
Siti langsung mengambil pulpen dan bergabung dengan kelompoknya masing-masing, kebetulan kelompoknya tersebut diacak.
"Aku Siti" mereka satu sama lain saling memperkenalkan diri, kelompok Siti sangat bersahaja orangnya, meksipun ada beberapa yang bergaya sangat modem, seperti Sarah, tapi mereka sangat baik pada Siti.
satu kelompok terdiri dari sepuluh orang, dan kelompok itu juga nanti yang akan satu tenda saat bersama-sama pergi berkemah.
terdiri dari ketua kelompok, dan wakil, Siti juga terpilih menjadi sekretaris, karena memiliki tulisan yang rapi
"Siti memang hebat sekali dia, lihat ini laporannya bagus" mereka tertegun melihat Siti yang sederhana tapi ternyata sangat cerdas sekali.
mereka satu tim terlihat kompak, meskipun dalam satu kelompok itu berbagai macam karakter
"Ya sudah sekarang kita langsung bergerak saja mencari kak Aldo, kita berpencar ya, karena pasti tidak ada yang tahu yang namanya Aldo yang mana"
"Tapi clue nya, kak Aldo itu tampan dan memiliki lesung pipi"
"O may God, itu artinya ketua kelompok kita, sangat tampan sekali" ucap para gadis yang bergaya modern tersebut, tapi tidak dengan Siti yang terlihat biasa saja menanggapinya,bukan berarti dia tidak suka dengan lelaki, tapi saat ini banyak hal yang harus di pikirkan terutama tentang pendidikannya.Siti tidak mau sia-sia apa yang dia lakukan, karena semuanya punya target
"kita ada lima belas orang, jadi kita bagi lagi jadi 5 tim, yang terdiri dari 3 orang, pokoknya kita akan berkumpul lagi disini jika berhasil mendapatkan poto dengan kak Aldo"
mereka semua sepakat
Siti pun bersama dua orang temannya, Dela dan Raka
"Cluenya dia tampan dan memiliki lesung pipi, kemana kita akan mencari nya?, kampus ini begitu luas, apa kita harus mengumpulkan semua yang tampan"
Siti tertawa " Yang jelas dia masih mahasiswa di kampus ini, dan ayo semangat mencari"
merekapun langsung memulai pencarian
Aldo sudah tidak sabar lagi, melihat wajah Siti yang akan datang menemuinya
"Aku pastikan dia akan menyesal telah berurusan denganku, lihat saja nanti"
"Jangan terlalu ganas Aldo, aku khawatir nanti kau malah jatuh cinta padanya"Jaka tertawa geli
"Tidak ada yang lucu aku rasa, dan kalian lebih baik diam saja"
__ADS_1
Aldo meladeni beberapa orang yang meminta tanda tangannya, walaupun mereka belum yakin apakah itu Aldo apa bukan, yang jelas nanti mereka harus menunjukkan foto yang mereka dapatkan, siapa yang berhasil dengan benar akan mendapatkan keistimewaan, yaitu bisa tidur di tenda yang mewah, tanpa harus berhimpitan dengan yang lainnya.
"Ya ampun banyak sekali yang tampan, tapi katanya kak Aldo itu sangat tampan"
"Oh ya, aku rasa sangatlah mudah mencari orang yang paling tampan, karena tidak semua orang tampan kan di kampus ini" Siti langsung berjalan dan melihat Boy, yang juga memiliki lesung pipi
"Hei, kalian lihat itu, ada kakak yang punya lesung pipi, dan dia juga kelihatan sangat tampan, atau jangan-jangan dia ya?" mereka langsung berlari menghampiri Boy
"Permisi Kak"
ucap Siti dengan sopan
Boy langsung memandangi Siti yang ternyata lebih cantik saat dilihat dari dekat
"Boleh minta tanda tangan kakak dan potonya"
"Boleh saja,mau tanda tangan aku ya, tapi kalian harus minta tanda tangan juga, sama kakak yang disana" menunjuk Aldo dan Boy yang sedang duduk, ada juga Bom-bom bersama mereka.
Ratih dan teman-temannya saling berpandangan
"Kalau kalian tidak mau, minta tanda tangan kesana, maaf saja aku tidak bisa memberikannya, karena kami ini tiga serangkai,jika mau dapat satu semuanya juga harus dimintai" Ratih dan yang lainnya saling berpandangan, karena dia tidak melihat Aldo karena tertutup badan Bom-bom yang besar. mereka pun akhirnya sepakat untuk pergi ketempat itu.
