Jatuh Cinta Dengan Laki-laki Yang Aku Benci

Jatuh Cinta Dengan Laki-laki Yang Aku Benci
Satu kali tamparan


__ADS_3

Siti tidak tahu dia sedang berurusan dengan siapa, tapi yang jelas saat ini security yang melihat kejadian tersebut sangat cemas sekali


"Nona itu tidak tahu siapa lawannya, astaga"


langsung masuk dan bersembunyi didalam pos, karena tak berani melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.


“Aku rasa Nona itu akan terancam keberadaannya di kampus ini, ya Tuhan,


Kau tidak tahu Nona siapa laki-laki yang berhadapan denganmu itu” ucapnya sampai gemetaran


"Kasihan sekali nasib Nona polos itu"


Siti langsung berteriak memaki Aldo dengan sangat kesal


“Tuan seharusnya anda instrospeksi diri dulu, jangan mentang-mentang naik mobil, seenaknya saja bersikeras, anda lupa Tuan harta itu hanya titipan semata, jangan seenaknya memperlakukan orang lain sesukamu, karena tidak semua orang sama!"


Siti langsung pergi meninggalkan Aldo, dengan tersenyum sangat puas sekali karena berhasil membalas rasa kesalnya, meskipun dia adalah gadis yang ramah dan tidak sombong, tapi satu hal sifatnya yang tak bisa terbantahkan jika sedang marah, dan jika dia menginginkan sesuatu, bagaimana caranya harus bisa dia mendapatkannya.


“Enak saja, dia mau memperlakukan aku begitu saja, jangan pikir karena aku berasal dari kampung, dia bisa seenaknya saja melakukan hal-hal seenaknya padaku".


Siti memang cerdas, dia pun langsung berjalan mencari ruangan untuk daftar ulang mahasiswa baru.


“Dimana ya ruangannya?”


Ucapnya sambil berjalan mengelilingi gedung tersebut.


Untunglah ada salah seorang gadis yang sepertinya juga berasal dari desa dan terlihat mondar-mandir dari tadi.


“Sepertinya dia juga mahasiswa baru”


Siti pun langsung menghampirinya dan berkenalan secara langsung


“Hai, kamu anak baru juga ya?”


sapa Siti dengan tersenyum dan mengulurkan tangannya


“Perkenalkan aku Siti"


dia nampak sangat pemalu, dari tadi hanya  menundukkan wajahnya, sebenarnya dia cantik hanya saja terkesan introvert


“Aku Mariam" ucapnya lembut


dia membalas uluran tangan Siti


belum sempat Karina melanjutkan ucapannya


Siti langsung menggandeng tangannya

__ADS_1


“baiklah Mariam,kalau begitu kita sama, ayo kita daftar ulang dulu”


Mariam pun langsung tersenyum senang mengikuti Siti yang sangat ramah padanya


karena mereka datang lebih awal jadinya mereka dengan sangat mudah untuk menyelesaikan berkas-berkas administrasi terlebih dahulu


“Baiklah ini sudah ditangan” memegang jaket almamater dan juga  kertas berwarna putih


“Baiklah, aku akan segera beristirahat dulu”


Siti sangat bahagia sekali


“Siti kau tidak mau keliling kampus dulu?”


Mariam mengajaknya


“Keliling kampus?” Siti bengong, karena merasa itu tidak perlu, karena besok-besok masih bisa berkeliling,


di kertas yang diberikan ini tertera jelas jika nanti ada pengenalan kampus. Lagi pula dia juga tidak terlalu suka untuk berlama-lama di kampus, karena memang merasa harus kembali ke kostan nya,untuk merapikan semua barang-barang yang tadi belum sempat di bereskan


“Hmm, Mariam sepertinya aku mau pulang saja dulu, karena aku baru sampai pagi ini dari kampung, pakaianku masih berantakan sekali di kostan, aku rasa aku harus segera merapikan kamarku dulu” ucanya dengan ramah dan sopan


“Baiklah kalau begitu, jadi besok pagi kita akan mulai kembali datang ya, untuk berkumpul kembali sebagai mahasiswa baru”


“Baiklah,,kalau begitu aku pulang dulu ya”


Namun baru saja ia hendak melangkahkan kakinya keluar meninggalkan gedung, dia baru sadar jika berkas yang ditaruh dimeja tadi belum dibawa.


“Astaga,aku lupa berkas tadi masih ketinggalan ya Tuhan”


Siti mempercepat langkahnya.


Namun pada saat sedang terburu-buru, dia melihat Mariam sedang dimarahi oleh laki-laki yang tak asing baginya yaitu Aldo


Mariam nampak terpojok, apa lagi Aldo terlihat marah-marah sekali padanya dengan tangan di pinggangnya.


