
Syafira menatapi wajahnya di cermin, wajah yang tadinya kusam, kini berubah total saat polesan demi polesan make up memenuhi wajahnya.
3 perias itu mengucap pujian, setelah berhasil merias wajah Syafira dengan secantik mungkin. Tak sia-sia usaha mereka, karena hasilnya sangat memuaskan.
Usia merias wajah Syafira, mereka lantas pamit dan keluar dari dalam kamar.
Setetes air mata mengalir di wajah Syafira, hatinya hancur tak tersisa karena kurang beberapa saat lagi ia akan resmi menjadi istri dari seorang pangeran bertubuh manusia ke atas, tapi ekor dari pinggang ke bawah.
Krieet
Terdengar suara pintu yang terbuka, dengan cekatan Syafira menyeka air mata, tak ingin ada orang yang tau kalau dia tengah bersedih.
Syafira memutar kepala lalu menatap seorang pangeran tampan, di sertai seulas senyum, satu demi satu kakinya melangkah mendekat.
Dari kejauhan senyum telah merekah di bibir dan menghiasi wajahnya. Ketika melihat pangeran itu mendekat, Syafira merasa deg-degan, tak tau harus berbuat apa.
Pangeran Andara berdiri di belakang Syafira, takjub menatap cantiknya paras Syafira saat sudah di hias.
"Kamu cantik banget" puji pangeran Andara.
Hanya seulas senyum balasan Syafira, lidahnya terasa keluh, sulit untuk mengeluarkan suara. Suasana hati serta pikirannya kacau balau, tak mampu baginya untuk berkata-kata, sebab ia belum berdamai dengan keadaan.
"Acara akan di mulai, ayo kita keluar, semua orang udah nunggu di depan" ajak pangeran Andara lembut.
Syafira mengangguk, ia ikut keluar bersama pangeran Andara dengan saling bergandengan tangan.
Ketika keluar, takjub. Syafira begitu takjub saat seluruh ruangan telah di hias padahal waktunya begitu singkat.
Mata Syafira memang terpesona, namun kakinya terus melangkah mengikuti kemana pangeran Andara akan membawanya pergi.
Ketika tiba di lokasi, telah ada banyak orang yang berkumpul di satu tempat, tempat itu akan di gunakan untuk acara pernikahan mereka.
Semua orang telah berkumpul di sana, mata Syafira menatap semua tamu bergantian, tatapannya jatuh pada seseorang.
Syafira ingin menghampiri pasangan suami istri tersebut namun tangan pangeran Andara mencekal tangan Syafira yang membuat niatnya terhenti.
"Jangan pergi kemana-mana, acara akan di mulai" tutur pangeran Andara tepat di telinga Syafira.
"Tapi itu-
__ADS_1
Syafira pun tak banyak berbuat, ia hanya diam dan pasrahkan semuanya pada pangeran Andara.
Acara pernikahan pangeran Andara dan Syafira di gelar dengan meriah dan mewah, pelaksanaan yang di lakukan begitu khidmat.
Tatapan mata Syafira hanya jatuh pada dua orang pasangan suami istri yang ia kenali di antara ratusan bahkan ribuan tamu yang turut hadir di dalam pernikahannya.
Kedua pasangan suami istri itu tak mengeluarkan sepatah katapun, tatapan matanya kosong dan wajahnya agak sedikit pucat.
Setelah pelaksanaan pernikahan selesai, Syafira celingukan mencari keberadaan seseorang.
"Kamu nyari siapa?" Tanya pangeran Andara melihat gerak-gerik Syafira yang panik di tengah keramaian.
Syafira menoleh, menatap wajah pangeran Andara."Nyari mama sama papa aku, tadi mereka ada di sini, kenapa gak ada lagi?"
Pangeran Andara terdiam, dari pancaran wajah Syafira ia dapat melihat kerinduan yang mendalam pada sanak keluarganya.
"Pangeran jangan diam, di mana papa sama mama ku" Syafira menggoyangkan tubuh pangeran Andara ketika tak kunjung memberikan jawaban.
Pangeran Andara menghela nafas."Keluarga mu sudah pulang, kamu gak perlu nyari mereka lagi"
Wajah Syafira langsung masam, ingin sekali dia bertemu dengan papa dan mamanya namun sayangnya suaminya terdengar tak mengizinkannya.
