
"Jam berapa sekarang?"
Siti terbangun mendadak, karena malam tadi dia tidak bisa tidur nyenyak.
"Astaga, sudah jam setengah delapan!" Siti langsung panik, karena semuanya diwajibkan jam tujuh sudah di kampus.
dia bergegas mandi dan langsung pergi, dan tanpa dia sadari, dia lupa membawa handphonenya yang berada diatas lemari, termasuk dompet miliknya.
"Semoga saja ada juga yang terlambat" Siti berlari dengan cepat untuk sampai ke kampus, dan seperti yang ditebak, dia sudah terlambat.
"Sasaran empuk, biar aku saja yang menanganinya" Aldo tertawa geli saat melihat Siti yang datang terlambat, ditambah pula dia memasang foto Boy di tanda pengenalnya
"Itu yang terlambat suruh berbaris didepan, belum apa-apa sudah tidak disiplin, cepat suruh kesini!"
Aldo berteriak dengan sangat keras, tentu saja yang lain sudah paham seperti itu memang aturannya, namun mereka tidak tau jika Siti dan Aldo memiliki masalah pribadi.
"Hah, sial!, dia sombong sekali, kenapa harus dia yang menjadi seniorku, ini tidak benar!"
Siti memilih untuk tetap tenang.
"Coba siapa yang satu kelompok dengan dia?"salah satu senior juga memandang Siti dengan marah, apa lagi senior perempuan
"Benar-benar tidak disiplin!"
"Maafkan saya Kak" Siti tetap menundukkan wajahnya.
"Maaf, maaf!, sekarang mana yang satu kelompok sama dia!"
Raka dan kelompoknya langsung mengangkat tangan
"Oh itu kelompok nya, coba lihat tanda pengenalnya"
"Kelompok Aldo dia" mereka tersenyum-senyum saat melihat nama yang tertulis ditanda pengenal Siti
"Jadi ini yang namanya Aldo" melihat foto wajah Boy, yang tersenyum dengan lesung pipi.
__ADS_1
"Ingat ya, sesuai perjanjian kita kemarin, setiap kelompok di suruh untuk mencari kakak senior yang akan menjadi pembimbing kelompok masing-masing, dan jika salah maka harus bersiap-siap untuk menerima hukuman, apa kalian semua paham!"
semuanya menjawab dengan serentak
"Sekali lagi, tolong lebih jelas lagi,apa kalian paham dengan semua konsekuensinya!"
"Paham kak" ucap mereka serentak.
"Baiklah, kalau begitu sekarang kita mulai saja, untuk berkenalan dengan ketua kelompok kalian masing-masing, jadi nanti yang salah silahkan berdiri didepan"
Siti pun langsung berjalan untuk kembali masuk barisan
"Hei kau mau kemana?"
"Mau masuk barisan Kak"
jawab Siti dengan santai
"Siapa yang menyuruh kamu masuk barisan ha?"dia langsung kembali ke tempatnya berdiri
"Maafkan saya Kak" ucap Siti sekali lagi dengan menundukkan kepalanya.
Boy dan Jaka saling memberikan kode
"Kau lihat Aldo begitu kesal padanya"
"Kita tak bisa berbuat banyak Boy, kau tau sendiri bagaimana Aldo, jika dia tidak suka dia akan melakukan segalanya"
"Kenapa tidak kita ajak Sarah saja, dengan begitu dia tidak akan terlalu fokus pada dia" menunjuk Siti.
"Kau tau sendiri Sarah, dia tidak akan suka ikut seperti ini, sedangkan saat dia jadi Maru saja, kau ingat bagaimana para pengawalnya dan juga keluarganya memberikan fasilitas bak hotel bintang lima"
"Dia kan model, wajar saja, nanti kulitnya di gigit cemut" mereka langsung tertawa
Beberapa hari ini juga Siti tak bertemu dengan Mariam, terakhir dia menghubungi Siti, tidak ikut tahun ini karena ada urusan keluarga yang tak bisa ditinggalkan.
