Jatuh Cinta Dengan Laki-laki Yang Aku Benci

Jatuh Cinta Dengan Laki-laki Yang Aku Benci
Tak terduga


__ADS_3

Siti kaget karena melihat Aldo yang sudah botak,"kenapa dia jadi botak?" Siti langsung mengusap wajahnya


"Tidak penting dan bukan urusanku juga, lebih baik aku mencari perlengkapan kampus yang belum selesai" Siti langsung buru-buru mencari apa yang akan dia beli, dengan mengeluarkan catatan yang ada didalam tasnya, tapi catatannya tak dia temukan.


"Aduh dimana tadi ya?"


Siti mengingat-ngingat apa saja yang akan dia beli


"Hah, merepotkan saja, padahal aku sudah mencatat semuanya, ini sangat menyebalkan sekali!" Ratih langsung pergi menuju tempat peralatan dan lagi-lagi, dia bertemu lagi dengan Aldo yang sedang bermesraan dengan Sarah.


"Kenapa harus bertemu lagi dengan dia!, mana kekasihnya itu yang tadi sombong sekali, suka merendahkan orang, sungguh jodoh adalah cerminan diri sendiri, menyebalkan!"


Aldo pun sama juga sangat jijik melihat Siti


"Kenapa aku harus berjumpa dengannya juga disini, malah membuat mood ku buruk"


Aldo terus memandangi Siti yang dari tadi berbelanja..


Sarah yang sadar kepala Aldo dari tadi melihat ke kanan langsung menegurnya


"Sayang kamu lihat apa sih!" Sarah melihat kearah Siti


"Tidak ada sayang, aku cuma mau ke toilet sebentar,kamu tunggu di sini ya"


Aldo buru-buru langsung pergi ke toilet, ternyata Siti juga berlari-lari masuk ke toilet, dan mereka bertabrakan, karena lantainya yang licin,Siti jatuh diatas Aldo.Keduanya pun saling berpandangan satu sama lain dengan begitu lama, apa lagi Siti yang sama sekali seumur hidupnya,belum pernah bersentuhan dengan lawan jenis, sedekat itu kecuali ayahnya.


Mata mereka saling berpandangan begitu lama


"Apa yang kau lakukan, cepat menyingkirlah dari tubuhku!"Aldo membentaknya dengan sangat jijik


Siti pun langsung kaget, dan buru-buru berdiri.


"Kau sengaja kan, ingin memelukku?, kenapa baru sadar jika aku ini tampan?"tanya Aldo dengan sangat percaya diri


"Najis!,kau tau, aku akan mandi tujuh kali dibasuh dengan tanah,agar bekas najis ini hilang, jangan terlalu percaya diri menjadi manusia, kau pikir kau siapa!, bahkan jika kau satu-satunya, manusia di dunia ini, aku tak pernah sudi mau bertegur sapa denganmu!"Siti memegang seluruh tubuhnya, suaranya terdengar bergetar, karena dia cemas, di tambah lagi jantungnya berdegup kencang, karena pertama kali dia begitu dekat seperti ini dengan lawan jenis


Aldo langsung mendekat kearahnya, karena memang toilet sedang sepi


"Apa yang mau kau lakukan!, aku bisa berteriak dengan keras kalau kau macam-macam,lihat saja!" ancam Siti


kemudian Aldo tersenyum sambil berbisik

__ADS_1


"Ketek mu bau"sambil tertawa dan meninggalkan Siti


"kurang ajar!, awas saja kau, aku pasti akan membalasmu nanti"


Aldo tersenyum puas


"Ini baru awal,aku sudah membuat kau merasa tak berguna, karena bau badan, aku sangat yakin itu adalah hal yang paling ditakuti oleh perempuan"


melihat muka Siti yang merah,dan malu dia merasa sangat bahagia.


"Nanti kau pasti akan mendapatkan balasan yang lebih buruk lagi dari ini, lihat saja nanti!"


langsung menemui Sarah.


"Sayang kau lama sekali, filmnya sebentar lagi akan di mulai ayo"


Sarah mengandeng tangan Aldo dengan mesra


"Botak menyebalkan!, walaupun kau senior di kampus, aku tidak perduli, karena kau bukan siapa-siapa juga!"


