Jerat Siluman Ular

Jerat Siluman Ular
Ingin mengakhiri pernikahan dengan pangeran ular


__ADS_3

Malas Syafira menatap wajah pangeran Andara setiap hari, sehari saja otaknya telah mendidih, apalagi jika sampai dia bertemu dengan pangeran Andara setiap hari.


"Haruskah aku pindah kampus?"


Mumet Syafira seharian ini karena ia malah kembali bertemu dengan orang yang sudah membuatnya sakit hati berat.


Syafira gusar, ingin pergi tapi tak tau harus pergi kemana. Batinnya lelah butuh istirahat yang cukup guna menjernihkan pikiran.


Syafira menutup mata, tapi dia tertidur, Syafira ingin menyejukkan matanya dengan cara menutupnya sesaat.


Ketika mata Syafira terbuka alangkah kagetnya ia kala di kamarnya terdapat orang lain selainnya.


Saking kagetnya Syafira langsung bangun dari tidur lalu menunjukkan wajah dingin tanda tak suka.


"Ngapain kamu di sini, kenapa kamu bisa ada di sini, siapa yang menyuruh mu masuk!" Ketus Syafira.


Tak ada lagi sifat baik yang harus Syafira tunjukan. Orang yang lagi ada di depannya tak patut di baikin lagi.


"Apakah aku harus izin dulu jika ingin menemui istri ku?" Tanya balik pangeran tampan yang langsung memeluk erat tubuh orang di depannya.


"Iiiih lepasin, kamu kenapa pake ke sini sih, ini rumah ku, jangan seenaknya masuk ke sini!" Usir Syafira tegas.


Tak akan Syafira biarkan pangeran ular itu keluar masuk dengan mudah ke rumahnya. Mengingat perlakukan jahatnya yang sempat pangeran Andara lakukan serta pengkhianat yang tidak akan Syafira lupakan seumur hidupnya.


"Ini rumah istri ku, bisa aja dong aku datang ke sini sesuka hati ku" sahut pangeran Andara tampak santai.


Pangeran Andara tak membawa ke hati sama sekali perkataan Syafira, walau Syafira terus mengusirnya dan tak ingin melihatnya lagi.


"Aku bukan istri mu, jangan anggap aku istri mu lagi!"


Tak tanggung-tanggung Syafira langsung melempar kalimat itu tanpa pikir-pikir dulu.


Kekecewaan Syafira telah membuat hatinya tertutup rapat pada yang namanya laki-laki.


"Syafira kenapa kamu jadi kayak gini, salah ku di mana, apa yang bikin kamu berubah, kamu bilang sama aku" ucap pangeran Andara bingung letak kesalahannya di mana sehingga Syafira tak mau sama sekali dengannya.


Sejak pagi hari respon Syafira ketika bertemu dengan pangeran Andara tetap buruk, seperti orang yang tidak mau menerima kedatangan pangeran Andara.

__ADS_1


"Kamu masih nanya salah mu di mana? Jelas-jelas kamu buaya, pengkhianat, bisa-bisanya kamu selingkuh sama Maura, terus kamu anggap aku selama ini apa hah" murka Syafira mengeluarkan semua unek-uneknya.


Pangeran Andara mematung sesaat, kini ia mengetahui inti dari permasalahan yang mengubah karakter Syafira.


Pengkhianatan keji itu membuat Syafira menjadi galak, jahat dan tak merasa iba sama sekali.


Sudah cukup Syafira memikirkan kebahagiaan orang lain, kebahagiaannya sendiri telah hancur gara-gara orang-orang yang ia kira baik.


"Syafira aku bisa jelasin" ucap pangeran Andara tak ingin Syafira salah paham.


"Gak perlu, aku gak butuh penjelasan mu, aku minta sekarang kamu pergi, jangan pernah temui aku lagi, anggap aku bukan istri mu, PERNIKAHAN KITA BERAKHIR" lantang Syafira.


Hati Syafira terlanjur sakit, istri mana yang terima jika suaminya selingkuh dengan wanita lain. Semua hal bisa di maafkan kecuali perselingkuhan.


Pangeran Andara tersentak kaget, tercekat hebat ketika Syafira dengan mudahnya mengatakan hal itu.


