Jatuh Cinta Dengan Laki-laki Yang Aku Benci

Jatuh Cinta Dengan Laki-laki Yang Aku Benci
Emosi meledak


__ADS_3

Aldo langsung menutup mulut kakaknya dengan mengajaknya pergi


"Aldo apa yang kau lakukan, aku akan menghajarmu, cepat lepaskan aku" Bela siap menghajar Aldo, tapi langsung dia lepaskan.


sementara itu Mami mereka hanya geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan kedua anaknya yang selalu seperti itu, sepanjang waktu.


"Kenapa kau membelanya Mariam, ingat kau itu Bela kakakku, dia sudah menginjak harga diriku"Aldo terlihat kesal


"Apa kau mau aku membuka kedokku, hanya untuk melindungimu, kau harus ingat adik laki-laki ku, aku ini sedang bertugas,bukan sedang main-main, jika aku menjadi bela aku adalah kakakkmu, tapi aku ini Mariam, yang sedang kuliah di kampus!" Bela memarahi Aldo


"Kalau begitu aku sendiri yang akan turun tangan untuk menghajar nya, karena dia sudah benar-benar kelewatan sekali!"


Bela yang sudah gerah, tak memperdulikan lagi Aldo, karena mendapat telpon dari pimpinannya untuk kembali ke tempat kosnya, karena ada laporan dari informan tentang target yang akan di tangkap.


"Baiklah aku akan segera kembali"


Aldo terlihat sangat marah sekali, karena dia diabaikan, "Kak Bela, kau benar-benar tak memihakku, kau sudah lupa jika aku ini adalah adikmu, ini sungguh sangat keterlaluan sekali!"


Aldo menggenggam tangan nya .


Siti yang baru saja pulang, langsung masuk kamar, lalu meletakkan tas yang dia bawa tadi


"Baiklah, besok kita akan mulai kembali ke rutinitas seperti biasa, aku akan menelpon Ayah dan ibu, setelah membeli handphone baru" dia langsung mengambil uangnya, dan juga menyusun beberapa pakaian nya untuk masuk kedalam lemari.


Siti memang sangat rapi sekali,kamar nya tidak berantakan, bahkan tertata dengan sangat rapi, karena memang dari kecil dia sudah dididik untuk, mandiri meskipun anak tunggal dan tidak pernah hidup kekurangan.


rupanya Jaka dan Boy, diam-diam mengikuti Siti saat pulang, karena memang mereka penasaran siapa sosok Siti yang pemberani itu


“Oh ternyata,dia kos ditempat ini Boy"


"Wajar saja dia berani, ternyata dia kost di tempat murah begini, pantas saja kelakuan nya seperti itu, dia pasti tak mengenal siapa Aldo"


"Kau benar sekali, ini sangat wajar jika dia begitu, kau tau sendiri lah kan kalau yang ngekos ditempat ini adalah orang-orang yang berasal dari kalangan bawah,dan circle kampungan tak akan mungkin tau siapa Aldo ”


"Aldo akan sangat mudah sekali untuk membuat nya jera bahkan mungkin bisa menendang nya langsung dari kampus kita" Jaka langsung tertawa


"Tapi aku rasa itu terlalu mudah bagi Aldo, aku lihat dia juga tak terlalu buruk untuk dilewatkan, seharusnya Aldo bermain-main lah dulu dengannya" Boy dan Jaka langsung tertawa memikirkan hal-hal buruk pastinya tentang Siti.


Sebenarnya tempat kost tersebut tidak terlalu buruk, dan sangat layak sekali, hanya saja yang melihatnya adalah orang kelas atas ibaratnya mereka terkejut melihat rumah subsidi KPR yang ukurannya kecil, padahal bagi sebagian orang itu sudah sangat mewah.

__ADS_1


karena kalangan elit akan menyewa apartment untuk tinggal, ataupun kost-kostan mewah dengan fasilitas bintang lima tentunya.


Jaka dan Boy kemudian saling berpandangan


"Tapi sebenarnya aku kasihan pada gadis itu,aku tau sekali pasti Aldo tak akan mungkin melepaskan dia begitu saja, kau paham kan maksud ku"


"Tapi dia sudah cari masalah besar, jangankan kita, aku rasa siapapun tidak akan bisa menghentikan kemarahannya, aku sangat mengenalnya dia bukan lah laki-laki yang lemah lembut dan penyabar untuk perempuan seperti itu"


"Tapi aku sebenarnya sangat salut dengan keberaniannya, terlebih seperti apapun dia, tak ada seorang pun yang berani pada Aldo, dan dia satu-satunya yang berani melawannya, ini benar-benar di luar kuasa kita, gadis seperti itu yang bisa membuat Aldo kita kalah telak" tertawa lagi


