mbak Mumun benar-benar takjub, tapi dia tak menunjukkan sikapnya yang berlebihan, pada Siti, meskipun dia tahu gadis yang berada di hadapannya bukanlah dari kalangan biasa, meksipun dia berasal dari kampung yang jauh, meskipun penampilannya sangat sederhana juga, tapi tutur katanya sopan dan tertata


Tatapan mata Mbak mumun, terlihat sangat hati-hati dia menatap Siti dari ujung kaki sampai kepalanya, untuk memastikan jika gadis ini benar-benar berasal dari desa


"Mbak, apa saya boleh masuk kedalam?" tanya Siti dengan heran


“Mm .. baiklah ayo kita segera masuk kedalam”


Dia langsung mengangkat barang-barang bawaannya.


memasuki lorong kost-kostan yang terlihat cukup bagus juga,dan ternyata hanya ada beberapa kamar saja yang kosong


“Ini kamarnya” Mbak Mumun langsung membuka kamarnya


Tanpa protes Siti langsung masuk kedalam.


“Terimakasih Mbak Mumun”ucapnya dengan menundukkan kepala.


"Semoga betah disini ya" Mbak Mumun langsung pergi, setelah mengambil beberapa lembar uang dari tangan Siti.


Sebelum masuk tidak lupa Siti mengucapkan salam terlebih dahulu,


sesuai ajaran orang tuanya, jika berada ditempat yang baru maka dia harus berdoa terlebih dahulu, karena kita di dunia ini hidup berdampingan dengan hal-hal gaib


“Hah, dia masuk?” Mbak Mumun, ternyata mengintip, dia masih penasaran dengan Siti.


karena Siti sama sekali tak protes, diberikan kamar yang berukuran sangatlah kecil, dengan satu kasur saja dan kipas angin yang tergantung, padahal dia tahu jika Siti bukanlah orang yang tidak mampu.


Melihat Siti yang tak protes dia langsung menegurnya


“Apa kau suka dengan kamar ini?”


dia terlihat tidak enak sendiri


Siti yang baru masuk langsung kaget, karena mbak Mumun tiba-tiba nongol.


"Mbak Mumun, mengagetkan saja" memegang dadanya


"Oh, iya aku lupa, nanti kalau token listrik nya habis, kamu bisa beli didepan, atau sama saya juga bisa" berpura-pura membicarakan hal tersebut.


“Siap Mbak"

__ADS_1


"Tapi kamar ini bagaimana menurut kamu?" masih penasaran juga?"


"Ya ampun mbak, kamar ini sangat bagus untuk aku beristirahat dan juga beribadah, aku rasa aku akan betah disini, oh ya aku akan membayar sewa kamar ini untuk satu tahun, deh"


Mbak Mumun nampak kaget, karena biasanya orang-orang yang kost di tempatnya membayar bulanan atau harian saja, karena memang tempatnya sangat biasa saja


“B-baiklah”


Setelah menyebutkan harganya Siti langsung menambahkan uang pada Mbak Mumun dengan tersenyum manis.


“Baiklah kalau begitu saya mau membereskan kamar ini Mbak, mau mandi dan nanti mau pergi ke kampus lagi, untuk daftar ulang”


Mbak Mumun yang masih mematung pun langsung, kembali mengangkat wajahnya dan dengan cepat meninggalkan Siti seorang diri.


“Baiklah kalau begitu, nanti kau bisa berjalan kaki untuk segera sampai ke kampus,itu lihatlah kampusmu terlihat dari sini, karena kost-kostan ini terlihat berada dibelakang kampus”


Siti pun langsung tersenyum


“Terimakasih Mbak “


Siti langsung buru-buru menutup pintu kamarnya


“Hmm, baiklah kalau begitu, aku harus segera bersiap-siap dulu"menghela nafas panjang, karena jujur saja kamar ini tidak sebesar kamarnya, namun letaknya begitu dekat dengan kampus, jadi dia bisa santai dan cepat sampai di kampus.


“Untunglah tujuan aku adalah kuliah dan menuntut ilmu” sambil memandangi kamarnya yang minimalis


“Baiklah aku akan mandi dan langsung saja siap-siap untuk pergi ke kampus”


"Go!" ucap nya bersemangat


Sekitar lima menit Siti sampai juga di kampus dengan berjalan kaki. Siti tidak tahu jika dunia kuliah itu tak hanya mengenai pelajaran dan dosen saja yang harus dia hadapi,


tapi lingkungan perkuliahan yang juga pasti akan sangat menantang juga dengan orang-orang baru yang akan dia temui.


