
Tino yang tersungkur langsung terdiam, dia benar benar terdiam tanpa ada pikiran di hatinya
"anak kurang ajar!!, jangan pernah kamu dekati anak saya lagi jangan pernah kamu sentuh anak saya lagi!!" marah pak Agung (ayah Cevi)
"saya akan laporkan semua kejadian ini ke polisi karena saya sudah mempunyai semua buktik yang mereka perlukan" ancam pak agung
pak Alex yang melihat kejadian itu langsung membalas dengan ancaman pula
"terserah bapak, saya tidak takut!, saya akan buat perusahaan bapak bangkrut" ancam dan tantang pak Alex
"oh saya tidak takut, lebih baik saya kehilangan perusahaan saya dari pada saya kehilangan putri saya!" Terima pak Agung
pak Agung dan Cevi pun langsung pergi meninggalkan mereka dan langsung pergi ke kantor polisi, namun tanpa mereka sadari pengawal Tino tetap mengikuti mereka
di tengah perjalanan mereka langsung di hadang oleh pengawal pengawal itu
ketika pak Agung ingin memberhentikan mobilnya betapa kaget ketika menyadari bahwa mobil mereka sudah di permainkan sehingga remnya sudah tidak berfungsi lagi
__ADS_1
mereka langsung benar benar sangat panik, dengan kecepatan mobil yang cukup kencang (70-90 km/jam)
kabar baiknya kondisi jalan tol disana benar benar sepi jadinya mereka lebih mudah untuk mengendalikan mobilnya dan ternyata bensin mereka juga tinggal sedikit
dan di tengah tengah kepanikan itu tiba tiba ada mobil yang menyalip mereka dan setelah sudah jauh dari mobil cevi dan ayahnya iya melambatkan kecepatan kendaraannya yang membuat mobil mereka harus berkelok dengan cukup mendadak dan mobil mereka pun langsung menabrak pagar pembatas dan terguling sebanyak 4 kali
"awas!!!, tin tin" teriak dan suara klakson dari arah mobil mereka
"srettt" suara bantingan setir ayah cevi yang membuat mobil mereka berdua terbalik
setelah sudah tidak terguling semua pengawal pun langsung berusaha menolong mereka berdua namun alangkah kaget mereka ketika mereka lihat yang berada di dalam mobil hanyalah robot dan karena kecelakaan tersebut robot robot itu meledak dengan cukup kencang yang membuat banyak pengawal pengawal terlempar dN terluka
dan dari pengawal pengawal yang selamat mereka tidak abis pikir bagaimana bisa yang berada di dalam mobil itu hanyalah robot dan bukan manusia asli
dan mereka pun langsung melaporkan kejadian ke pak Alex
"pak, ternyata Cevi dan pak Agung yang tadi fake, mereka hanyalah robot yang menyerupai bentuk asli pemiliknya dan karena kecelakaan yang sudah kita rencana kan robot robot itu meledak dan membuat banyak pengawal terluka dan gugur" lapor kepala pengawal pak Alex dengan nada bicara yang kaget dan tegas
__ADS_1
"sure!!!?, kamu gak bohong?!, jadi dari tadi kita hanya berbicara dengan robot?!" tanya pak Alex untuk memastikan lagi
"iya Pak, kita disini masih mengevakuasi korban korban dan kemungkinan besar cevi dan pak Agung berada di tempat persembunyian atau pun di monitor pak" tutur kepala pengawal pak Alex
"ok, jika ada info lebih lanjut beri tahu saya lagi" jawab pak Alex dengan kaget dan tidak percaya
Tino yang tadi habis di pukul oleh ayah Cevi sekarang sedang di UGD karena tulang kepalanya di tempat ia di tonjok sedikit retak yang membuktikan bahasa itu benar benar sangat kencang
jadi ternyata Tino terdiam tadi bukan karena syok ia di pukul oleh ayah Cevi dengan sangat keras tapi karena muka Cevi ketika ia tampar benar benar sekeras baja dan tangan yang mendarat di kepalanya juga sangat kencang hingga ia tersungkur ke tanah
.
.
.
Gimana?, gimana? seru gak? kaget sama plot twist?!, author juga sebel nih
__ADS_1
jangan lupa beri like, love, vote, hadiah, komen, masukkan, dan follow akun ini biar author makin semangat bikin par part selanjutnya
salam dari ravi