Siti juga tidak lupa mencuci foto Boy, yang dia kira adalah Aldo, dia juga menempelkan foto Boy di karton, lengkap dengan biodatanya


"Semuanya sudah beres, tinggal berangkat saja besok pagi, semoga semuanya berjalan dengan lancar aaaminnn"


"Sialan!, apa yang terjadi padaku, kenapa aku terus-menerus, membayangkan wajah setan tersebut!" Siti langsung kembali bangun dan berdiri untuk mencuci wajahnya, karena hatinya yang tidak tenang.


"Sudah jam dua belas malam, dan aku belum bisa tidur nyenyak" Siti memilih untuk membaca buku sebelum tidur, agar tak terbayang wajah Aldo lagi


walaupun Siti sudah mencoba, tapi bayangannya masih juga terlintas, tak munafik Aldo memang tampan, tapi Siti tak bisa melihat ketampanan yang ada di wajahnya, karena dia begitu benci dan tidak suka pada Aldo


"Ya Tuhan, tolonglah aku mau tidur, besok pagi akan sangat panjang sekali perjalanan, jika aku terlambat, maka aku akan mendapatkan hukuman nantinya, aku tidak mau kelompokku akan mendapatkan masalah nanti"


dalam beberapa menit setelah berdoa, Siti langsung terlelap, ternyata kekuatan perlindungan pada Tuhan, adalah senjata paling ampuh, ditengah kepanikan yang menyerang.


....


Di tempat berbeda


"Kenapa kau bahagia sekali?" Boy duduk disampingnya Aldo bersama Jaka yang sibuk dari tadi main game


"Kalian tahu, tadi aku bertemu siapa?"

__ADS_1


Aldo masih tersenyum


"Ketemu siapa?"tanya Boy


"Coba tebak, dulu" Aldo masih tertawa


"Siapa sih Aldo, jangan main tebak-tebakan, tidak lucu, katakan saja, dengan jujur kau bertemu siapa,apa kau ketemu bidadari atau sundel bolong, ribet amat tinggal ngemeng"


Jaka sengaja menjawab dengan bercanda karena kesal dengan Aldo yang mengajak mereka main tebak-tebakan dari tadi


"Tidak lucu, cepat jawab aku sedang tidak ingin bermain-main"Boy juga ikut-ikutan


"Baiklah aku akan menjawab, dan jawaban yang benar adalah jawaban kedua, yaitu sundel bolong"


"Maksudnya kau bertemu hantu?"


Jaka langsung duduk dan menaruh handphonenya


"Serius Aldo, jangan bercanda ini sudah malam, mana besok kita mau pergi berkemah" Jaka memang paling penakut diantara mereka berdua


"Lah iya, sundel bolong.Tapi yang ini beda, yang bolong mulut, lobang hidung, sama telinganya aja"


"Halah, pasti mahasiswa baru itu kan" Boy langsung menyebut Siti


Aldo langsung tertawa terbahak-bahak


"Tapi kenapa kau sepertinya bahagia sekali, bertemu dengannya?, apa karena kau terpesona melihat bakatnya tadi?"


"Bakat apa, sembarangan, biasa saja, namanya juga orang kampung, pasti lah bakatnya rata-rata seperti itu"


Aldo langsung marah


"Ah, mengaku saja Aldo, dia memang berbeda, makanya kau begitu bahagia menceritakan namanya, ayo jangan bohong"


"Cuih, seandainya di dunia ini hanya ada satu jenis spesies perempuan dan itu hanya dia saja,aku memilih untuk tidak menikah dengan siapapun, karena memang dia bukan level dan sangat jauh dari tipe ku" .


Jaka dan Boy saling berpandangan,


"Kalau begitu baguslah, karena aku sepertinya tertarik padanya, dia juga sederhana tapi cantik" Aldo langsung menoleh kearah nya


"Tidak bisa!, aku ingin membalas sakit hatiku, kau jangan membuat aku marah, nanti kau malah sibuk membantunya, ingat Boy, jika kau mencoba menghalangi aku, kau sudah tau apa konsekwensinya nanti!"

__ADS_1


Aldo mengancam Boy dengan menatap matanya.


__ADS_2