Jika Cinta Jatuh Di Hatiku

Jika Cinta Jatuh Di Hatiku
Aku Hanya Bisa Berdoa


__ADS_3

"Brakk" Suara hentakan dari pintu kamar mayat


"Dirga!!" Teriak Cevi


Ternyata Cevi sudah memantau Dirga di rumah sakit itu dari tadi tapi ia belum bisa berakhir karena sangat banyak yang menjaga ruangan itu


Cevi langsung membawa Dirga sesampainya di depan kamar mayat ia bertemu dengan penjaga penjaga, namun tiba tiba mereka langsung habis karena penjaga yang di bawa oleh Cevi


Ternyata Cevi membawa banyak penjaga untung melindungi dia dan Dirga


Dirga pun segera di bawa kerumah sakit terdekat dan ia membawa Dirga ke rumah sakit yang sama oleh dokter yang tadi namun bedanya rumah sakit ini belum mendapatkan perintah terbaru jadi mereka langsung melakukan banyak tindakan untuk menyelematkan Dirga


Selama tindakan di lakukan Cevi selalu berada di ruangan yang sama oleh dokter nya walaupun di pisahkan oleh sebuah tirai


Dia seperti itu mengawasi gerak gerik semua yang melakukan tindakan di sana


Setelah melakukan berbagai macam tindakan medis kondisi Dirga semakin membaik namun ia harus di masukkan ke ruang ICU agar kondisi nya lebih terpantau


"Suster, bawa pasien ini ke ruang ICU agar bisa lebih terpantau" Suruh salah seorang dokter disana


Dirga pun di bawa ke ruang ICU


.


.


Sementara di rumah sakit keluarga Tino


"Lapor pak!, Dirga menghilang" Lapor salah satu ajudan


"Apa?!!, kenapa bisa!!!?" Tanya pak Alex


"Sana pergi dan cari da!!!" Perintah pak Alex


Pak Alex pun langsung menelpon banyak rumah sakit dan semuanya tidak ada yang menjawab sekalinya menjawab pak Alex hanya di saut bahwa sedang sibuk

__ADS_1


"Ya pak, bapak jangan" Ucap pak Alex terpotong


"Maaf Pak kami sedang sibuk" Saut orang ditelfon itu


.


.


Flashback


"Hallo pak, bisa bapak menolak panggilan dari rumah sakit yang di miliki oleh pak Alex? Karena ia mau mencelakai salah satu pasien dan butuh bantuan kalian" Ujar Cevi


Flashback off


Ternyat ketika di perjalanan Cevi sudah menelfon hampir semua rumah sakit yang berada di kota tersebut


Dan semua rumah sakit itu sepakat untuk tidak mau mengangkat telepon dari rumah sakit itu


Ternyata HP Cevi sudah di lacak oleh ayahnya dan Tino ketika mereka tau bahwa Cevi berada di rumah sakit ia pun langsung pergi ke titik rumah Cevi dan langsung menjemput Cevi pulang


.


.


Dalam perjalanan ayah Cevi, pak Alex, dan Tino mereka sambil tetap menelfon semua rumah sakit yang mereka kenal dan tahu, namun tetap tidak ada yang mau mengangkat telepon itu


"Dad, kalo Dirga selamat bagaimana?" Tanya Tino dengan was was


"Ya sudah nanti kita akan buat hidup anak itu lebih sengsara dari pada ini, ya kan pak Agung?" Jawab sekaligus tanya pak Alex ke pak Agung (ayahnya Cevi)


"I I iya Pak" Terima pak Agung dengan perasaan terpaksa dan tidak tega


"Iya dad kita harus buat dia lebih sengsara dari pada ini, aku mau di mati biar aku gampang deketin Cevi" Ajak Tino


"Iya kak tenang saja, itu hanyalah masa kecil untuk daddy" Sanggup pak alex

__ADS_1


.


.


Sesampainya mereka di rumah sakit


"Dimana Cevi!!" Tanya pak Alex kepada atasan rumah sakit itu


"S saya tidak tahu" Jawab kepala rumah sakit itu


"Bohong! Kamu!! Dimana Cevi?!" Tegas pak Alex


"S saya tidak tahu pak" Kekeh kepala rumah sakit itu


Mereka pun pergi dari ruangan itu dan langsung mencari keberadaan Cevi di berbagai sudut rumah sakit itu


"Cevi!" Panggil Tino


Cevi yang kebetulan spontan membalik kan badan


Namun...


"Plakk" Suara tamparan yang cukup keras dari Tino ke Cevi


Ayah Cevi pun kaget dan langsung membalas tamparan pukulan yang mendarat tepat di pala Tino hingga ia tersungkur


.


.


Gimana?, gimana? Sebel banget kan sama Tino? Author juga kok


Jangan lupa beri like, vote, love, hadiah, komen, masukkan, dan follow akun ini biar mimin makin semangat upload part part selanjutnya


Salam dari ravi

__ADS_1


__ADS_2