“Bukankah itu Mariam, dan itu kan laki-laki yang tadi yang membuat pakaianku basah, gara-gara terkena genangan air yang dilewati mobilnya tadi?” Siti langsung memperhatikannya dengan seksama,


tampak Mariam hanya diam saja dan malah terlihat sangat tegang sekali


“Benar, aku yakin pemuda itu membuat ulah lagi dan aku harus segera menolong Mariam”


Dengan cepat dia berjalan dan menyingsingkan lengan bajunya dan dengan cepat memukul tangan Aldo


“Rasakan ini!, kau benar-benar tak tahu malu ya dari tadi mencari masalah terus, sekarang kau membuat keributan dengan memarahi seorang perempuan lagi, ini sungguh-sungguh kelewatan, aku akan melaporkanmu pada pihak keamanan kampus, sungguh kau laki-laki tak tahu malu, hanya berani dengan perempuan saja!"


Aldo terlihat kaget sekali, begitu juga dengan Mariam yang kaget, tapi Siti bak seorang pahlawan langsung menarik tangan Mariam

__ADS_1


“Ayo cepat,kita harus pergi dari sini”


Aldo memegang tangannya yang kesakitan karena dipukul oleh Siti


“Ayo Mariam,jangan mau di ganggu olehnya”


“Tapi Siti dia adalah...”


“Jangan khawatir aku akan melindungi kamu, jangan takut, apa dia menyakitimu?”


Siti melihat sekujur tubuh Mariam dan kaget saat melihat pakaian yang berada pada tubuhnya robek, Siti yang sangat peduli dengan orang-orang lembah langsung marah sekali.


“Apa dia yang merobek bajumu?”


Mata Siti terbelalak dengan sangat heran sekali


“Bukan Siti, jangan khawatir ya, tapi...”


Lagi-lagi Siti langsung memotong ucapan Mariam, karena berpikir dia sedang terancam jiwanya


“Baiklah kau tunggu disini dulu, aku pastikan dia akan menyesal karena telah membuatmu seperti ini, jangan khawatir, serahkan padaku"


Siti langsung berjalan mendekati Aldo yang masih kesakitan karena ternyata pukulan yang diberikan Siti benar-benar kuat sekali.


Jarak mereka sekitar seratus meter, dan bersamaan dengan itu, kedua orang teman Aldo, Jaka dan Boy juga berjalan menuju Aldo, tapi Siti lebih dulu sampai,dan langsung memaki Aldo dan menampar wajahnya


Plakk....


“Awwwwww!”


Aldo langsung kaget. Begitu juga Jaka dan Boy,jangan ditanya apa yang terjadi pada Mariam dia bahkan tak percaya dengan apa yang dia lihat.


“Rasakan!,itu memang pantas kau dapatkan, kau sudah benar-benar mencari masalah hari ini, tadi pagi kau telah membuat aku marah dan sekarang kau merobek pakaiannya, sungguh kau benar-benar tak punya malu!”


Aldo terdiam, karena baru kali ini ada seorang perempuan yang tak terpesona dengan ketampanannya, bahkan berani sekali menampar dan membentaknya.


“Kau!” Aldo mengangkat tangannya hendak membalas Siti,tapi dia sangat anti untuk membalas perempuan.


“Apa? Mau pukul aku? silahkan saja,karena kau memang pantas untuk mendapatkan hal ini,kau pikir karena aku gadis desa aku tak berani melawan kebatilan yang aku lihat didepan mata?, oh tak semudah itu kau merendahkan aku,baru saja kau naik mobil seperti itu, sudah sombong sekali gayamu, sudah seperti kau saja yang memiliki dunia ini dan isinya “ ucap Siti marah. Dia memang gadis yang berbeda dari yang lain, dia sangat memegang teguh prinsipnya, yaitu tak bisa melihat ada kebatilan didepan matanya.


“Untunglah kau perempuan, jika tidak aku jamin hidungmu itu akan menghadap keatas lubangnya” penuh dengan emosi, wajah putih Aldo seketika berubah menjadi merah padam


Siti langsung mendongak keatas, karena laki-laki yang berada dihadapannya itu memang lebih tinggi darinya, jika Siti hanya memiliki postur tubuh 160 cm, maka Alvin memiliki tinggi 180 cm


Boy dan Jaka sampai tak berkedip melihat Aldo diperlukan seperti itu oleh perempuan yang baru mereka lihat pertama kali di kampus tersebut


"Aku tak percaya Boy?"

__ADS_1


"Kau pikir aku salah lihat?" mereka saling berpandangan.


__ADS_2