“Baiklah jam setengah delapan, aku rasa kampus hari ini akan sangat ramai"


rambut nya yang hitam panjang tergerai, membuat dia nampak semakin anggun saja berjalan seorang diri, apa lagi Siti adalah orang yang sangat percaya diri sekali orang nya, walaupun Siti sendiri menyadari jika tinggal di kota besar, tentu saja banyak sekali tindak kejahatan yang tersebar dimana-mana.


Siti menarik nafas dalam-dalam saat mulai memasuki pintu gerbang kampus dia sengaja berdiri ditengah-tengah gerbang dan memejamkan matanya lalu mengeluarkan nafasnya dalam-dalam dan berdoa didalam hatinya, padahal tadi dia sudah masuk, hanya saja kali ini dia lebih siap dan lebih fresh karena sudah mandi pula,


“Ya Tuhan terimakasih untuk segala nikmat yang telah kau berikan, akhirnya aku bisa menginjakkan kaki ku di tempat ini, kampus yang akan mengubah segalanya”


Tiba -tiba dari belakang terdengar suara klakson yang sangat keras sekali


Titt....


Siti langsung terperanjat “astaga”


Memegang dadanya, karena benar-benar kaget.


Seorang laki-laki muda yang tampan dengan mobil mewahnya, tampak sangat marah karena mobilnya terhalang oleh Siti yang berdiri, dengan sangat marah sekali dia mengeluarkan kepalanya

__ADS_1


“Woy minggir!”


Siti langsung menepi dia tak menyangka jika apa yang dia lakukan itu berakibat merugikan orang lain


"Ya ampun"


dia pun langsung buru-buru menundukkan kepalanya meminta maaf


“dasar kampungan “ ucap pemuda itu pada saat melewati nya.


Sialnya ada genangan air yang tergenang didekat Siti, dengan santainya mobil itu menggilas genangan air yang berada disampingnya, lalu percikan air tersebut mengenai wajah Siti dan pakaiannya pun langsung basah


Siti langsung tersulut emosi ditambah pula mendengar kata-kata yang keluar dari mulut pemuda itu. “Ya Tuhan”  mengusap wajahnya yang terkena percikan air.


Siti yang sabar dan ramah pada siapapun mendadak menjadi murka, seorang putri tunggal yang selalu diperlakukan bak putri raja tiba-tiba mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain. Di tambah pula dia sama sekali tak pernah dikasari oleh orang tuanya dari kecil, tentu saja ini membuatnya semakin marah.


“Keterlaluan dan sungguh -sungguh ini adalah sebuah penghinaan, beraninya sekali dia mengatakan aku kampungan, memang ada apa dengan orang kampung,apa ada masalah?,dan lihatlah mobilnya baru saja membuat masalah denganku!”


Siti langsung menggenggam erat kedua tangannya, kulitnya yang putih mulus berubah memerah seketika,itu tandanya dia sudah benar-benar marah sekali.


Dengan cepat dia mempercepat langkahnya


dan mendekati laki-laki tersebut dengan berapi-api "Aku akan mengajarinya bagaimana bersikap dengan manusia!"


Aldo Putra Raharja tampan, dan kaya raya, anak bungsu dari dua bersaudara, bergelimpangan harta, salah satu konglomerat ternama keluarga nya,


namun sayangnya dia kurang mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya, karena bekerja menjalankan bisnis keluarganya yang menggurita hingga penjuru dunia, Aldo turun dari mobil dan langsung


merapikan rambutnya


“Hari ini adalah hari jadiku dan Sarah, tak terasa sudah satu tahun saja aku menjalani hubungan dengannya, setelah lulus nanti aku dan nya akan segera menikah dan hidup bahagiaa


tiba-tiba Siti langsung mengeluarkan botol air minum dari dalam tasnya, kemudian mendekati Aldo, dengan santainya mengguyurkan air dari belakang


“Rasakan ini!”


Aldo yang kaget langsung menoleh kebelakang dan melihat Siti yang sedang tersenyum puas karena berhasil membalas perbuatan padanya tadi.


“Kita sama-sama basah, dan ini adil bukan”


Siti menaikkan kedua alisnya dan tersenyum dengan sinis.


Dari pos keamanan, security nampak kaget sekali.dengan apa yang dilakukan oleh Siti pada Aldo


“Astaga Nona itu berani sekali, ya Tuhan,dia benar-benar salah besar jika berani sekali mengusik Tuan Aldo"


langsung mengelap keringat dingin yang mendadak keluar dari dahinya.


“Nona,aku rasa setelah ini kau akan menjadi bulan-bulanan Tuan Aldo, ya ampun berani sekali dia melakukan hal itu padanya, astaga “


dia langsung memegang dadanya yang berdetak sangat kencang sekali

__ADS_1


__ADS_2