"Syafira kamu salah paham, aku sama Maura gak ada hubungan apapun, kamu jangan salah mengartikan" Pangeran Andara terus berusaha menjelaskan sesuatu yang bertolak belakang dengan apa yang Syafira lihat.


Pangeran Andara tidak ingin hubungan yang sudah terjalin lama dengan Syafira berakhir semudah ini.


"Aku itu udah lihat langsung dengan mata kepala ku sendiri kalau kamu pelukan dengan Maura, hubungan kalian terjalin lama, kamu gak usah ngelak lagi, aku udah tau semuanya"


Mulut pangeran Andara terbungkam, Syafira tak bisa ia kelabui. Kemarahan Syafira tak dapat ia dinginkan.


Pangeran Andara bingung harus bagaimana lagi karena saat ini Syafira tak akan mau percaya lagi padanya.


"Oke aku akui kalau aku dan Maura memang punya hubungan, aku minta maaf, tolong kamu jangan usir aku lagi" pangeran Andara mengakui kesalahannya.


Pangeran Andara tidak bisa lagi mengelak, kebusukannya sudah tertangkap basah.


Syafira menggeleng tak percaya."Gak nyangka kamu sejahat itu sama aku, salah ku di mana, kenapa kamu tega banget"


Tetesan demi tetesan air mata membasahi wajah Syafira, tak menyangka kalau pangeran Andara yang ia kira baik ternyata buaya.


Syafira yang kecewa memeluk tanpa henti tubuh pangeran Andara.


Pangeran Andara membiarkan Syafira melakukan apapun yang dia mau, karena memang di sini ia yang salah.

__ADS_1


"Aku gak mau lihat muka kamu lagi, aku minta kamu pergi, jauhi aku, aku mau pernikahan kita berakhir sampai di sini" Tegas Syafira.


Keputusan Syafira telah bulat, tak mau berhubungan lagi dengan pangeran Andara.


Dengan putusnya hubungan itu Syafira dapat hidup dengan tenang, mencoba menata kembali hati yang terlanjur patah.


"Gak bisa Syafira, aku gak bisa ninggalin kamu" ucap pangeran Andara.


"Kenapa? Kenapa gak bisa, di istana itu ada Maura, kamu bisa kembali melanjutkan hubungan mu dengannya, gak perlu mikirin aku lagi"


"Syafira aku gak bisa, aku gak bisa ninggalin kamu, karena saat ini kamu lagi hamil anak ku" tutur pangeran Andara.


Sontak Syafira terguncang dahsyat, ia langsung menyentuh perut ratanya, lalu menatap pangeran Andara dengan tak percaya.


Kepala Syafira menggeleng tak mau percaya.


"Gak mungkin, gak mungkin aku hamil, kamu jangan ngarang cerita pangeran!" Bantah Syafira.


Syafira tak percaya sedikitpun jika ia tengah mengandung benih dari laki-laki buaya darat seperti pangeran Andara.


Pernikahannya begitu singkat, Syafira merasa tak mungkin ia sampai hamil anak pangeran Andara.


"Syafira aku bilang yang sebenarnya, kamu beneran hamil, aku gak boong" sahut pangeran Andara.


Syafira menatap lekat manik coklat milik pangeran Andara, tak terbesit kebohongan sekali di matanya. Tapi Syafira tetap menyangkal.


Syafira tak siap menjadi ibu, apalagi ayah dari anak yang lagi ia kandung telah mematahkan hatinya menjadi beberapa bagian.


"Gak pangeran, enggak, aku gak hamil, kamu pergi, jangan ganggu aku, aku gak mau ketemu lagi sama aku" usir Syafira menyangkal keras.


Tak akan Syafira mau di kelabui oleh pangeran Andara, bisa saja pangeran Andara mengarang cerita demi tak mau terputusnya hubungan pernikahannya dengan Syafira.


Syafira tidak sebodoh itu, Syafira tidak akan mau percaya sebelum ada buktinya.


"Enggak aku gak akan pergi, aku akan tetap di sini" ngeyel pangeran Andara.


Syafira berdecak kesal, siluman ular itu begitu keras kepala tak mau pergi walau telah ia usir-usir.

__ADS_1


__ADS_2