
setelah sekitar 4 hari mereka di rawat di ICU kondisi Cevi mulai membaik, namun kondisi Dirga dan Tino belum juga membaik bahkan semakin parah.
.
.
.
di alam bawah sadar Dirga.
"duar" suara ledakan mobil yang sangat dekat yang membuat banyak orang terluka.
di situ pula ia melihat Tino yang sedang menyelamatkan Cevi namun karena ledakan tersebut Cevi harus meninggal dunia setelah di rawat di rumah sakit, padahal kondisinya sempat membaik
.
.
.
kembali ke rumah sakit
"dok pasien atas nama Tino sudah hampir tidak mungkin di selamatkan" ujar perawat kepada kepala dokter
"benarkah?, sebentar saya cek terlebih dahulu data dan kondisinya" jawab kepala dokter sambil membuka data di laptop nya
tiba tiba..
"Aaaaa" teriak Dirga dari dalam ruangan ICU yang membuat semua orang di yang mendengarnya kaget
dokter dokter pun langsung mengecek kondisi Dirga, ternyata Dirga sudah siuman namun ingatan nya sedikit terganggu mungkin karena pukulan yang sempat mengenai kepalanya
semakin hari kondisi cevi semakin membaik dan ia di perbolehkan untuk dipindahkan ke ruang rawat inap, sedangkan Dirga dan Tino masih berada di ICU, kondisi Dirga memang sudah siuman tapi ia benar benar masih sangat lemas, sedangkan Tino kondisinya masih sangat buruk
.
__ADS_1
.
.
"yah, kenapa ayah setega itu melakukan semua hal itu ke Dirga?" tanya cevi sambil menahan rasa sakit dari luka luka di tubuhnya
"sudah sudah, nanti saja bapak jelaskan, yang penting kamu sembuh dulu" jawab ayah cevi
"ok pah" saut Cevi
"tok tok tok" suara ketukan pintu yang ternyata itu adalahhh ketukan pintu dari dokter yang ingin visit,
setalah visit ternyata Cevi sudah di perbolehkan pulang lusa.
kabar itu pun di Terima ayah Cevi dengan bahagia.
2 hari kemudian
Cevi pun keluar dari rumah sakit, di saat yang bersamaan pula kondisi Dirga malah menurun. kabar itu di dengar oleh Cevi. Cevi langsung kabur dari ayahnya dah langsung pergi ke ruangan ICU. dari luar Cevi melihat merek berdua yang terbaring lemah dengan luka luka di tubuhnya
dokter yang berada di ruangan tersebut langsung mengecek kondisi Tino
"dokter!, pasien badan 4 mengalami kejang kejang" teriak suster
tirai pun langsung di tutup karena dokter ingin melakukan tindakan medis. 20 menit berlalu, belum ada tanda tanda baik/buruh dari dokter Cevi pun semakin panik
namun Dirga spontan mengucapkan nama Cevi yang membuat beberapa suster mengalihkan perhatian terhadap Dirga.
Cevi pun diberikan izin untuk masuk dan menemui mereka berdua.
"Ya Tuhan selamatkan lah Dirga dan Tino karena mereka sangat berharga di hidupku" doa Cevi didalam hati sambil mengelus rambut Dirga dan di barengi oleh balikkan badan ke arah bad Tino
Cevi sangat takut kehilangan mereka cevi benar benar berusaha agar teman temannya bisa selamat, cevi selalu berdoa ke pada Tuhan dan membantu support dengan ucapan semangat yang ia ucapkan
.
__ADS_1
.
.
sementara di rumah Zeline
"dretttt dretttt" getar HP Zeline, ternyata itu adalah info dari rumah sakit yang mengabarkan bahwa kondisi Dirga semakin Memburuk
Zeline yang mengetahui hal itu langsung bergegas kerumah sakit
.
.
.
kembali kerumah sakit
"Dirga kamu yang kuat ya aku akan selalu berada di sisimu" ujar Cevi sambil mengelus pala Dirga
10 menit kemudian
Zeline pun sampai di rumah sakit dan langsung bergegas ke ruang ICU sesampainya di sana, dari luar ia melihat Dirga sedang bersama seorang wanita dengan wanita tersebut mengelua ngelus kepalanya
.
.
.
gimana?,gimana? seru gak? orang tua Dirga dan Tino kemana? kok gak ada? mereka gak nyariin? tunggu kelanjutannya ya...
jangan lupa support author ya dengan cara beri like/bintang/komen/beri masukan dan follow akun ini agar author makin semangat buat part part selanjutnya
salam dari ravi
__ADS_1