
Setelah sampai ditaman belakang mereka pun duduk dan beristirahat
Namun tiba tiba Dirga teriak teriak tidak jelas, ternyata penyakit Dirga sedang kambuh dan di saat itu Cevi belum mengetahui penyakit yang di alami oleh Dirga tersebut
"Ahhhh! , ngapain!?, ngapain? kamu bawa saya kesini!!" Bentak Dirga ke Cevi.
"Ehe ehe ehe ehe ngik" Suara nafas cesi yang sangat berat dan ia tersungkur di lapangan karena asmanya tersebut.
"To to tolong" Ujar Cevi dengan suara yang sangat pelan karena ia susah untuk bernafas
Sementara Dirga masih teriak teriak dan sempat melemparkan batu ke arah bunga bunga di taman, pada akhirnya karena suara teriakan Dirga banyak murid mendatangi mereka dan menolong mereka berdua
Sesampainya di UKS
"Ma maafkan aku ya Cevi" Ucap Dirga ketika Cevi masih dalam ke adaan pingsan.
Sebenarnya Cevi bisa mendengarkan itu tapi ia tidak bisa menjawabnya
Dan Dirga pun kembali ke kelas
"Tok tok tok" Suara ketukan pintu UKS yang ternyata itu adalah orangtua Cevi yang datang.
__ADS_1
"Siapa?! Siapa?! Yang bentak bentak anak saya siapa?!. Ujar ibu nya Cevi dengan amarah yang membludak
Dirga yang mendengar ucapan dari UKS itu langsung kembali ke UKS dan mau meminta maaf ke ibunya Cevi
"S saya bu, maaf saya tidak tahu kalau akan semua ini akan terjadi, dan aku juga bentak dia karena ak" Ujar Dirga yang langsung di potong oleh ayahnya Cevi
"Apa?! Karena apa?! Udah gak usah banyak alesan! Gak usah kamu deket deketin anakku lagi! "
Karena kata kata itu pun Dirga langsung keluar dari ruang UKS dan pergi berjalan ke kelasnya lagi.
Selama di lorong lorong sekolah itu murid murid memperhatikan Dirga dan sambil mengejeknya.
Sampai sampai saat ini pot yang berada di samping dia pecah karena di tendang nya, dan ia sempat berlari ke lantai 2 dan mau mencoba untuk bunuh diri namun di gagalkan oleh seorang guru yang membujuknya
"Nak jangan nak itu berbahaya, mati bukan akhir tapi awal hidup mu lagi" Ucap guru tersebut
Dirga pun tersadar kembali dan ia pingsan
Ia di bawa ke UKS dan di tempatkan di samping Cevi dan orang tuanya
Ternyata Cevi sudah sadar ia langsung kaget ketika melihat Dirga pingsan dengan ada darah di pipi dan tangannya
__ADS_1
"Dirga!?, Dirga kenapa?" Ucap Cevi panik
Orang tua Cevi pun langsung menahan Cevi yang ingin beranjak dari tempat tidurnya
"Heh kamu mau kemana, kamu masih sesak dah tunggu di sini saja" Ucap orangtua Cevi dengN lembut
Dan akhirnya Dirga di bawa ke rumah sakit karena ternyata kakinya patah karena menendang pot bunga
Cevi pun menangis dan menyesal karena tidak bisa menjaga Dirga
Dan ia pun hanya bisa terbaring karena ada orang tua Cevi yang menunggu Cevi di luar UKS
Di hari itu semua begitu buruk, menakutkan, absurd, dan semua nya telah mengetahui penyakit Dirga tersebut
Gimana nih lanjutan cerita nya kali ini? Seru gak? Emosional?
Kalau kalian suka jangan lupa beri bintang dan follow akun ini ya biar kamu dapet notif kalau aku bikin part terbaru
Support aku ya biar aku makin semangat bikin lanjutan ceritanya
Salam dari ravi
__ADS_1