Jerat Siluman Ular

Jerat Siluman Ular
Hadiah misteri


__ADS_3

Jessi tak henti-hentinya mengukir senyum, sahabat yang ia rindukan telah kembali dalam keadaan sehat walafiat, tanpa kekurangan apapun, kini circle nya sudah lengkap.


"Di mana yang lain, kenapa cuman kamu doang yang ada?" Syafira tak menemukan orang lain selain Jessi.


Anggota geng Syafira yang lain tak nampak, hanya salah satu di antara mereka yang terlihat.


Jessi mengeluarkan hp."Sebentar aku akan hubungi mereka, mereka pasti kaget liat kamu"


Jessi menghubungi Kevin, pria dingin namun begitu peduli. Biasanya Jessi selalu saja ribut dengannya apalagi tak ada Syafira, mereka sering ribut karena perbedaan pendapat.


"Ada apaan, kenapa pake nelpon segala, udah tau kalau aku ada di tempat biasa masih aja nelpon!" ujar dingin dan cuek Kevin.


"Vin hari ini aku punya hadiah misteri, kamu pasti akan terkejut dengan hadiah yang bakal aku berikan" balas Jessi mengandung teka-teki.


Syafira hanya dapat menghela nafas, Jessi benar-benar ingin memanfaatkan kedatangannya untuk membuat yang lain penasaran berat.


"Ada-ada aja nih anak, tinggal bilang aja kalau aku udah kembali, masih aja punya cara lain buat bikin yang lain penasaran" gumam Syafira tak habis pikir.


"Hadiah apaan, cepat bilang gak usah ngasih teka-teki segala!" Perintah Kevin tak sabaran.


Kevin malas harus menebak, jiwa tak sabarannya keluar. Batinnya penasaran hadiah misteri apa yang Jessi akan berikan.


Hari ini mood Kevin lagi tak bagus, malas berdebat dengan gadis bernama Jessi tersebut.


"Udah kamu gak perlu tau sekarang, nanti kamu juga tau, btw di sana ada siapa aja?" Tanya Jessi.


Tak lengkap rasanya bagi Jessi jika hanya Kevin saja yang tau jika Syafira telah kembali, Jessi ingin semua teman-temannya berkumpul di tempat yang sama. Baru dia akan memberitahukan segalanya tentang Syafira.


"Ada semua, di sini ada Vino dan Rakha juga, kamu tinggal ke sini aja, gak usah banyak omong"


Dalam hati Jessi berkata."Bagus, mereka berkumpul di tempat yang sama, aku gak perlu capek-capek ngabarin mereka satu persatu"


"Oke aku akan ke sana, kamu tunggu aku di sana"


Hanya dehaman yang keluar, sifat cuek dan dingin Kevin makin meningkat dengan berjalannya waktu.


"Siapa yang nelpon vin, Syafira kah?" Tanya Rakha.


"Bukan, tapi Jessi, kalau Syafira yang nelpon aku akan teriak sampai ke seluruh kampus" jawab Kevin.


"Gimana ya kabar Syafira, dia masih hidup atau gimana. Sumpah akhir-akhir ini aku merasa bersalah karena telah ninggalin Syafira di hutan sendirian" ucap Vino.

__ADS_1


Luka membekas di hati mereka, rasa bersalah telah pergi tanpa membawa Syafira masih mereka rasakan hingga detik ini.


Mereka sempat di panggil oleh dekan lantaran ingin menanyakan perihal Syafira. Setelah pihak kampus tau Syafira hilang di hutan akibat kelalaian mereka, mereka pun diskors selama beberapa hari.


Lantaran mereka pergi ke hutan pamit meminta izin terlebih dahulu pada pihak kampus sehingga terjadi sesuai yang menyeret nama baik kampus.


Wajah Rakha, Vino dan Kevin manyun karena kehilangan Syafira, hubungan persahabatan mereka pun terasa hamba dan ada yang kurang.


"Hai semua, aku datang" sapa Jessi dengan senyum lebar.


Vino mengerutkan alis."Kok tumben kamu happy banget, ada apaan coba, biasanya kamu selalu aja sad, ngajak-ngajak kita lagi"


Wajah Jessi di pagi hari ini begitu happy, seperti ada sesuatu yang membuatnya bahagia.