Tak memberontak Syafira pun ikut, pangeran Andara mencekal kuat tangan Syafira, tapi Syafira tetap diam tak mengeluarkan sepatah katapun.
Seseorang menatap tajam punggung manusia dan siluman ular yang baru resmi menjadi pasangan suami istri dengan tatapan penuh kebencian.
"Apa-apaan ini, pangeran Andara bilang kalau dia akan bikin manusia tak berguna itu menderita, tapi apa yang malah dia lakukan, dia menikahinya?" Geram Maura.
Ujaran kebencian Maura terhadap Syafira kian meningkat.
"Cara apa yang akan pangeran lakukan sebenarnya, kenapa seakan-akan dia tidak mau melepaskan wanita itu, kalau begini caranya aku harus gunain rencana ku sendiri, aku tak akan bisa bersandar pada rencana pangeran Andara" ucap Maura tak sabaran.
Pangeran Andara membawa Syafira ke kamarnya, tatapan tajam milik pangeran Andara menatap wajah Syafira yang tertunduk takut.
Tiba-tiba pelukan hangat mendarat di tubuh Syafira. Syafira terkesiap, yang ia bayangkan dengan apa yang terjadi berbanding terbalik.
"Pangeran" kaget Syafira.
"Sstt, jangan berisik" ucap pangeran Andara memeluk erat tubuh istri walaupun beda spesies dengannya.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu takut pada ku, aku tidak akan melakukan hal buruk pada mu, tujuan ku membawa mu ke alam ku tak lain dan tak bukan hanya karena aku jatuh hati saat pertama melihat mu, aku ingin menjadikan mu milik ku. Mungkin cara ku salah, tapi aku tidak punya pilihan lain selain ini, aku harap kamu mengerti keadaan ku dan menerima semuanya dengan lapang dada" ujar pangeran Andara berterus terang.
Syafira menatap takjub, ia mengira kalau pangeran Andara membawanya ke istana ini hanya karena ingin balas dendam namun siapa sangka kalau ternyata pangeran Andara punya hal lain di balik itu semua.
Setengah tak percaya saat kata-kata itu keluar dari bibir pangeran Andara yang selama ini sikapnya tak baik dan seperti memiliki dendam pribadi pada Syafira.
Syafira merasa ini semua bagai mimpi, tak menyangka kalau pangeran Andara akan berkata demikian.
Seulas senyum terukir di wajah tampan pangeran Andara, pangeran yakin jika pasti Syafira tak percaya akan apa yang barusan ia katakan.
"Aku beneran kok, aku gak boong, kamu gak perlu natap aku sampai segitunya, aku tau aku ganteng"
Syafira dengan kesal memukul perut pangeran Andara atas kepercayaan dirinya yang begitu tinggi.
Pangeran Andara terkekeh, ia tanpa aba-aba mengendong Syafira ala bridal style.
Syafira menjerit takut akan tindakan pangeran Andara yang tiba-tiba dan telah membuat jantungnya tak aman.
"Pangeran, pangeran turunkan aku" titah Syafira memberontak.
Pangeran Andara meletakkan tubuh Syafira di atas kasur empuk.
Syafira tak paham mengapa tiba-tiba pangeran Andara bersikap seaneh ini.
"Tidurlah, tidak akan ada yang terjadi, aku ada di sini, aku yang akan menjamin semuanya. Kamu tidak perlu khawatir lantaran tak akan ada yang bakal menyakiti mu" ucap pangeran Andara.
Lega hati Syafira mendengarnya.
"Kamu istirahatlah, aku mau keluar dulu" ujar pangeran Andara.
Langkah pangeran Andara terhenti, tangannya di cekal kuat olah gadis yang berbaring di tempat tidur.
"Jangan pergi, tetaplah di sini" titah Syafira tak ingin jauh-jauh dari suaminya.
Pangeran Andara mengangguk, ia lantas membaringkan tubuh di kasur menemani istrinya istirahat.
Syafira tak henti-hentinya menatap wajah pangeran Andara, Syafira merasa sikap pangeran Andara berubah 180 derajat.
"Jangan liatin aku begitu, kamu tidur aja, aku ada di sini kok" suruh pangeran Andara.
__ADS_1
Syafira mengangguk, ia memejamkan mata, tak ada yang perlu ia khawatirkan lagi.