
3 bulan telah berlalu
17-09-2016
"Happy birthday Dirga happy birthday dirga" Nyanyian dari ibu Dirga dan cevi
Hubungan Cevi dan Dirga lebih dekata namun Dirga tetap dengan sifatnya yang dingin
Dirga pun meniup lilinnya, dalam hatinya Dirga berkata. Ya Tuhan kuatkanlah hati perempuan di sisiku ini aku cinta kepadanya tapi aku sangat susah untuk mengungkapkan nya. Semoga engkau menjaga dia
"Doa apa lu? Senyam senyum aje lu" Ucap cevi
"Engga" Balas Dirga
Ibu Dirga pun memfoto mereka berdua
Setelah itu mereka makan bersama jalan pagi santai dan mereka berdua berangkat sekolah bersama
Sesampainya di sekolah teman teman mengucapakan ulang tahun ke Dirga. Mereka sudah ada yang takut lagi oleh Dirga
Karena kejadian 3 bulan lalu hanyalah secuil sikap buruk dari Dirga dan mereka mau menerima itu
Selama di sekolah merek bercengkrama, bernyanyi makan bersama dan belajar
Setelah pulang sekolah Cevi ada rapat OSIS dan Dirga pun menunggu di depan ruangan rapat
Di pikirannya hanya ada muka Cevi yang sedang tersnyum, dan dia sempat berfikir untuk menembak Cesi di hari itu tapi dia masih takut kalau cintanya di tolak
Dan pada akhirnya dia tetap memendam rasa itu dan rasa itu akan ia ungkapkan di hari spesial Cevi di tanggal
18-11-2016 lebih tepatnya 2 bulan lagi
Dia pun menunggu Cevi yang sedang rapat
__ADS_1
Setelah selesai mereka pun pergi ke taman sebelum pulang kerumah.
Namun di perjalanan pulang setelah dari taman mereka bertemu dengan orang tua Cevi
Dan...
"Cevi!" Teriak ayah Cevi
Cevi pun kaget dan takut di marahi ayahnya karena mereka berdua masih berhubungan
"I iya yah" Balas Cevi
"Ngapain kamu sama cowok kasar ini?!" Marah ayah Cevi ke Cevi
Dirga hanya bisa terdiam dan tidak tau harus berbuat apa apa
Tiba tiba asma Cevi kambuh lagi dan ayah Cevi langsung menggendong Cevi ke dalam mobil dan membawa Cevi ke rumah sakit terdekat
Diam diam Dirga tetap mengikuti mobil ayah Cevi
Dengan perasaan cemas, Dirga pun langsung menghampiri Cevi ketika ayah Cevi sedang membayar uang muka
"Cevi, kamu gak baik baik aja kan?" Ujar Dirga dengan perasaan cemas dan takut ketahuan oleh ayah Cevi
"Iya ga aku gak apa apa kok" Satu cevi sambil menarik nafas dengan sangat berat
Tiba tiba ayah Cevi datang dan melihat Dirga yang berada di sana
"Cevi!, kenapa dia ada disini?!, kamu ngapain kesini!!" Marah ayah Cevi
"Gak apa apa pah yang penting aku di tangani dulu jangan marah marah terus" Sahut cevi
"Maaf om saya tidak izin mau ajak jalan jalan cevi" Ucap Dirga sambil menunduk
__ADS_1
"Sini kamu ikut om" Ujar ayah Cevi sambil menyeret tubuh Dirga ke ruang ruangan UGD
Dan sesampainya di taman
"Ngapain ngapain kamu deket deket anak saya lagi?!!" Tanya ayah Cevi dengan nada kencang
"Maaf om, maafin saya sebenarnya dulu saya bentak Cevi karena penyakit saya" Jawab Dirga
"Penyakit, penyakit! Jangan banyak alesan" Ujar ayah Cevi
"Ia om aku punya penyakit bipolar, dan penyakit itu bisa kambuh ketika aku frustasi" Ucap Dirga
"Saya gak percaya" Ucap ayah Cevi dengan nada bicara yang mulai biasa saja dan ingin tahu
"Begitulah om maafkan saya ya" Ujar Dirga dengan sedikit air mata keluar dari matanya
"Ok om paham, kalau seperti itu jaga anak om jangan sakitu dia satu kali pun kalau kamu menyakiti lagi om tidak akan pernah bolehkan kamu bertemu anak om" Ucap ayah Cevi
"Siap om, saya akan jaga anak om" Jawab Dirga
Mereka pun balik ke dalam ruang UGD lagi dan bercengkrama di sana
.
.
.
Gimana gimana? Seru gak? Jangan lupa di kasih bintang ya dan follow biar aku makin semangat bikin part selanjutnya
Thx ya yang udah support aku
Sifat sombong Dirga kemana? Kok gak ada? Tunggu aja bund sabar ya
__ADS_1
Salam dari ravi