
Setelah menunggu akhirnya jadwal penerbangan Zeline dan ibunya
Tetap harus di tunda hingga esok hari, alhasil ibu Zeline pun langsung menyewa jet pribadi dan mereka pun langsung pergi menggunakan jet pribadi tersebut
Sementara di rumah Cevi
"Dor" Suara tembakkan dari seorang laki laki dan mengenai pundak Cevi hingga ia terjatuh dan berteriak kesakitan
"Ahh, what the" Omongannya terpotong dengan suara tembakkan ke dua yang mengenai tangannya
"Dor" Suara tembakkan kedua yang mengenai tangan Cevi
Darah pun berceceran di lantai dan di sisi lain Dirga yang mendengar suara tembakkan dari arah kamar Cevi ia pun langsung pergi ke kamar Cevi dan langsung memukul laki laki itu dari belakang yang membuat lelaki itu pingsan
Dan ia langsung membawa Cevi ke rumah sakit dengan kondisi penuh luka dan darah, di jalan ia juga tidak lupa untuk melaporkan kejadian ini ke polisi
"Hallo pak" Sapa Dirga
"Ia ada yang bisa di bantu?,apa keadaan darurat anda? " Jawab dan tanya seorang polisi dari telepon
"Rumah pacar saya di masukki seorang laki laki dan laki laki itu menembak pacar saya sebanyak dua kali di bagian pundak dan tangan laki laki itu sekarang dalam ke adaan pingsan berada di kamar pacar saya dan sudah saya ikat" Lapor Dirga dengan keadaan berbicara terbata bata karena syok dan sedih melihat kondisi Cevi yang darahnya terus mengucur ke badan Dirga
Dalam ke adaan seperti itu Dirga juga harus menahan diri agar Athala tidak keluar dan menguasai tubuh Dirga
Sesampainya mereka di rumah sakit mereka pun langsung di sambut oleh tempat tidur untuk membawa Cevi ke UGD dan ketika sampai di UGD Cevi langsung di beri pertolongan namun di sela sela pertolongan medis itu suster berkata
"Maaf pak, kondisi ibu Cevi benar benar sangat kritis karena kehabisan darah dan kami memerlukan transfusi darah dari golongan darah ibu ini, namun golongan darah tersebut stocknya sedang tidak ada, kami akan berusaha semaksimal mungkin" Lapor suster tersebut kepadamu Dirga
__ADS_1
Dirga yang mendengar itu langsung terdiam dan beberapa saat kemudian ia keluar dari rumah sakit dan ia langsung menelpon semua pengawal nya untuk di carikan golongan darah Cevi
5 jam sudah berlalu dan darah pun belum di temukan
Tiba tiba
"Duar" Suara ledakan bom dari arah rumah sakit itu seketika rumah sakit itu hancur berantakan
Untungnya bom itu sudah di lacak oleh aparat setempat hingga semua pasien dan pekerja disana bisa di selamat kan
Cevi pun di rujuk kerumah sakit lain yang tidak lain dan tidak bukan adalah rumah sakit yang ditempatkan Tino juga
Dan ternyata di sana baru saja menerima darah yang bergolongan Cevi dan transfusi darah pun di lakukan saat itu juga, kondisi Cevi mulai membaik
Namun ketika kondisi Cevi mulai. Membaik dan tersadar
Cevi mendapatkan berita bahwa ayah Cevi meninggal dunia karena bunuh diri. Cevi yang mendengar kabar itu langsung kembali drop dan kondisinya menjadi kritis
"Dor" Suara tembakkan yang langsung mengenai tepat di kepala pak Agung
Pak Agung pun langsung tersungkur dan ia pun meninggal seketika itu juga, kematian itu langsung di rekayasa dengan cara menaruh sebuah pistol di samping mayat ak Agung
Dan pak Agung pun tergeletak di sana hampir setengah hari, para penjaga tidak tau bahwa ada tembakkan di karenakan ruangan itu kedap suara dan tidak ada di CCTV di ruangan pribadi pak Agung
.
.
__ADS_1
.
Plot twist
Kejadian bunuh diri mama Dirga juga di lakukan oleh laki laki yang membunuh ayah Cevi dan semua itu belum ketahuan karena dia adalah orang kepercayaan dari ayah Cevi dan dia juga sangat suka dengan Cevi
Ia bernama Bumi
Nama : Bumi Valen Leonardo
Umur : 19 tahun
Pekerjaan : kepercayaan ayah Cevi
Ketakutan : tidak ada
Kesukaan : hanya Cevi samata yang berada di hatinya
Penyakit : -
.
.
.
Gimana?, gimana? Seru gak? Plot twist nya lama banget ya? Udah pada lupa?
__ADS_1
Jangan lupa beri like, love, vote, hadiah, suka, komen, masukkan dan juga di follow biar author makin semangat bikin part part selanjutnya.
Salam dari ravi