
Siti tak berdaya, karena posisinya saat ini adalah junior,tentu saja sebelum terjun di dunia kampus, dia sudah tahu dengan segalanya, termasuk ospek mahasiswa baru. Tapi Siti tak mau gegabah apa yang terjadi saat ini sudah terjadi, dia tak mungkin bisa mengubahnya.
"Kenapa kamu diam Nona, bukannya kau ini mau minta foto dan tanda tangan kita?" tertawa terbahak-bahak Jaka.
sedangkan Boy terlihat lebih kalem sambil memandang Siti, dari ujung kaki sampai kepala
"Ya sudah sini,aku berikan tanda tangan ku,dan juga foto aku yang paling tampan, tapi yang punya lesung pipi cuma dia"Jaka menunjuk Aldo dan Boy.
Siti langsung memberikan buku dan juga mengambil handphonenya
"Terimakasih Kak" ucapnya
dan memberikan pada Boy, tanpa mempedulikan Aldo, yang duduk disampingnya
"Nona Siti?, haduh terlalu bagus memanggilnya Nona, tidak pantas dengan mukanya, sebaiknya panggil apa ya?" Aldo berdiri dan mengelilinginya
"Parfum mu, bau menyan, pasti sangat murah sekali ya?, hah sungguh kau pantas di panggil
Mbok Siti"lagi,lagi Aldo tertawa dengan sangat keras sekali, sungguh sangat menyebalkan mendengarnya meledek Siti.
"Kurang ajar sekali, dia memanggilku dengan panggilan Mbok,tapi aku tak bisa mengelaknya, dia memiliki lesung pipi dan memang tampan juga, tapi sayangnya kelakuannya seperti setan"gumamnya dalam hati
Siti tak berani menatap mata Aldo, karena memang dia sedang terpojok.
"Sudahlah cepat berikan dia tanda tangan dan foto kita, kasihan dia sudah seperti seekor ayam sakit saja, cepat berikanlah dulu"
"Kenapa kalian sibuk sekali, kalau aku tak mau memberinya bagaimana?"
Siti menundukkan kepalanya, tapi kemudian Boy langsung mengambil kertas di tangannya dan memberikan tanda tangan, dan juga meminta Siti memotret dirinya
"Terimakasih Kak"
Siti langsung pergi dengan mengabaikan Aldo.
"Hei, mau kemana Mbok, kau tak memerlukan tanda tanganku ya?" Aldo benar-benar marah, tapi kemudian dia langsung tertawa sinis.
"Kau lihat saja, bagaimana aku akan mengubah peraturan baru tahun ini,kau akan menangis nanti datang untuk memohon aku memberikan tanda tangan padamu, lihat saja nanti"
__ADS_1
Jaka dan Boy hanya bisa tersenyum saja, melihat Aldo yang seperti itu, karena memang dia tidak pernah diperlakukan buruk oleh orang lain.Apa lagi dengan perempuan.
"Aku mau pergi dulu" tiba-tiba Aldo menghilang dari mereka berdua.
"Kemana dia?"Jaka melihat sekeliling
"Halah, paling juga mencari Sarah,sudah biarkan saja, dari pada dia fokus membalas rasa kesalnya pada maru(mahasiswa baru), itu, kasihan. Apa lagi dia dari kampung, tau sendiri orang kampung, mereka tak terlalu paham bagaimana pergaulan di kota"
Jaka langsung menatap Boy"Boy, jangan bercanda, kau tak pernah membela perempuan seperti ini, katakan padaku, sebenarnya apa yang ada didalam pikiranmu?,atau jangan-jangan kau naksir dengannya ya?"
Boy langsung mengusap wajah Jaka
"Memangnya ada yang salah?, kalau aku tertarik padanya, dia wanita dan aku pria, bukankah itu hal yang wajar"Boy langsung berdiri meninggalkan Jaka
"Astaga, itu yang aku takutkan sejak dulu, kalian akan bersebrangan seperti ini, dan sekarang itu terjadi,Boy menyukainya, dan Aldo membencinya, haduh, kacau"Jaka langsung menepuk dahinya.
.....
Siti Karina, muda, cantik dan energik
Sekarang sedang dalam masalah besar dia adalah target yang harus diselesaikan oleh Aldo yang memiliki kuasa.
"Bagaimana Siti, apa kau mendapatkan tanda tangan dan foto juga dari kakak yang tadi?"