Sebelum-sebelumnya Jessi lah yang paling sedih lantaran tak ada Syafira di sampingnya.


"Kalian mau tau gak kenapa pagi ini aku happy banget?" Tanya Jessi di sertai senyum yang tak kunjung pudar.


"Udah bilang aja, gak usah bertele-tele" suruh Rakha.


"Oke deh aku akan kasih tau, tapi sebelumnya aku punya nya hadiah misterius untuk kalian dan aku yakin kalian akan suka dengan hadiah yang aku kasih" ucap Jessi begitu antusias.


Bukannya menjawab Jessi terus saja mengukir senyum, mereka tambah gedeg, mereka telah di serang rasa penasaran yang begitu tinggi.


Jessi menatap ke belakang."Hai kau, sekarang kau boleh masuk"


Kevin, Vino dan Rakha melihat dengan teliti ke arah pintu, penasaran siapa yang Jessi bawa.


Tap


Tap


Tap


Derap kakinya terdengar di telinga. Jiwa mereka makin di serang ribuan penasaran, karena sebelumnya Jessi tak pernah seperti ini.


Pelan-pelan seseorang yang berada di luar masuk ke dalam.


Mata mereka melotot sempurna kala menatap seorang wanita cantik, memakai baju berwarna putih, celana jeans biru, memegang buku dan tersenyum menatap mereka yang terkejut.


"SYAFIRA!"

__ADS_1


Sontak mereka terkejut hebat, tak menyangka kalau mereka akan kembali melihat Syafira.


"Iya ini aku, gak usah kaget gitu!" Jawab Syafira.


"Kamu kenapa bisa ada di sini, bukannya kamu ada di dalam hutan"


"Siapa yang udah bawa kamu keluar?"


"Kamu beneran Syafira kan?"


Ragam pertanyaan satu demi satu terlontar bertubi-tubi ke arah Syafira.


"Ini beneran aku, aku Syafira siapa lagi, kalian ini gimana" timpal Syafira.


"Kok bisa kamu ada di sini, waktu itu kamu ada di hutan, kamu ke sini sama siapa?" Tanya Rakha benar-benar tak percaya kalau Syafira kembali tanpa luka apapun.


"Aku kembali sendiri, aku mencoba keluar dari dalam hutan, walau sulit tapi pada akhirnya aku bisa keluar" jelas Syafira.


"Tapi kamu gak papa kan, ular waktu itu gak sempat makan kamu kan?" Pertanyaan itu di ajukan oleh Vino.


Mulut Syafira bungkam, bagaimana ia menjelaskan pada teman-temannya jika ular yang waktu itu sempat ingin memangsa mereka bukanlah ular biasa yang mereka temui di sekeliling tapi siluman ular yang beberapa waktu menjerat Syafira di dalam istananya.


"Syafira kenapa kamu diam aja, jawab pertanyaan aku!" Perintah Vino.


"Ya enggaklah, kalau aku di makan sama dia, pastinya aku gak akan bisa ke sini lagi, kalian ini gimana sih" alasan Syafira.


Terpaksa Syafira berbohong pada teman-temannya, Syafira tak ingin menceritakan apa yang terjadi padanya di dalam hutan.


Syafira tidak ingin menceritakan siapa pangeran Andara pada mereka, sebab mereka tidak akan percaya.


Syafira saja sampai detik ini masih belum juga percaya kalau ia pernah tinggal di kerajaan milik siluman ular.


"Syafira kami minta maaf karena waktu itu kami gak nolongin kamu, kami gak bermaksud ninggalin kamu" ucap Rakha merasa bersalah.


Tindakan mereka waktu itu meninggalkan rasa bersalah yang terus menghuni pikiran, jiwa dan juga raga.


Syafira membalas dengan seulas senyum."Gak papa kok, aku ngerti, aku gak mungkin nyalahin kalian"


"Sekarang itu yang terpenting aku sudah kembali dalam keadaan baik-baik aja, kalian gak perlu merasa bersalah. Kalau waktu itu aku jadi kalian, aku juga pasti akan ngelakuin hal yang sama" imbuh Syafira.


Mendengar itu mereka pun lega, mereka sempat berpikir kalau Syafira akan marah, tapi ternyata itu semua hanyalah ketakutan mereka saja.

__ADS_1


__ADS_2