__ADS_1
"Hei, kenapa kau bengong saja, coba tatap kedepan!" salah satu senior perempuan tak suka melihat Siti yang dari tadi diam saja, pokonya semua senior saat ini selalu benar.
Siti memilih untuk tidak menjawab apapun,
"Baiklah semuanya kita akan berkenalan dengan senior-senior kita,dan nanti juga kita akan mengumumkan kelompok berbakat, yang akan mendapatkan hadiah reward saat berkemah nanti"
semuanya langsung bertepuk tangan dan kelompok Siti sangat yakin jika mereka akan keluar menjadi pemenangnya.
"Ya Tuhan, sungguh aku sangat benci dan muak sekali dengannya!" Siti mengumpat Aldo didalam hatinya, tapi dia tak bisa berbuat apapun, karena saat ini Aldo terlihat memiliki peran yang sangat penting.
"Baiklah, kita akan memperkenalkan semua senior spesial ini, dan yang sangat membahagiakan adalah jika tahun ini, seorang senior yang juga memiliki pengaruh sangat besar, mau bergabung menjadi panitia, kita sambut saja dengan tepuk tangan meriah untuk kakak senior spesial yang paling tampan dan paling berpengaruh di kampus, kak Aldo"
Aldo langsung maju dengan melambaikan tangannya
Siti langsung kaget saat melihat laki-laki yang bernama Aldo adalah Lelaki yang sangat dia benci.Detak jantungnya serasa terhenti saat itu juga.
"Ya Tuhan, tamat lah riwayatku, dia yang bernama kak Aldo, dan aku sangat yakin dia akan membalasku berkali-kali lipat setelah ini"Siti mendadak cemas, apa lagi saat MC menyebutkan jika Aldo adalah salah seorang yang memiliki pengaruh besar di kampus.
"Kalian juga harus tau jika orang tua kak Aldo adalah donatur tetap di kampus ini, yang paling banyak memberikan bea siswa untuk mahasiswa kurang mampu, dan dia juga memberikan sponsor langsung untuk acara kita, makanya kita tidak mengeluarkan biaya sepeserpun, karena semuanya sudah di tanggung oleh kak Aldo, mulai dari tempat berkemah, transport dan juga konsumsi selama berkemah" tepuk tangan kembali mewarnai aula tersebut.Siti tak bisa berkata apapun, dia juga mau tidak mau bertepuk tangan.Aldo langsung melirik kearah Siti
dia terlihat sangat puas sekali saat Siti bertepuk tangan untuknya
"Sekarang kau tau kan siapa aku, dan bagaimana pengaruh aku, di kampus ini, anak kampung!"
Siti diam saja, tak mau melihat kearah Aldo yang dari tadi terlihat begitu sombong sekali, karena orang-orang terus memujinya.
"Setidaknya aku masih punya Tuhan yang akan melindungiku"gumam Siti didalam hati
"Jadi nanti setiap kelompok bisa meminta bantuan apapun dengan Kak Aldo, apa ada yang masih belum kenal dengan kak Aldo, atau ada yang salah menempelkan foto beliau?,kalau ada maju kedepan"
tidak ada satupun yang salah, kecuali Siti yang lagi-lagi, maju kedepan dan mengangkat tangannya.
"Astaga, lagi-lagi dia, ya ampun, apa matamu katarak tidak bisa membedakan laki-laki paling tampan di kampus kita,apa lagi senior yang memiliki lesung pipi hanya bisa dihitung dengan jari, dan yang paling tampan adalah kak Aldo"
mereka pun langsung memeriksa tanda pengenal Siti
__ADS_1
"bagaimana apa menurutmu kak Aldo tidak tampan?, kamu tau foto yang kamu cetak ini adalah foto kak Boy"
Siti yang sedang terpojok pun akhirnya menjawab "Tampan atau tidak itu setiap orang berbeda kak, mungkin kak Aldo memang tampan, bagi semua orang, tapi bagiku kakak yang fotonya aku cetak ini juga tak kalah tampannya, karena ini tergantung selera masing-masing".