Siti mengangguk, tapi dia tidak mau menceritakan masalahnya dengan Aldo, takutnya malah semakin ribet nantinya
"Syukurlah, karena ada pengumuman baru, kita harus memilih satu foto yang akan kita cetak nanti, dan ditempelkan dikarton yang akan dikalungkan di leher nanti, nah yang jadi masalahnya adalah kita belum diberi tahu, siapa yang sudah betul menemukan kak Aldo, di kelompok kita, karena jika kita salah, kita akan mendapatkan hukuman, dan yang menang akan mendapatkan fasilitas istimewa saat berkemah nanti" ucap Dela
"Repot juga sih, tapi aku rasa kakak yang pertama kita bertemu itu yang namanya Aldo, karena dia juga memiliki lesung pipi"
"Tapi lesung pipinya,tidak sedalam kakak tampan yang tadi sedang duduk, bisa saja dia yang namanya Aldo"
Ratih mulai cemas karena memang dia menyadari jika yang dikatakan temannya itu benar, tapi dia tidak mau terlihat bodoh dengan memohon pada lelaki tersebut.
"Siti,kenapa kau diam saja, lihatlah yang lainnya terlihat begitu bahagia, dengan foto-foto yang mereka dapatkan"
"Sumpah ya, ganteng banget kakak yang tadi, mana wanginya ,Masha Allah bikin aku mau balik lagi, minta foto sekalian nomor handphone nya" mereka tertawa semua, berbeda dengan Ratih yang hanya termenung tak bisa berkata apa-apa lagi.
__ADS_1
Ratih termenung saat para panitia ospek lainnya, memberikan pengumuman besok pagi, karena mereka harus menyiapkan semuanya dalam satu malam, besok pagi setelah semuanya diseleksi, mereka akan berangkat untuk berkemah selama satu minggu.
"Nah sebelumnya, kita akan meminta setiap satu kelompok untuk menunjuk satu orang, untuk maju, dengan bakat yang di miliki, siapa yang mendapatkan tepukan paling banyak, maka kelompok nya akan mendapatkan reward dari para panitia" semuanya langsung bersorak riang
"Ayo dari kelompok kita, kalian bisa maju untuk membuat nama kelompok kita menonjol, ayo cepat siapa?"
mereka saling berpandangan
"Kalau aku memang cantik,tapi mana mungkin aku menunjukkan wajah ku ini saja, bakatku hanya menghabiskan uang saja"ucap Lidya yang merupakan paling keren gayanya di kelompok mereka.
"Kalau aku sukanya main futsal, apa aku harus menunjukkan bakat itu?"
ucap Raka, mereka semua berembuk tapi tak menemukan hasilnya.
"Hei, lihat semua kelompok sudah siap dengan peserta,lihat itu mereka semua sudah didepan" hanya kelompok mereka yang belum menentukan siapa yang maju
"Siti, bakat kamu apa?"
sebenarnya Siti suka menyanyi, tapi dia tidak yakin jika itu akan menjadi bakatnya
"Aku suka nyanyi, tapi aku tidak terlalu yakin dengan suaraku"
belum sempat Siti menyetujuinya, teman-temannya langsung mendorongnya untuk maju, dan mengangkat tangan jika mereka sudah siap
"Astaga, apa yang kalian lakukan" wajah Siti memerah, karena dia tak percaya dengan apa yang dia miliki ini
"Lebih baik kau maju, dari pada kelompok kita tidak tampil, itu akan sangat menyedihkan sekali" Siti hanya bisa pasrah saja saat teman-temannya memberikan semangat.
para panitia dan senior,duduk berjejer melihat satu persatu bakat para mahasiswa baru, yang akan ditampilkan.Sangat seru sekali, dan mereka benar-benar sangat berbakat dengan kreatifitas yang mereka miliki masing-masing,ada yang menunjukkan sulap, berjalan ala model, menggambar, banyak lagi, dan banyak juga yang bernyanyi, dan suara mereka juga sangat bagus, apa lagi, lagu yang dibawakan lagu berbahasa asing.
"Astaga, mereka berkelas sekali"Siti semakin cemas saja, karena dia sendiri sebenarnya hanya bisa menyanyikan lagu dangdut, dan itu membuat dia merasa insecure dibandingkan perwakilan kelompok yang lain.
"Siti, semangat, kau pasti bisa" ucap Dela dengan mengangkat jempolnya
"Suaraku jelek tau"
"Tidak apa-apa, justru itu artinya kau sangat unik dengan kejelekan suara, itu bakatmu Siti, kau harus bangga" ucap Raka dengan wajah yang sangat menyebalkan bagi Siti
__ADS_1
"Raka, tidak lucu!" Dela melotot pada Raka