
Setelah beberapa jam setelah kejadian tadi, para pengawal sudah sampai di Italia.
"Nyoya, lapor, saya sudah sampai di Italia dan saya sudah melacak di mana Bumi berada." lapor ketua pengawal
"Ok, cari dia sampai dapat dan tangkap dia." pinta Cevi
Para pengawal pun langsung menuju titik lokasi Bumi yang berada di sebuah hotel bintang 5 yang sangat besar dan megah
Sesampainya di resepsionis para pengawal menunjukkan kartu nama ayah Cevi. Ternyata itu adalah hotel milik ayah Cevi
Para pengawal pun di antarkan ke kamar Bumi yang berada di lantai 19 nomor 1982
Kamar itu adalah kamar permintaan dari tuan Bumi
Setelah sampai di kamar mereka langsung menangkap Bumi yang sedang berada di kasur dengan kondisi tertidur. Namun pengawal yang memegang tuan Bumi tiba tiba terkena setrum hingga tewa* seketika.
Mereka pun menyadari bahwa itu hanya robot yang menyerupai tuan Bumi.
Ketua pengawal pun melaporkan nya ke Cevi
"Nyonya Cevi, maaf ternyata yang kita lacak adalah tempat robot yang menyerupai Bumi" beri tahu Ketua pengawal
"Ok tolong kamu lacak dari chip yang di tanam di kaki dia saja, dan jika suda ketemu nyalakan sengatan agar ia tidak bisa lari." jelas nyonya Cevi
"Siap nyonya." sanggup Ketua pengawal itu
Para pengawal pun mulai melacak chip yang ditanam oleh ayah Cevi waktu dulu di kaki Bumi
Tiba tiba "duarrr." Suara petir yang sangat kencang
__ADS_1
Sementara di rumah sakit Tino
"Dik keadaan pasien telah membaik." Lapor seorang suster
"Yasudah pindahkan dia ke ruang rawat inap." Suruh seorang dokter
Sesampainya Tino di ruang rawat inap
"Drettt drettt drettt." suara suatu benda di dalam rumah sakit dan dengan tidak terjebak benda yang sedang di dekati oleh dokter tersebut..
"Suster itu suara apa?." tanya dokter
"Saya juga tidak tau pak saya dan dokter kan tidak membawa hp." yakin suster
Dokter itu pun mendekati sumber suara itu dan
Karena banyak tubuhnya yang luka luka dan patah tulang di kaki dan tangan
Tino langsung di bawa kerumah sakit yang berbeda
"Ngiung ngiung ngiung." suara ambulance
Sesampainya di rumah sakit Tino langsung di masukkan ke ICU dan langsung mendapatkan tindaklanjuti medis
Dari oprasi, transfusi darah dan luka jahitan
Ternyata ulah dari kejadian itu adalah Bumi lagi
Bumi sudah mengatur semua kejadian ini dengan sangat rapih
__ADS_1
Polisi pun menyelidiki semua kejadian tadi dari kasus pembunuhan hingga ledakkan bom di salah satu rumah sakit.
Kembali ke Italia
Para pengawal sudah sampai di titik yang diberikan di chip tersebut Pengawal langsung pergi ke kamar Bumi.
"Bumi!." Teriak ketua pengawal sambil memencet tombol sengatan. Karena sengatan itu doni langsung terjatuh dan terkapar kesakitan karena sengatan (setruman itu benar benar menyakitkan) dan menyetrum seluruh tubuhnya
"Akhhh, ampun ampun!!." kaget dan mohon Bumi kepada pengawal
Namun sangat pengawal tidak menyudahi itu dan tetap menyetrum Bumi hingga ia terus berteriak kesakitan.
Namun tiba tiba tombol sengatan itu mati secara tiba tiba yang membuat Bumi tidak lagi tersengat dan mengambil senjatanya.
.
.
.
gimana?, gimana? seru gak? author jarang upload ya? maaf ya hehehe. Author lagi sibuk nih. Oiaya author punya cerita baru loh judulnya
Dedrick & Defras
Cerita ini dari kejadian asli loh (tidak 100% asli ada penambahan / pengurangan alur dalam cerita ini)
jangan lupa beri like, love, suka, vote, hadiah, komen, masukkan dan follow akun ini biar author semakin semangat bikin part part selanjutnya
Salam dari ravi
__ADS_1