Aldo dan Jaka sedang tertawa, seperti biasa mereka sedang mengolok-olok Bom-bom,
"Tapi mereka memang sangat ganteng ya" Dela melihat Jaka yang sedang duduk,
Ratih langsung mendekati mereka juga dan sangat kaget saat melihat Aldo ada bersama mereka, yang lebih membuat dia kaget adalah saat melihat Aldo tertawa, terlihat jelas lesung pipi yang dalam.
"Ya Tuhan, aku harap bukan dia yang bernama kak Aldo"mendadak dia cemas, karena yakin jalannya akan di persulit.
"Siti kenapa kau diam saja, ayo sapa mereka dengan hormat"Dela menyenggol tangan Siti
"Kau saja, aku tidak..."
"Ya sudah aku saja" jawab Raka yang berada disampingnya Ratih
"Wah Aldo, kau lihat, sepertinya, apa yang kau harapkan datang sendiri"ucap Boy dengan melihat Siti yang berjalan dengan wajah menunduk
__ADS_1
"Ini masa yang aku tunggu-tunggu"Aldo tersenyum puas, Bom-bom terlihat pergi meninggalkan mereka, karena merasa kecewa pada Siti yang menolak memberikan nomor handphonenya
"Bom, nanti dulu pergi, duduk disini dulu"
"Sudah biarkan saja dia pergi, dia akan menghambat proses balas dendam ku saja nanti"
Raka dan Dela pun langsung mengucapkan salam, pada mereka, disusul Boy dari belakang
"Nah teman-teman, mereka datang untuk meminta tanda tangan dan juga foto kita, tolong kasih paham dulu, bagaimana caranya agar kita mau memberikan foto dan tanda tangan pada mereka"Siti kembali deg-degan,bukan karena dia takut pada Aldo, tapi memikirkan jika ini sangat penting untuk prosesnya kedepan
"Perkenalkan diri kalian masing-masing dulu, lalu sebutkan asal kalian,jangan lupa juga sebutkan siapa kekasih kalian"ucap Boy
Raka mendapatkan giliran pertama, dan setelah itu mereka bertiga memberikan tanda tangan padanya lalu pergi, tibalah giliran Dela juga di permudah.
"Kalian berdua boleh pergi, karena semuanya sudah kami penuhi"
"Tapi bagaimana dengan teman kami kak, karena kami tak bisa meninggalkan dia sendiri" Raka benar-benar setia kawan sekali
"Itu urusan kami, lagi pula ingat tadi yang dikatakan oleh ketua panitia, jika senior selalu benar, jika salah maka kembali kepasal satu, senior selalu benar, tinggalkan dia sendiri disini!" Raka dan Dela di bentak oleh Jaka
Siti pun menganggukkan kepalanya, menyuruh mereka pergi, agar teman-temannya tak terkena masalah
"Giliran kau lagi cepat!" Aldo membentaknya dengan keras, tepat didepan wajahnya
"Namaku Siti kak" suara Siti terlihat pelan, karena dia tahu dia akan selalu salah, karena tak menyangka lelaki yang dia maki dan tampar, adalah seniornya di kampus, belum lagi jika Siti tahu, orang tua Aldo memiliki pengaruh sangat besar di kampus ini.
"Siti apa, ngomong yang jelas, jangan plin plan, karena kami mah biodata lengkap, bukan main-main!"Jaka menahan senyumnya, melihat wajah Siti yang putih, berubah menjadi merah merona
"Nama saya Siti Karina kak, usia tujuh belas tahun, anak tunggal, dan tidak pernah pacaran" mereka yang mendengarnya langsung tertawa.
"Tidak pernah pacaran?,hari gini, pasti kamu bohong, mana mungkin kamu tidak memiliki kekasih!" Boy sengaja memancing pertanyaan itu.
"Benar kak, tradisi di keluarga kami, tidak boleh memiliki kekasih sebelum halal,karena nanti akan dijodohkan dengan sesama kami"
Siti masih menjawab dengan menundukkan kepalanya,
"angkat kepalamu Nona, kenapa kau menunduk seperti itu, itu tidak baik".
__ADS_1