
Zeline dan ibunya akan pulang ke Indonesia. Sesampainya ia di bandara ternyata pesawat nya sudah mau berangkat
Mereka berdua pun lari dengan secepat mungkin, sampai pah mereka di gate peswat mereka dan ternyata pesawat mereka telah berangkat
Ibu Cevi pun murka karena waktu penerbangan malah lebih cepat dari pada waktu yang tertera
Ibu Cevi langsung membeli 70% saham di maskapai itu dan memecat semua kru dalam pesawatnya yang ia pesan tadi
"Pak pecat semua kru yang ada di pesawat Boeing 756-cae" perintah ibu Cevi
Mereka dua pun langsung menyewa satu pesawat dari maskapai itu dan langsung berangkat ke Jakarta saat itu juga
.
.
.
Sementara keadaan Dirga
"Ce Cevi" panggilan Dirga dengan suara yang sangat kecil
Ia pun membuka matanya dan melihat bahwa hpnya sudah tertimpa dahan pohon yang membuat HP nya retak.
Ia pun berusaha untuk bangun dan meneduhkan badannya
"Ah! Ah sakit sekali!" rintih Dirga
Ia pun berhasil berdiri sambil memegang pohon di belakang nya ia mengambil hpnya dan berjalan sedikit demi sedikit ke sebuah gubug di depannya yang berjarak sekitar 100 meter.
"To to tolong!" teriak Dirga dengan suara yang benar benar kecil
__ADS_1
Di tengah perjalanan Dirga tiba tiba dia mendengar suara Cevi dari arah belakang
Dirga langsung menengok kebelakang dan benar ia melihat Cevi sudah berada di belakangnya. Cevi langsung berlari ke arah Dirga dan langsung menolong Dirga untuk masuk ke dalam mobil
"Cevi? Kenapa kamu bisa sampai di sini?" tanya Dirga
"Sudah tidak usah di pikirkan yang penting kamu sudah aku temukan" jawab Cevi
Cevi pun membopong Dirga sampai ke mobil dan langsung membawa Dirga ke rumah sakit.
.
.
.
Flashback
Ternyata ia sekarang sedang berada di dalam mobil penculik tadi dan ia sedang di pukuli oleh dua orang dan 1 orang lagi memegang tangannya dari belakang
Dirga sudah sangat pasrah di sana karena selama perjalanan ia terus di pukuli tanpa henti hingga ia pingsan
Flashback off
.
.
.
Sampai lah Cevi dan Dirga di rumah sakit
__ADS_1
Dirga pun langsung di tolong semua lukanya di obati dan di infus.
Cevi yang menunggu di ruang tunggu langsung mengecek CCTV rumahnya untuk mengecek siapa yang membunuh ayahnya, karena iya baru saja dapat info jika ayahnya b*nuh d*ri bukan di bunuh
Ketika Cevi melihat CCTV nya ia merasa janggal karena pada jam 01:13 - 01:37 CCTV mati
Akhirnya ia melaporkan itu ke polisi, polisi yang masih menyelidiki kasus itu juga akhirnya menemukan sebuah sarung tangan yang berada di ruang kerja Bumi dan ada bekas bercak darahnya
Bumi pun sedang dalam pencaharian
Cevi yang mendengar itu langsung menelepon pengawal nya dan mereka bilang bahwa Bumi sedang pergipergi ke Italia
Cevi pun Semakin yakin bahwa Bumi yang sudah m*mbun*uh ayah nya
Cevi pun menyuruh beberapa pengawal nya untuk pergi ke Italia untuk menemui dan menangkap Bumi.
.
.
.
gimana?, gimana? seru gak? author jarang upload ya? maaf ya hehehe. Author lagi sibuk nih. Oiaya author punya cerita baru loh judulnya
Dedrick & Defras
Cerita ini dari kejadian asli loh (tidak 100% asli ada penambahan / pengurangan alur dalam cerita ini)
jangan lupa beri like, love, suka, vote, hadiah, komen, masukkan dan follow akun ini biar author semakin semangat bikin part part selanjutnya
Salam dari ravi
__ADS_1