
Karena kesal dia langsung bergabung duduk dengan Jaka dan Boy,
"Menyebalkan sekali aku melihatnya, cantik tapi jutex sekali"
Sabar Bom, itu memang takdirmu, makanya kau kurangi makanmu biar dia tertarik padamu"
"Dia belum tahu saja, jika aku kurus nanti akan terlihat tampan" mereka langsung tertawa, kebetulan Aldo juga sebagai panitia di acara tersebut, karena selalu begitu kan.
"Yang mana sih perempuan yang kau suka itu, biar aku yang menemuinya langsung"goda Aldo
"Kau serius Aldo?, jangan membohongi aku,nanti aku terlalu berharap padamu, rupanya itu adalah harapan palsu"
Boy dan Jaka langsung tertawa
"Kau salah Bom, aku khawatir jika perempuan itu malah jatuh cinta pada Aldo nanti,kau lihat ketampanan Aldo begitu luar biasa"
__ADS_1
"coba tunjukkan dimana dia, aku akan meminta nomor handphonenya untukmu"
Bom-bom langsung menunjuk kearah Siti
Aldo langsung terbatuk-batuk saat melihat Siti "Apa tidak ada perempuan lain yang kau suka Bom, sebanyak ini mahasiswa baru, kenapa gadis kampung seperti itu yang jadi incaranmu" Aldo merasa kesal, karena targetnya untuk membalas dendam pada Siti, akan terhalang karena Bom-bom yang naksir Siti.
"Yang mana sih Bom, bikin penasaran aja" Jaka jadi penasaran, karena dulu Bom-bom pernah naksir Sarah, dan malah Aldo yang mendapatkannya
"Hati-hati Bom, nanti di tikung Aldo lagi, rasanya itu Sakit tapi tak berdarah Bom" timpal Boy
"Selera Bom-bom kali ini sangat rendah" Aldo langsung mengalihkan wajahnya
"Kenapa kalian tertawa,apa ada yang lucu"Bom-bom terlihat marah
"Bukan itu Bom, kau tanya sendiri dengan Aldo, bagaimana menurut pendapatnya"
__ADS_1
Aldo diam saja, "Tidak peduli dia target Bom-bom, aku akan tetap memberikan pelajaran padanya, tugas kalian nanti, buatlah dia tertinggal dari Bus saat pergi berkemah, karena aku akan membalasnya dengan kedua tanganku ini"
"Sabar, kau ingat jangan macam-macam, jangan sampai kau menghilangkan nyawa orang Aldo, aku sungguh kasihan melihat nasibmu nanti, dengan memakai pakaian berwarna oranye"
"Aku sedang serius, berhentilah kalian bermain-main denganku, lebih baik kalian bantu aku besok"
Jaka dan Boy langsung mengangguk mengerti
"Kami akan membantumu, tapi ingat Aldo, jangan keterlaluan,kau juga yang akan repot nantinya, kalau sampai terjadi apa-apa, karena dia anak tunggal, aku melihat biodatanya, dan juga orang tua nya, salah satu orang terpandang di kampungnya"
"masa bodoh!, dia sudah membuat aku malu, apapun alasannya, aku sama sekali tak menyukainya, dia harus menerima hukuman dariku!"
Siti terlihat sangat antusias sekali dengan persiapan untuk pergi berkemah, apa lagi tujuannya untuk menimbulkan rasa kebersamaan dan mandiri antar mahasiswa, mereka pun, terbagi menjadi beberapa rombongan, khusus Siti dia mendapatkan rombongan dengan Aldo sebagai ketua kelompoknya.
"Jadi kalian semua harus mencari ketua kelompok kalian, dan meminta tanda tangannya, jangan lupa juga untuk meminta Poto berdua, yang akan ditempelkan di tanda pengenal kalian masing-masing, siapa yang tidak bisa mendapatkan poto tersebut dianggap gagal, dan harus mengulang tahun depan,jadi berusaha lah dengan sopan untuk meminta tanda tangan dan foto, kedua kelompok kalian masing-masing, ingat dengan sopan!" ucap ketua panitia mereka.
__ADS_1
"Apakah kalian sudah siap semuanya!"
"Siap!" teriak para mahasiswa baru