Sam dan Bram nampak benar-benar sangat “kalau tertawa kembali


"Tapi apa dia tahu siapa Aldo, aku rasa gadis itu akan ciut nyalinya jika tahu siapa Aldo"


mereka saling berpandangan


“Sudahlah jangan di bahas lagi, sekarang kita pulang dulu, dan melaporkan pada Aldo kabar baik ini, apa lagi pemilik kost ini adalah istri dari pegawai kampus kita, tentunya kabar yang sangat membahagiakan bagi Tuan muda kita" Mereka langsung pergi meninggalkan tempat kost Siti


Rupanya dari dalam rumahnya, Mbak Mumun melihat Jaka dan Boy, yang mengintai kos-kosan mereka, karena tadi dia juga mendapatkan kabar dari suaminya,soal Siti dan Aldo.


“Ya Tuhan, ini sungguh sangat gawat sekali, apa yang akan mereka lakukan pada gadis itu aku sungguh sangat khawatir sekali terjadi sesuatu padanya, apalagi gadis tersebut sangat polos walaupun Tuan Aldo memang sangat menyebalkan, tapi gadis tersebut bukan lawan yang pantas untuknya" Mbak Mumun benar-benar sangat panik.


"Ini tidak bisa dibiarkan, aku sungguh sangat khawatir sekali, dia akan mendapatkan perlakuan yang sangat mengerikan di kampus, Ya Tuhan, bagaimana ini" Mbak Mumun tampak lemas, karena dia tahu dia pun tak bisa berbuat apa-apa, karena Aldo bukanlah lawan yang seimbang baginya,dia hanyalah butiran debu saja yang tak bisa berbuat apa-apa.


"Sebaiknya aku segera turun untuk melihat kondisi gadis itu"


dengan teropong yang masih tersangkut di lehernya dia langsung turun menuju kamar Siti


"Aku harus bertanya padanya secara detail"


Siti yang sedang beberes, baru saja selesai mencuci muka, karena memang dia hendak tidur siang


Tok..tok..


"Siapa itu?"


tanya Siti


"Ini aku ibu kost"

__ADS_1


"Oh Mbak Mumun, sebentar" Siti langsung membuka pintu kamar nya


"Tidak usah mempersilahkan aku masuk,aku tahu akan membuatmu sesak nafas, tapi tidak apa-apa,itu simulasi saat berada di alam kubur, jadi semuanya anak kos yang ada disini,bisa memahami hal-hal yang buruk dilakukan akan mendapatkan balasan setimpal di alam sana"


Siti langsung menggaruk kepalanya, karena tak mengerti apa maksud kedatangan Mbak Mumun


"Jadi mbak cuma mau mengatakan itu saja ya?" tanya Siti dengan lembut


"Memangnya kenapa Non?"


"Saya capek sekali mau tidur siang, soalnya" Siti memang selalu tidur siang, jadi dia memang tidak mau di ganggu apapun itu ceritanya


"Oh maafkan saya kalau begitu Mbak, lanjutkan istirahat nya" Mbak Mumun langsung pergi meninggalkan Siti


tapi kemudian dia langsung bertanya-tanya sendiri apa yang hendak dia katakan tadi


"Tunggu dulu, tadi aku mau ngapain ya?, sampai berhenti dan membalikkan tubuhnya


"Aku lupa, sebaiknya nanti saja jika aku sudah ingat" Mbak Mumun langsung pergi kembali.


Sebelum memejamkan matanya Siti teringat akan ucapan Mbak Mumun yang mengatakan jika kamarnya tersebut seperti simulasi alam kubur


"Tapi jika di pikir-pikir masuk akal juga,hadeh Mbak Mumun ada-ada saja"


langsung melanjutkan tidur nya.


Di tempat lain


Jaka dan Boy, langsung menuju rumah Aldo, untuk memberitahukan apa yang mereka dapatkan barusan


"Jadi ternyata dia tinggal disana, bagus. Itu artinya aku akan sangat mudah untuk masih kesana, tugas kalian adalah culik dia malam nanti, aku akan membuat dia menyesal karena telah berurusan dengan ku" Aldo benar-benar sangat marah


“Aku akan membuat dia menjadi manusia paling menyesal saat ini, dan dia akan menyesal karena telah di lahir kan di muka bumi ini"


Jaka dan Boy saling berpandangan


"Aku rasa itu sangat mudah dilakukan, dan artinya kau tak memiliki kesempatan untuk membuat nya menderita, jika kau menculik dan melenyapkannya dia hanya merasakan sakit satu kali, dan itu tidak berakibat apapun bagimu"


"Tapi kalian tahu aku tidak pernah main-main dengan ucapanku kan, lihat saja nanti aku pasti akan membuat dia benar-benar menyesal karena telah lahir di dunia ini !”

__ADS_1


Aldo berbicara dengan sangat berapi-api sekali.


__ADS_2