
Cevi yang sedang tertidur di samping Dirga pun kaget dan langsung terbangun
Ia langsung memencet bel untuk memanggil suster untuk mengecek kondisi Dirga
"Iya Dirga, aku disini Dirga" Jawab Cevi sambil menekan bel
Dalam sekejap suster dan dokter pun langsung sampai ke ruangan mereka
"Dok, Dirga tadi menyebut nyebut nama saya dok" Lapor Cevi
"Ok bu, kita akan periksa pak Dirga sebentar" Jawab dokter
"Ibu bisa tunggu di kursi terlebih dahulu ya" Perintah suster kepada Cevi
Cevi pun duduk ke kursi yang di anjurkan oleh suster tersebut
.
.
.
Sementara di tempat penyekapan pak Agung
"Ahhh sakitttt, tolong!!!" Teriak pak Agung sambil memegang ***********
Ternyata *********** memiliki sedikit luka dan karena itulah ular ular disana tertarik dan mulai mendekatinya
Pak Agung yang merasakan suara suara desisan itu semakin mendekat langsung berdiri dan lari menjauh dari ular ular itu, ia sudah sampai di sudut ruangan lainnya
Lilin pun semakin lama semakin pendek, namun sialnya lilin itu terjatuh karena tertabrak ular dan mengakibatkan lantai di ruangan itu terbakar
Bel kebakaran pun berbunyi dan air dari sensor ruangan tersebut langsung aktif dan api pun padam
__ADS_1
Karena api padam ruangan itu semakin gelap, dan karena itu pak Agung tidak bisa melihat sama sekali, ia pun berjalan sambil memegang tembok setelah 10 menit berputar putar ia tidak sengaja menendang buntut salah satu ular di sana yang membuat ular tersebut memuncratkan bisa yang untung nya tidak mengenai pak Agung
Namun ia tidak sadar bahwa dari belakang ada satu ular lagi dan langsung menggigit betis kiri nya ia pun langsung terjatuh karena luka gigitan tersebut ia benar benar kesakitan dan berteriak teriak agar untuk meminta pertolongan
"Tolong!!!!" Teriak pak Agung
"Percuma pak, ruangan ini adalah ruanga kedap suara" Jawab Tino dari speaker
.
.
.
Kembali ke rumah sakit
"Bu Cevi, kondisi Dirga sudah sangat bagus dan besok ia sudah di perbolehkan pulang" Ucap dokter
"Benarkah dok?" Tanya Cevi tidak percaya
"Baik dok saya akan menghubungi ayah saya" Ujar Cevi
"Engggg engggg engggg" Suara panggilan telepon Cevi ke ayahnya
Namun HP ayahnya tiba tiba mati
Di tempat penyekapan
"Drettt drettt drettt" Suara getar dari telepon pak Agung
"Heh!! Kenapa kamu gak matiin itu HP" Marah Tino
"I i iya bos saya lupa, akan saya matikan sekarang" Panik salah satu pengawal di sana
__ADS_1
Kembali ke rumah sakit
"Cevi, kenapa aku ada di rumah sakit ini?" Tanya Dirga
"Sudah tidak usah di pikirkan dulu yang penting kamu sembuh terlebih dahulu" Jawab cevi dengan perasaan was was karena nomor telefon ayahnya tiba tiba mati
Dan kondisi di rumah Zeline
"Mom, kenapa Dirga tidak bisa di hubungi?, aku benar benar tidak tenang dengan kondisinya" Tanya Zeline dengan panik
"Tidak usag di pikirkan nak, Dirga sudah dewasa dia pasti bisa mengurusi dirinya sendiri" Jawab ibu Zeline dengan santai
"Baik mom" Tanggap Zeline dengan berkecil hati
.
.
.
"Drettt drettt drettt" Suara telepon. Masuk Di Hp Cevi dari nomor yang tidak di kenal
"Hallo nona Cevi, saya adalah orang yang menculik ayah nona, saya adalah pengawal Tino, jika nona mau tau dimana ayah nona, nona bisa datang ke gedung tempat kerja Tino di lantai 57 ruangan ke 4 dari pintu lift" Cerocos pengawal tersebut, yang ternyata ia adalah orang yang di marahi Tino tadi
.
.
.
Gimana?, Gimana? Sebel? Kesel? Emosional? Seneng?
Jangan lupa beri like, vote, love, hadiah, komen, saran, dan follow biar author makin semangat bikin part part selanjutnya
__ADS_1
Dalam dari Ravi