Jatuh Cinta Dengan Laki-laki Yang Aku Benci

Jatuh Cinta Dengan Laki-laki Yang Aku Benci
Ketemu lagi


__ADS_3

Siti merebahkan tubuhnya, dia tampak sibuk sekali menyiapkan apa saja yang akan dibawa berangkat untuk besok.


"Semuanya sudah dibereskan, hanya ada beberapa yang belum aku beli"


tapi kemudian handphonenya berbunyi, ternyata ibu dan ayahnya menelpon, untuk mengetahui kabarnya saat ini.


"Bagaimana kabar mu anakku"suara ibunya terdengar begitu lembut.


"Siti baik-baik saja Bu, dan ini besok mau persiapan berangkat kemah, doain semuanya lancar ya Bu" sebenarnya Siti juga merindukan ayah ibunya, tapi tekadnya mengalahkan segalanya, apa lagi dia adalah anak tunggal yang tentunya, tantangan kedepannya lebih besar lagi.


"Ibu doakan semuanya lancar anakku, walaupun ibu nggak ngerti itu apa"sambil tersenyum dengan suara yang parau, dan Siti tau jika ibunya itu sedang menangis


"Ehem..." terdengar ayahnya berdehem


"Ada ayah disana Bu?"


"Iya Nak, tapi ayahmu sedang ada tamu, jadi dia tidak bisa berbicara denganmu" ucapan ibunya membuat Siti menjadi sedih, tapi dia tidak tahu, jika ibunya sedang berbohong, karena ayahnya dari tadi juga mendengarkan langsung suara putrinya, hanya saja dia tidak cukup kuat untuk berbicara.Karena sesungguhnya seorang ayah malu untuk menunjukkan rasa khawatirnya.

__ADS_1


"Baiklah Ibu,ini masih ada beberapa lagi yang belum ada, rencananya mau ke mini market dekat sini, nanti aku akan segera menghubungi Ibu lagi ya, sampaikan salamku pada Ayah Bu, katakan padanya, jangan banyak merokok dan minum kopi, nanti sakit, aku tidak mau nanti, saat aku wisuda ayah tidak datang" ayahnya langsung tersenyum, mendengarkan perhatian dari putrinya tersebut.


Siti pun langsung bergegas keluar untuk membeli perlengkapan yang masih kurang.


saat dia membuka pintu dan berjalan keluar, beberapa orang memandangnya sambil berbisik, "Itu yang namanya Siti kan, yang tadi bacaan ayat suci Al-Quran nya bagus sekali"


"Kita ternyata satu kost dengannya"


"Ya ampun wajahnya juga teduh ya, gayanya sederhana"


"Mereka terlalu berlebih-lebihan menatapku" Siti langsung naik bajai, untuk sampai ke minimarket dekat dengan kampus by tersebut, tapi sayangnya apa yang dia cari sudah habis.


"Jadi bagaimana ya, aku harus membelinya dimana" Siti melihat jam


"Masih jam tiga, masih lama malam, aku harus mencari disekitar sana mungkin ya" Siti langsung membuka handphonenya untuk membuka maps, mencari mini market di sekitar tempat itu.


"Nah ini saja, sepertinya ini mall yang cukup besar, semoga saja disini ada"

__ADS_1


bergegaslah dia naik bajai lagi, karena lebih murah tarifnya dari taksi, lagi pula Siti suka naik bajai, karena sangat unik saja menurutnya.Sepanjang perjalanan dia mengobrol dengan pemilik bajai, yang juga welcome dengan semua pertanyaan dari Siti.


"Sudah sampai Neng"


"Oh iya pak, terimakasih"Siti langsung turun, tapi ntah kenapa di pintu masuk Mall, begitu ramai sekali, sehingga perlu antri untuk masuk.


"Kenapa ramai sekali ya?"tanya Siti pada seseorang didepannya


"Ada artis, jadi ramai" ternyata laki-laki yang dia tanya itu adalah Aldo, dengan rambut botaknya.


"Kau!" Aldo kaget begitu juga dengan Siti,


Sarah langsung menarik lengannya


"Sayang lewat sini saja" Aldo menatap Siti dengan melotot,


"Awas saja kau nanti ya!"

__ADS_1


__ADS_2