
dengan rasa kesal dan sedih Zeline, bergegas masuk ke dalam ruang ICU, Zeline pun menyapa Cevi
"Hi" sapa Zeline dengan nada sedih
"i iya, Hi kamu siapa ya?" jawab dan tanya Cevi
"a aku orang yang nyelamatin, dia kamu kenal dia?" tanya Zeline
"iya aku kenal dia, dia pacarku, btw trimakasih ya udah mau tolongin dia" ucap Cevi
Zeline yang mendengar itu syok, namun dia masih bisa menutup rasa syok itu dengan cara membawa obrolan mereka ke arah lain
"eh iya btw, dari kapan kamu sudah datang?" tanya Zeline untuk mengalihkan pembicaraan
"oh aku baru saja di perbolehkan pulang, kemarin aku sempat masuk ruang ICU juga" jawab Cevi
Cevi yang mendengar itupun akhirnya menyadari bahwa cevi adalah perempuan yang berada di bad sebelah Dirga
"Oh itu kamu?, yang di bad sebelah? " tanya zeline untuk memastikan
"iya, hehehe" jawab Cevi dengan sedikit canggung
lalu Zeline pun meminta izin ke Cevi untuk ia pulang terlebih dahulu karena ada urusan lain
"oiya siapa namamu?" tanya Zeline
"Cevi, kalo kamu?" jawab Cevi
"Zeline" balas Zeline
"nama yang indah" puji Cevi
"hahaha, iya kamu juga, btw aku pulang duluan ya, bye, Cevi?" ucap Zeline
"iya, makasih ya udah mau nolong Dirga, pacarku" balas Cevi
Zeline pun langsung berjalan keluar ruangan ICU tanpa menengok kebelakang lagi
__ADS_1
.
.
.
POV Zeline
"kenapa sihh? , kenapa Tuhan gak adil sama aku, aku kan masih suka sama Dirga dan dia malah udah punya pacar" grutu Zeline dalam hatinya
POV Zeline off
.
.
.
sementara di ruang ICU
"nitt nitt nitt" suara mesin pengukur detak jantung Tino berbunyi
sambil menunggu cevi benar benar sangat ketakutan jika ia harus kehilangan seseorang yang menyelamatkan hidupnya
.
.
.
sementara di rumah Dirga
"Dirga mama pulang" panggil mama Dirga sambil membuka pintu
alangkah terkejutnya ia ketika melihat ruangan tamu nya yang berantakan dan ada ceceran darah di ubin mapun di tembok. ternyata mama Dirga baru pulang setelah mengurusi kerjaannya di Sulawesi
mama Dirga pun langsung menghubungi telepon Dirga dan hpnya tidak aktif. ia langsung menelepon Cevi
__ADS_1
"angkat Cevi angkat" cemas mama Dirga
"drettt drettt" getar HP Cevi
telepon pun di angkat
"ya, ini siapa?" tanya ayah Cevi
mama Dirga sangat kaget ketika yang menjawab malah seorang lelaki dewasa
"kamu siapa?, kamu ayahnya Cevi?"
"ya, ada apa?" jawab ayah Cevi
"apakah Cevi tau di mana anak saya Dirga? apakah saya boleh berbicara dengan Cevi?" tanya mama Dirga dengan sangat panik dan cemas
"maaf anak kamu mungkin sudah tiada, dan itu semua karena anak muda mengganggu anak saya" jawab ayah Cevi
"ha?! jangan kamu macem macem-macem dengan kuarga saya!, dimana anak saya?" marah mama Dirga
"ok anak kami ada dirumah sakit permata kurdayani di ruang ICU" ucap ayah Cevi dan langsung menutup telepon nya
mama Dirga pun langsung bergegas pergi ke rumah sakit, sesampainya disana ia melihat Cevi sedang duduk di ruang tunggu keluarga pasien ICU
"heh Cevi!, kenapa anak saya jadi seperti ini? kenapa?!!!" bentak mama Dirga yang baru saja sampai
"i iya tante?" kaget Cevi
"kenapa?!! jawab Cevi! kenapa?!" marah mama Dirga sambil menggoyang goyang tubuh Cevi yang membuat ia pusing dan akhirnya pingsan...
.
.
.
gimana?,gimana? seru gak? emosi? sama author juga!
__ADS_1
jangan lupa vote, like, kasih bintang, share, komen, beri masukkan dan follow akun ini biar author semakin semangat bikin part part selanjutnya
salam dari ravi